
SEGENGGAM LUKA
BAB 79 || MUSIBAH
~TEH IJO~
SELAMAT MEMBACA, YANG PUNYA STOK VOTE JANGAN LUPA VOTE CERITA INI !!
Rasanya baru saja tertidur beberapa jam yang lalu, kini mentari sudah menyingsing mengeluarkan cahaya kilauan keemasan yang menembus celah terkecil jendela kamar pengantin baru.
Rey membuka mata, menyadari sang istri sedang tertidur pulas dengan bantalan lengannya. Sudah menjadi kebiasaan Pita jika tidur pasti akan memakai lengan Rey sebagai pengganti bantal dan tubuh Rey akan menjadi pengganti guling. Lengkap sudah, lain kali tubuhnya pun bisa menjadi kasur untuk Pita.
Tak ingin membangunkan sang istri, Rey memilih bangun dengan diam diam. Rey menyadari jika sang istri memang sedang kelelahan untuk melayani dirinya.
Pertama yang Rey lakukan adalah mengunjungi dapur. Mengeksekusi bahan makanan seadanya yang masih tersimpan di kulkas.
Sudah terbiasa hidup sendiri, tak akan ada yang akan meragukan keahliannya dalam mengolah makanan. Pita yang masih di kamar, samar samar indra penciuman Pita menangkap aroma yang membuatnya langsung ingin menyantapnya.
"Rey," gumam Pita saat melihat suaminya telah mengenakan celemek di dapur, sedangkan tangannya lincah dalam memegang peralatan panci dan seperangkatnya.
"Udah bangun?" tanya Rey.
"Kamu ngapain?"
__ADS_1
"Ya masaklah. Mumpung hatiku sedang berbunga," ucap Rey.
Pita terharu dengan sikap manis brondong jagung yang telah menjadi suaminya ini. Seketika wajah Pita memerah saat mengingat pergelutannya dengan Rey tadi malam yang sangat me memalukan. Bagaimana mungkin dirinya bisa seliar itu? Semua ini adalah pengaruh dari Rey.
.
.
.
.
Di dalam ruang kantor Rey mendapatkan telepon bahwa gudang kosmetik yang ada di Vietnam mengalami kebakaran dan kerusakan mencapai 80%. Itu artinya tak ada harapan barang barangnya selamat.
Meskipun hanya di rumah, saat ini kesibukan Pita meningkat dua kali lipat setelah dirinya sendiri berhasil melakukan promosi dengan cara live di instagram.
Saat ini Pita tengah packing barang yang akan dikirim ke customer. Namun, seketika ia terkejut dengan sebuah pelukan lembut dari belakangnya. Cukup lama, Rey membenamkan kepalanya di ceruk leher Pita.
"Kamu kenapa? Tumben jam segini udah pulang?" tanya Pita heran.
"Aku rindu kamu, pen makan kamu lagi," lirih Rey.
"Rey, kenapa? Ada masalah?" Pita menghentikan kegiatannya, sementara Rey juga melepaskan pelukannya. Lama terdiam sambil menatap Pita dalam.
__ADS_1
"Sayang … gudang kita yang ada di Vietnam mengalami kebakaran hebat. Kemungkinan tak akan ada barang yang bisa diselamatkan lagi," lirih Rey.
Mata Pita membulat sempurna, sungguh ia hampir tak percaya dengan kabar berita tersebut.
"Sebenarnya berat sih, tapi mau gimana lagi … aku harus terbang ke sana sekarang," sambung Rey lagi
Pita segera mendekap tubuh Rey, menyalurkan kekuatan agar Rey kuat.
"Kamu yang sabar ya, mungkin Tuhan sedang menguji hambanya. Kalau kamu mau ke sana, pergilah. Aku gak papa kok disini. Aku bisa jaga diri. Nanti aku panggil Yuna buat nemenin aku," ucap Pita.
Butuh mendrama dan memberikan layanan servis terlebih dahulu sebelum Rey benar benar berangkat ke Vietnam. Bagaimana Rey akan tahan jauh dari istrinya sementara ia baru saja buka puasa. Rey mendengus pelan saat mengingat musibah yang sedang menimpanya. Jerih payah yang dibangun dengan hasil keringatnya kini hangus seketika.
"Sayang, kalau ada apa apa segera telepon aku dan segera hubungi ayah dan ibu. Kamu juga harus segera menghubungi Yuna."
"Iya , iya. Bawel amat sih kamu. Aku tuh gak bakal kenapa napa. Kamu lupa kalau istri kamu ini sudah pernah hidup sendiri?" Pita merangkai senyum di bibirnya.
Rey mendesah pelan, mengakui bahwa istrinya tidak akan kenapa napa. Sebenarnya inti keberatan Rey bukannya masalah meninggalkan Pita sendiri tetapi Rey memikirkan akan nasibnya yang harus puasa lagi dengan waktu yang tidak ditentukan. Bisa satu hari, dua hari bahkan bisa satu minggu ia di sana.
"Ya udah aku berangkat. Sun dulu." Rey memejamkan mata dan mengerucutkan bibirnya.
🍃BERSAMBUNG🍃
YANG SABAR YA REY, MUNGKIN INI AWAL PERTAMA UJINA RUMAH TANGGA KALIAN. AUTHOR DOAIN SEMOGA KAMU BISA MELEWATI UJIAN INI 😣😣
__ADS_1