SEGENGGAM LUKA

SEGENGGAM LUKA
ADA MASALAH?


__ADS_3

SEGENGGAM LUKA


BAB 32 || ADA MASALAH?


~TEH IJO~


SELAMAT MEMBACA TAP LIKE AND KOMEN DONG! 😘


Sudah hampir satu minggu Rey pergi tanpa kabar membuat Pita harus bekerja lebih keras lagi karena Riyan yang menggantikan Rey ternyata tak sejalan dengan Pita. Riyan terus menuntut Pita untuk selalu perfect hingga kadang Pita sendiri merasa tidak nyaman dengan tuntutan dari Riyan.


Hanya Rey yang bisa mengertikan keinginan Pita yang tampil senyaman Pita sendiri.


"Aku perhatian seminggu ini mood kamu hancur. Ada masalah apa?" tanya Riyan di sela sela istirahatnya.


Pita menggeleng pelan. Mana mungkin Pita menceritakan bahwa ia pernah mengusir Rey dan membuat Rey sakit hati hingga menghilang seperti ini. Bisa bisa detik ini juga Pita di tendang dari model naungan Rey.


"Tidak ada. Mungkin aku hanya sedikit kelelahan saja. Kamu tahu kan jadwal pemotretan kita sekarang sangat padat. Apalagi besok jadwalku untuk pertama kali syuting," jelas Pita. 


Memang ada benarnya ucapan Pita. Riyan pun bisa menyadari bagaimana lelahnya Pita namun semua itu adalah resiko yang harus diambil saat seseorang sudah terjun ke dunia model. Apalagi saat ini foto Pita sudah beredar luas di kalangan masyarakat berkat foto sampul maupun peraga busana.


"Bener juga sih, eh kamu sedang gak ada masalah kan sama Rey? Soalnya terakhir kali Rey nitip buket dan suruh bilang maaf. Apa itu artinya kalian…?" Riyan menutup mulutnya tak percaya akn asumsinya sendiri. 


Deg.


Jantung Pita seolah ingin berhenti sampai disini. Mengapa juga Riyan mengubah topik menjadi membahas Rey yang pada akhirnya menambahkan garam di hatinya.


"Kamu ngomong apa sih. Mungkin itu kebetulan aja," sanggah Pita.


Pita sendiri tidak bisa memastikan ada apa dan kemana  Rey saat ini. Tetapi Pita berusaha menepis pikiran buruk tentang Rey. Mungkin Rey hanya menenangkan diri untuk sementara waktu.


"Oh… Syukurlah. Sebelumnya Rey tidak pernah menghilang tanpa kabar seperti ini. Aku hanya heran saja. Ada ada dengan dirinya. Ah, sudahlah jangan dibahas. Siap siap lagi untuk sesi selanjutnya," titah Riyan.


Pita mengangguk pelan sambil menatap punggung tegap seorang Riyan yang hampir sama dengan perawakan Rey. 

__ADS_1


Melewati hari hari tanpa Rey membuat hati Pita terasa hampa. Tidak ada yang jahil, tidak ada yang mengusiknya, tidak ada yang membuatnya tertawa semuanya terasa hampa. Bahkan untuk makan saja Pita merasa tidak berselera. Semua pikiran Pita hanya tertuju kepada Rey.


Untuk melepaskan penatnya, sepulang dari Studio Pita berencana untuk mencuci pikirannya dengan berjalan jalan sebentar ke Mall. Tak ingin sendiri Pita mengajak Maura, salah seorang model yang satu naungan dengan dirinya. 


Maura yang statusnya adalah seorang mahasiswi pun sangat setuju karena jalan ke Mall adalah salah satu daftar hobinya. Apalagi  Maura juga seorang selebgram yang selalu mengabadikan momen momen kesehariannya.


"Kak Pit, kita coba makan di sana yuk! Disana ada menu yang sedang viral, lho!" tunjuk Maura kesalahan satu kedai yang berada di dalam hotel. Pita yang merasa penasaran pun hanya pasrah mengikuti langkah  Maura.


Sambil menunggu pesanan, Maura tak ingin menyia nyiakan waktunya untuk live bersama dengan Pita, model yang sedang di gandrungi oleh para remaja karena Pita yang ramah dan kalem. 


Pita menuruti saja apa yang dilakukan oleh Maura, toh tidak ada salahnya. Maura kan juga temannya juga meski usia mereka terpaut lima tahun.


Pita menghentikan live karena matanya tidak sengaja menangkap objek yang sangat familiar dengannya yang sudah keluar dari kedai tersebut.


"Ra, aku ke toilet dulu ya," pamit Pita.


"Oke Kak, jangan lama lama ya," seru Maura.


Pita mengangguk dan meninggalkan Maura yang masih melanjutkan livenya. Sementara itu, Pita terus berusaha mengikuti dua orang yang tidak asing lagi bagi dirinya. Mata Pita membelalak saat keduanya memilih menuju ke toilet bersama meskipun itu adalah toilet perempuan.


