SEGENGGAM LUKA

SEGENGGAM LUKA
ICE CREAM


__ADS_3

Sudah beberapa hari Rey ijin keluar di jam yang sama dengan alasan ingin mencari angin segar. Namun, yang membuat tanda tanya adalah mengapa Rey tak ingin ditemani oleh Pita, itu yang membuat Pita memiliki rasa curiga terhadap Rey.


Siang ini tepat pukul 10 pagi, diam-diam Pita mengikuti kemana Rey berlabuh. Pita terkejut saat mobil Rey terhenti di salah satu rumah sakit.


Dengan memakai masker dan topi, Pita berjalan dibelakang Rey. Dirinya ingin mencari tahu apa yang sedang Rey lakukan disini hampir setiap hari.


Merasa sedang diikuti seseorang Rey berjalan cepat lalu bersembunyi di balik tembok. Ia ingin memastikan siapa yang sedang mengikuti dirinya.


Mata Pita mengedar mencari kemana perginya Rey namun, saat hendak berbalik topi yang Pita kenakan di tarik oleh Rey.


"Tante."


Satu kata yang membuat jantung Pita berpacu lebih kuat. Matanya membulat dengan mulut ternganga.


"Apa?"


"Tante ngapain ngikutin aku kesini?" tanya Rey.


"Kamu panggil aku apa tadi, Rey?" Pita ingin memperjelas.


"Tante." Rey mengulang ucapan.


"Jadi kamu udah ingat aku?"


Rey menggeleng pelan. "Belum, tapi entah kenapa aku suka dengan nama panggilan itu."


Pita membuang kasar nafasnya. Pita pikir Rey sudah mengingat dirinya, ternyata hanya belum.


Rey terpaksa mengajak Pita untuk menemui salah seorang dokter yang beberapa hari ini ia temui. Berkat bantuan sang dokter, sedikit demi sedikit Rey bisa memulihkan ingatan yang gesrek.

__ADS_1


* * *


Saat hendak pulang ke rumah tanpa sengaja Rey berpapasan dengan Danar yang kebetulan hari ini melakukan cek up ditemani dengan Yuna.


Pita menautkan alisnya, sejak kapan Yuna begitu dekat dengan Danar? Padahal biasanya Yuna akan terlihat ketus kepada Danar. Apakah semua ini dilakukan demi kompensasi yang diberikan oleh Danar?


"Tumben akur," kata Pita.


Yuna yang terkejut segera menjaga jarak dari Danar.


"Lho, ibu sama mas Rey ngapain disini? Abis cek up kehamilan ya?" Yuna segera mengalihkan pertanyaan Pita.


"Oh ini, aku abis ikut Rey kontrol."


"Dah lah Tan, pulang aja kita." Rey menatap tak suka kepada Danar yang sedari tadi memperhatikan Pita.


Sepanjang perjalanan pulang tak hentinya Rey menatap wajah cantik yang selama ini tak teringat olehnya. Namun sedikit demi sedikit Rey bisa mengingat dengan jelas siapa sosok yang sedang berada di sampingnya.


"Tan, mau makan apa?" tanya Rey.


Pita menoleh. "Apa ya," gumam Pita sambil berpikir sejenak.


"Kamu mau makan apa, Nak?" Pita mengelus perut datarnya.


"Ice cream, Ma." Pita menirukan suara anak kecil, membuat Rey tertawa pelan.


"Anak kita pengen makan ice cream, Rey."


"Oh, udah doyan makan ice cream ya?"

__ADS_1


Pita tertawa nyengir, mengingat bukan anaknya yang meminta ice cream, tetapi dirinya. Memang sudah lama Pita tak menikmati ice cream bersama dengan Rey.


Mobil yang dikendarai oleh Rey telah berhenti disebuah kedai yang sangat di rindukan oleh Pita. Karena ditempat ini selain rasa ice cream yang bervariasi, tempat ini juga yang membuat hati Pita luluh akan ketulusan Rey saat itu.


"Kok kesini?" Pita pura-pura tak tau.


"Kayaknya disini banyak varian rasa. Kamu bisa coba satu-satu," ucap Rey.


Lagi-lagi Pita mengerucut bibirnya. Ia mengira Rey mengingat tempat ini, ternyata hanya sebuah kebetulan saja.


"Sudah, ayo turun."


🌹🌹🌹


Halo-halo Rey bucin lagi kagak ya ???


Kalau penasaran tungguin novel ini up lagi ya😊


Oh iya, nih Othor ada rekomendasi novel bagus, kalian singgah ya 😊


Judul : Kembali Cantik Si Gadis Cacat


Napen : Emy


Alice pernah mengalami kecelakaan, hingga membuat sebagian wajahnya terluka.


Semenjak saat itu, dia harus menerima cacian dan hinaan dari semya orang. Bahkan sang kekasih pun akhirnya memutuskan hubungan secara sepihak karena wajah buruknya.


Namun diam-diam ada pria yang selalu membantu Alice. Bagaimanakah percintaan Alice selanjutnya? Apakah pria itu akan menampakkan diri dan membantu Alice mengubah takdirnya?

__ADS_1



__ADS_2