
SEGENGGAM LUKA
BAB 58 || DIA KEMBALI
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA
Raka dan Pita membawa Danar ke sebuah rumah sakit terbaik di kota ini, tujuannya agar Danar segera mendapatkan perawatan khusus, tetapi sayang saat ini rumah sakit ini belum ada alat canggih untuk menyembuhkan Danar secara total. Biasanya penyakit ini hanya bisa dilakukan dengan pencangkokan tulang sumsum. Sementara saat ini Danar sudah tidak memiliki keluar lagi, bagaimana ia bisa mendapatkan donor tulang sumsum yang sama?
Danar sudah pasrah akan hidupnya.
"Sebenarnya penyakit ini bisa disembuhkan, tetapi saya tidak bisa yakin 100% akan sembuh total," ujar sang dokter yang sedang memeriksa Danar.
"Kalau begitu berarti masih ada harapan untuk sembuh dong, Dok?" Pita begitu antusias jika penyakit Danar bisa sembuh.
"Hanya sedikit, tetapi semua itu atas izin dan kuasa Tuhan. Tuhan yang memberikan penyakit, maka Tuhan juga yang akan menyembuhkan hambanya. Untuk itu, sebagai umat yang taat akan Tuhan, berusaha dan berdoalah meminta pertolongan kepada Tuhan." Dokter yang bername tag Armada itu malah memberi wejangan, padahal kedatangan Pita sudah serius mendengar dokter Mada. Jika itu, Pita juga sudah tahu, tak perlu dijelaskan lagi.
"Saya ada kenalan jauh, dia adalah seorang profesor yang sedang bertugas di USA. Kalau ingin mencoba penyembuhan saya bisa menghubungi beliau? Tetapi semua kembali ke takdir Tuhan. Bagaimana?" Dokter Mada memberi tawaran kepada Pita. Toh tidak ada salahnya untuk dicoba terlebih dahulu.
"Tidak masalah. Kami akan mencobanya." Pita menjawab dengan mantap.
"Pit … aku rasa itu tidak perlu. Percuma saja, toh umurku juga tak akan panjang lagi," tolak Danar.
Danar benar benar merasa tidak berguna lagi dihadapan Pita. Saat ini dia tidak mau berhutang budi padanya membayangkan perlakuannya yang sudah menghancurkan harapan Pita.
"Tidak, Bang! Abang harus mencoba. Masalah biaya Bang Danar tak perlu pikirkan selama Cafe masih aman. Aku akan merasa sangat bersalah jika abang tidak mau melakukan pengobatan. Abang harus sembuh."
🍃 🍃 🍃 🍃
Setelah bertemu langsung dengan Danar, hati Pita semakin teriris melihat kondisi Danar saat ini yang terbilang memprihatinkan. Pita merasa menyesal telah merampas apa yang seharusnya menjadi milik Danar, tetapi bukan salah Pita juga karena saat itu dengan sadar Danar menandatangani surat perjanjian pengalihan semua aset menjadi milik Pita.
Saat ini Danar sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit khusus sebelum berangkat ke USA. Danar dengan terpaksa menyetujui keinginan Pita dan berharap ia juga dapat sembuh seperti semua meski itu mustahil. Namun, Danar harus optimis jika dirinya akan sembuh.
"Bang, aku pulang. Kalau ada apa apa segera hubungi aku atau Raka. Kami akan berusaha ada untuk Abang. Semangat ya." Dengan secerah senyum memerkah, Pita meninggalkan Danar yang sudah mulai mendapatkan perawatan khusus.
Danar hanya bisa mengangguk tanpa bersuara. Sungguh Ia sangat malu luar biasa.
"Rak, kamu handel semua kerjaan di Cafe. Aku tidak jadi kesana, mendadak sakit ulu hatiku," pesan Pita pada Raka yang hendak menjadikan mobilnya.
"Jadi sekarang kita pulang?" tanya Raka.
"Tidak! Yang pulang hanya aku, kamu tetap bekerja jika tidak ingin potong gaji."
__ADS_1
Seketika Raka membuang nafas kasarnya. Maksud Raka juga seperti itu, sejak kapan Raka tidak tahu diri dalam bekerja?
Mobil melaju sedang. Sepanjang perjalanan Pita hanya termenung hingga sebuah getaran di ponselnya mengusik diamnya. "Siapa sih?" gerutunya sebab, tak ada nama yang tertera di layar ponselnya.
