
SEGENGGAM LUKA
BAB 76 || KEBANJIRAN
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA, JANGAN LUPA LIKE šš»ā¤
Pita merebahkan tubuhnya diatas ranjang tempat tidur milik Rey. Meskipun hidup sendiri, Rey bukanlah termasuk orang yang jorok karena Rey menyewa kasa untuk membersihkan apartemennya setiap hari.Ā
Ternyata mengikuti Rey bekerja juga melelahkan, apalagi Pita juga sempat ikut ke gudang pengemasan kosmetik. Meski terbilang baru meluncur, tetapi kosmetik Rey banyak diminati oleh para konsumen, terutama anak anak remaja. Selain harga yang bersahabat di kantong, ternyata produk kosmetik yang diberi nama PR Beauty adalah salah satu kosmetik yang diproduksi dari bahan alami, jadi tidak perlu khawatir akan keamanannya.
Rey yang baru saja siap mandi segera naik keatas tempat tidur dimana istrinya sedang memejamkan mata.
Tetesan air di kening membuat Pita tersentak kaget dan segera meninju wajah Rey.
"Aaww ⦠sakit," rintih Rey
Pita yang membuka mata terkejut saat menyadari bahwa yang baru saja ia tinju adalah wajah Rey.
__ADS_1
"Ya ampun Rey, sakit ya." Pita bergegas mengusap jejak tinjuan tangannya.
"Pakai banget. Gimana sih, muka suami sendiri digampar."
"Iya, maaf. Abisnya kamu ngagetin sih," protes Pita.
"Cuma mau sun kening kok di bilang ngagetin sih?" gerutu Rey.
Pita menghembuskan nafas kasarnya. Baikkah saat ini dirinya harus bisa bersabar untuk menghadapi Rey, dari mulai hal paling sepele.
"Iya kan aku udah minta maaf," ucap Pita.
"Apaan sih, Rey. Sana ah, mau tidur aku." Pita menepis wajah Rey dan segera menempatkan dirinya seperti tadi, berbaring.
Namun, tangan Rey segera menahan tangan Pita. "Cepet amet boboknya. Kita main bola dulu. Kemarin kemarinĀ skor kita 4-0,Ā terus 1-0 selama dua hari ini. Malam ini kita cetak rekor tinggi dong. Paling tidak 5-0 lah." Rey mengerling satu matanya untuk memberi isyarat kepada Pita.
Pita sendiri menautkan alisnya. "Mau main bola? Ya udah sana pergi sana ke lapangan sendiri," usir Pita.
"Lah, kok malah marah sih? Ya udah kita nanamĀ ubi super aja di kebun sempit biar cepat berbuah. Biasanya kalau bibit premium langsung bertunas lho, gimana?"Ā
__ADS_1
Lagi lagi Pita membuang nafas kasarnya. Pita bukan wanita yang tidak mengerti akan maksud dari Rey meskipun Rey menggunakan kata isyarat. Namun, kali ini dirinya benar benar tidak bisa menanam ubi bersama karena kebunnya sedang kebanjiran.
"Kita bobok aja ya, sayang kebun kamu sedang kebanjiran," bisik Pita, kemudian menarik selimutnya hingga batas leher. Pita masih masih memperhatikan Rey yang membeku setelah mendengar ucapannya.
"Apa? Kebanjiran? Yang bener aja? Perasaan tadi malam aman aman aja," keluh Rey.
"Anggap aja nasib baik masihĀ memihakmu tadi tadi malam," sahut Pita.
"Kalau tau akan puasa seperti ini, aku sudah hajarĀ tadi malam, setidaknya 10-0," gerutu Rey.
Meski merasa kecewa tak lantas membuat Rey melampiaskan rasa kesalnya kepada sang istri. Itu memang kodrat dari seorang wanita selain mengandung melahirkan dan menyusui.
Rey menarik tubuh Pita agar lebih mendekat lagi. Tak ingin Pita membelakangi, Rey barusan membalikkan tubuh Pita agar menghadap ke arahnya.
"Dosa tidur membelakangi suami," lirih Rey.Ā
Pita melebarkan senyuman saat matanya bertemu dengan mata Rey yang teduh. Pita tahu jika Rey memendam rasa kecewanya karena harus menahan hasratnya sebagai pengantin baru untuk satu minggu kedepan.
"Kamu cantik banget sih, kenapa aku ketemu kamu pas udah janda. Coba aja aku duluan yang ketemu kamu, aku gak bakal sia siain kamu." Rey membelai wajah Pita. Lebih lembut lagi Rey menyentuh bibir Pita yang merona meskipun tanpa polesan lipgloss. Entah berawal dari mana kini kedua bibir mereka menyatu, bergelut lidah dalam rongga mulut hingga menimbulkan suara decakan yang memenuhi ruang kamar di bawah temaram cahaya lampu malam.
__ADS_1
Sekian, nanti kita sambung lagi. Othor mau bantu bantu tetangga masak