
Tepat pukul 11 siang, Rey pulang dengan menentang aneka buah-buahan lagi. Padahal buah yang kemarin saja belum Pita sentuh, kini datang lagi stok baru. Jika setiap hari Rey membelikan buah-buahan bisa-bisa Pita buka usaha jual buah segar, dong.
"Kamu dari mana?" tanya Pita.
"Aku dari studio," kilah Rey.
Sebenarnya diam-diam tanpa sepengetahuan dari Pita, Rey pergi ke rumah sakit untuk menemui salah seorang dokter terbaik untuk membantu memulihkan kembali ingatan yang sebagian hilang.
Rey mengupaskan buah mangga yang Rey beli kemarin, karena Pita ingin memakannya. Pita merasa sangat bahagia, karena kini ada yang memperhatikan dirinya lagi.
Sebuah bel berbunyi, Pita hendak berdiri namun Rey segera mencegah.
"Udah biar aku aja," cegah Rey.
Pita merasa sangat penasaran, mungkinkah itu Yuna? Namun, seketika Pita membeku saat sorot mata tajam mengarah kepada dirinya. Berjalan dengan angkuh menuju dimana Pita sedang duduk.
"Enak ya, makan, tidur gak kerja uang bulanan ngalir terus tanpa susah payah harus bekerja," lirih Asiah dengan tatapan sinis.
Pita terdiam enggan untuk menanggapi ucapan iparnya. Pita berusaha keras mengingat apakah ia mempunyai salah sehingga iparnya seolah sedang membenci dirinya.
"Tumben kak Asiah kesini?" tanya Rey.
"Emangnya gak boleh kakak main ke rumah adiknya?"
"Bukan gitu, kak. Biasanya kan gak pernah, tumben aja."
Asiah akui, ia jarang sekali menginjakkan kaki ke apartemen milik sang adik jika tidak sedang ada keperluan. Ia terlalu sibuk dengan kegiatan sosialitanya bersama dengan teman-temannya.
__ADS_1
Asiah menghela nafas kasar, seolah ingin membenarkan ucapan sang adik.
"Memang sih, aku kesini hanya ingin memberitahu bahwa lusa kalian harus datang ke persidangan ku dengan mas Ilham. Aku dan mas Ilham memutuskan untuk bercerai. Karena percuma saja aku mempertahankan rumah tangga jika pada akhirnya dia masih mencintai perempuan lain." Asiah tersenyum sinis sambil melihat ke arah Pita.
Rey yang mendengar merasa sangat terkejut. Selama ini bukankah hubungan rumah tangga kakaknya baik-baik saja dan harmonis? Ilham yang memanjakan Asiah dengan semua kemewahan, menjalankan Asiah adalah ratunya, tetapi mengapa mereka memilih berpisah?
"Berarti ada orang ketiga antara kalian?" tanya Rey.
"Iya betul sekali. Bahkan aku sudah menganggap dia seperti keluargaku sendiri," balas Asiah.
"Pita, menurutmu lebih bagaimana?" tanya Asiah.
Pita terkejut saat sebuah jentikan tangan membuyarkan lamunannya.
"Selagi wanita itu tidak mencintai suamimu, maka dia bukan orang ketiga. Mereka tidak bisa dianggap selingkuh jika sang wanita tidak membalas perasaan suamimu. Itu semua murni kesalahan dari suamimu yang tidak bisa mencintaimu, atau mungkin kamu tidak bisa mengambil hatinya."
Asiah meremas tangannya saat mendapatkan jawaban dari Pita yang seolah menyalahkan dirinya tidak bisa mengambil hati Ilham. Padahal selama ini Asiah sudah berusaha mencintai Ilham, namun, hati Ilham sudah terkunci oleh sosok Pita.
Asiah semakin merasa kesal saat Rey malah membenarkan ucapan Pita. Niatnya untuk mempermalukan Outa ternyata malah dirinya sendiri yang dibuat malu.
"Dah lah, aku pulang aja. Kalian semua sama. Sama-sama mengenalkan!"
Asiah berlalu dengan segudang rasa dongkol yang bersarang di hatinya.
*
*
__ADS_1
*
Dua hari telah berlalu, Rey dan Pita memutuskan untuk memeriksakan kandungan Pita. Karena sudah dua hari ini Pita tidak mengalami morning sickness lagi. Pita sangat takut jika terjadi sesuatu dengan kandungan.
Dokter yang memeriksa kehamilan Pita mengembangkan senyum lebar membuat Pita dan Rey saling menatap penuh arti.
"Jadi bagaimana Dok, keadaan janin saya?" tanya Pita.
"Ibu tidak perlu khawatir, janin yang ada di dikandungan ibu baik baik saja keadaan. Mengenai mengapa tidak mengalami morning sickness, mungkin sudah berakhir waktunya. Semua itu kan bawaan bayi. Jadi anda tidak perlu khawatir lagi karena itu hal normal."
Akhirnya Pita dan Rey merasa lega mendengar penjelasan dari dokter.
"Kamu pulang sendiri berani kan?" tanya Rey tiba-tiba.
Pita mendongak, menatap Rey penuh tanya.
"Aku ada urusan sebentar. Nanti aku pulang segera pulang jika sudah selesai," lanjut Rey lagi.
"Emang kamu mau kemana?"
"Ada urusan sebentar. Oke."
Pita hanya bisa menatap punggung Rey hingga tak terlihat lagi. Entah urusan penting apa yang sedang dimaksud oleh Rey. Pita hanya pasrah dan mencoba untuk berpikir positif agar tak menimbulkan stress yang akan mengganggu tumbuh kembang anak di dalam perutnya.
🌼🌼🌼🌼
Halo-halo jangan lupa tetap dukung novel ini ya 😊
__ADS_1
Hari ini Teh ijo punya rekomendasi novel bagus untuk kalian SAHABAT JADI NIKAH karya Author Zafa. Mampir ya.