"Kenapa gak diangkat, Bu?" tanya Raka heran saat Pita memilih memasukkan lagi ponsel ke dalam tas miliknya.
"Gak penting."
Pita sendiri tidak tahu siapa sosok yang sedang menerornya akhir akhir ini. Penghilang dengan nomor baru tetapi saat diangkat tak ada sahutan. Pita takut jika iti adalah ulah Jihan atau Reza yang sedang mengintai dirinya. Tapi … Apa hubungannya dengan Pita?
Mobil yang ditumpangi Pita telah berhenti di depan rumahnya. Pita yang sudah kehilangan semangat untuk bekerja memilih pulang ke rumah agar pikirannya lebih tenang.
Setelah memasuki rumah, Pita juga sangat di kejutan oleh sebuah buket dan boneka panda yang sangat besar hampir sama dengan dirinya mungkin.
"Yun …! " teriak Pita.
Yuna tak menyahut, berarti Yuna sedang ada di teras belakang. Benar saja, Yuna sedang berada di teras belakang sambil memainkan game online yang membuat dirinya akan berbicara sendiri.
Pita menggeleng. Jika saja ada maling, Yuna tak akan tahu.
"Ehmm …" Pita berdeham disamping Pita
Yuna yang merasa aneh segera menoleh ke samping lalu terkekeh pelan. "Eh, ibu tumben kol udah pulang? Masih kurang makannya?"
Yuna segera menyimpan ponselnya ke saku celana. "Maaf Bu, abis gak ada kerjaan 'kan jadi ngantuk."
"Oke, aku gak akan mempermasalahkan. Tapi ngomong ngomong itu yang mengantar buket siapa?" tanya Pita.
Yuna hanya mengernyitkan keningnya. Sungguh ia tidak tahu jika di depan sana ada sebuah paket untuk majikannya. Karena memang tidak ada orang yang memanggilnya tadi.
"Kurir salah antar alamat mungkin, Bu."
"Kamu ini salah masih aja ngeles mulu," protes Pita.
Yuna pun akhirnya memilih mengalah. Ia ingin melihat buket apa yang dimaksud oleh Pita. Saat tiba di luar mata Yuna membulat lebar. "Ya ampun … Gede amat bonekanya Bu. Bisa nih dikeloni kalau pas lagi kedinginan. Maklum jomblo," oceh Yuna kegirangan.
Yuna segera meneliti mana tahu ada pentunjuknya siapa yang mengirim semua buket tersebut.
"Bu … ada pesannya." Yuna menemukan tulisan tangan seseorang yang merangkai kata kata untuk dirinya.
Maaf …
Hanya satu kata yang
__ADS_1
Mampu keluar dari mulutku
Aku tahu aku salah …
Dibalik itu semua ada kisah
Yang belum usai.
Tunggu aku disana
Hingga waktu tiba
~Rey
Yuna yang membaca dengan keras membuat degup jantung Pita berdebar lebih kencang. Merasa tak percaya, Pita akhirnya merampas kertas kecil yang berada ditangan Yuna.
Matanya terbelalak lebar, dan benar itu adalah tulisan tangan Rey.
"Rey," gumam Pita.
🍃 BERSAMBUNG 🍃
Haii haii jangan lupa dong LIKE 😊
Oh iya selagi menunggu novel ini Up lagi yuk baca dulu novel temen dari Othor
JUDUL NOVEL : RANJANG SANG MAFIA
AUTHOR : YAYUK TRIATMAJA
Blurb
Maya Larasati seorang sekretaris yang sangat cantik dan mempunyai seorang kekasih. Kekasihnya ingin menikahinya agar tidak ada orang yang yang memilikinya dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja.
Maya sebenarnya sayang kalau berhenti bekerja tapi karena sangat mencintai kekasihnya membuatnya berhenti bekerja dan mereka pun menikah.
Uang pesangon Maya sangat besar membuat suaminya menyuruh untuk membeli rumah yang besar dan Maya pun setuju.
Cobaan datang ketika keluarga suaminya ikut menumpang di rumahnya dan memperlakukan Maya seperti pelayan ditambah suaminya selingkuh membuat Maya mengajukan berpisah.
Di tengah keterpurukan Maya bertemu dengan sang mafia. Apakah sang mafia bisa meluluhkan hati Maya yang sudah membeku.
__ADS_1
*gimana penasaran? cuz singgah ya 😊