Pita terus mengikuti langkah maura yang kini sudah masuk ke dalam toilet bersama dengan laki laki lain selain Danar. Apakah itu artinya Jihan masih memiliki hubungan dengan Reza, kekasihnya saat kuliah?


Jadi selama ini Jihan tahu dimana keberadaan Reza? Tetapi mengapa Jihan menyembunyikan Reza. Ada apa ini?


Pikiran Pita semakin menduga duga yang tidak benar kepada Jihan. Apakah semua ini telah di rencana oleh Jihan? Mengingat Reza adalah rival Danar saat berada di kampus dahulu.


Pita tidak bisa mendengar jelas apa yang sedang terjadi di dalam sana, namun Pita hanya mendengar suara decakan yang membuat bulu kuduk Pita merinding.


"Dasar wanita murahan," gumam Pita.


🌿🌿🌿🌿🌿


Sesampainya di rumah, kejadian tadi saat di Mall masih berputar dalam memorinya. Tak bisa dibayangkan bagaimana hancurnya seorang Danar mengetahui wanita yang diperjuangkan ternyata memiliki hubungan dengan pria lain diluar sana tanpa sepengetahuan dirinya. Sungguh mengsedihkan sekali hidup mantan suaminya. Membuang sebuah berlian hanya demi sebuah kerikil yang tercecer di jalanan.

__ADS_1


Ah, mengapa juga Pita memikirkan mantan suami dan wanita ****** seperti Jihan. Harusnya Pita beristirahat dengan baik untuk menyambut hari esok yang lebih mendebarkan, karena besok adalah perdana Pita akan menjalankan syuting tanpa kehadiran Rey disampingnya. Orang yang selalu menguatkan dan selalu memberinya semangat.


Keesok harinya…


Pita sangat merasa gugup. Saat ini Pita didampingi oleh Yuna menuju salah satu studio televisi swasta. Tidak hanya Yuna, ternyata Riyan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk mendampingi Pita juga, harusnya itu adalah Rey tetapi mengingat Rey hilang bak ditelan bumi, maka Riyan lah pendamping Pita.


"Jangan gugup, Pit," saran Riyan.


Riyan tahu dengan jelas bahwa Pita sedang gugup. Wajar, karena ini adalah pengalaman pertama bagi Pita. 


"Iya." Pita membuang nafas kasarnya.


Acara pengambilan gambar dan video telah berlangsung. Pita yang masih kaku di depan kamera harus mengulang gerakanya lagi. Mungkin Pita tidak biasa di tonton oleh banyak crew makanya Pita merasa incruse. 


"Oke kita break dulu. Kamu coba lebih rilex lagi," ujar sang sutradara.


Pita mengangguk pelan. Riyan yang turut bersama dengan Pita merasa heran dengannya. Mengapa disaat seperti ini Pita malah tidak fokus. Harusnya Pita bisa menjalankan Syuting dengan baik. Bukan seperti ini caranya.


"Pit, kamu kebal sih? Tolong dong kalau ada masalah diselesaikan dalu! Jangan dibawa bawa ke dalam pekerjaan. Kalau Rey tahu dia pasti akan kecewa karena kamu satu satunya model yang digadang gadang Rey untuk bisa mengambil kontrak ini. Sebenarnya masih ada yang lebih pantas dari kamu! Tapi Rey lebih ngotot agar kamu yang maju ke dalam kontrak ini," jelas Riyan.


Mata Pita terbelalak tak percaya. Sebegitu pedulinya Rey terhadap dirinya. Andaikan waktu bisa diputar kembali Pita tidak akan berucap kasar ataupun menyakiti Rey lagi. Sungguh besar jasa Rey membuat namanya terkenal.


Baiklah Pita mari kita lakukan dengan baik. Kamu harus bisa, Pita. Tak akan ada usaha yang sia sia bila kita terus berusaha.


Setelah break penampilan Pita lebih bersinar lagi. Yuna dengan sigap megubah riasan Pita sesuai intruksi dari Riyan.


Pita sebisa mungkin menampilkan seluruh kemampuan terbaiknya agar tidak membuat Rey kecewa. Pita harus bisa!


Benar saja Pita berhasil membuktikan bahwa dirinya bisa. Kali ini syuting berjalan dengan lancar meski ada beberapa yang harus diulang, wajarlah ini pengalaman pertama Pita melakukan syuting.


Pita keluar studio dengan perasaan puas. Begitu juga dengan Yuna yang tak hentinya memuji Pita yang terlihat sangat cantik dan keren.


"Jangn puji aku Yuna! Nanti aku jadi sombong!" kekeh Pita.

__ADS_1


"Gak apa apa Bu, sombong itu moto hidup. Kalau gak sekarang sombongnya mau kapan lagi?" gelak tawa dari Yuna pun akhirnya pecah membuat Riyan hanya mampu menggelengkan kepala melihat keduanya tertawa lepas.


__ADS_2