SEGENGGAM LUKA

SEGENGGAM LUKA
Season 2 : Bagian 1


__ADS_3

Halo-halo Season 2 kita mulai dari sini ya.


"Sebenarnya ada apa, Bu?" Yuna semakin penasaran tapi seketika mata Yuna menangkap Rey yang telah memegang bahu Pita.


"Kamu disini, Sayang?" tanya Rey.


Pita terdiam menelan salivanya. Mengapa Rey bisa berada disini dan muncul diwaktu yang tepat? Apakah Rey sengaja mengikuti Pita pergi atau hanya sebuah kebetulan saja mereka bertemu ditempat yang sama.


 "Mas Rey udah sembuh ya? Tapi kok ada yang lain, ya?" Yuna berkata sambil memikirkan perubahan yang dialami oleh Rey.


Rey hanya menyunggingkan senyumnya sebelum mengajak Pita untuk pulang. Yuna berulang kali memprotes keinginan Rey yang hendak membawa Pita pulang, karena mereka baru saja tiba di mall.


"Mas Rey, jangan gitu dong! Kami baru aja sampai lho," protes Yuna.


"Tapi saat ini istriku sedang hamil dan harus banyak beristirahat, Yuna. Kamu tau kan, apa yang pernah dikatakan oleh dokter?


Yuna mengangguk pelan, karena dokter pernah mengatakan kandungan Pita lemah, apalagi disaat usia kandungan yang masih muda, sangat rentan janinnya gugur.


"Kami belanja aja sendiri ya, Yun. Maaf aku harus pulang."


Sepeninggal Pita, hati Yuna merasa tidak tenang. Seperti ada yang sedang tutupi oleh sepasang suami-istri tadi tapi Yuna tak ingin mengetahuinya lebih dalam.


"Dasar aneh," gerutu Yuna.

__ADS_1


Mobil Rey melaju meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut. Hampir saja Pita mengatakan sesuatu kepada Yuna dan untuk saja Rey datang tepat pada waktunya, sehingga mencegah Pita mengungkapkan sesuatu pada Yuna.


"Kamu gak boleh bilang kalau aku udah menghabisi Ilham. Kalau sampai aku masuk penjara, gimana nasibmu dan anak kita kelak?" Rey membuka percakapan.


Pita yang masih marah kepada Rey memilih diam dan  enggan untuk menjawab pertanyaan Rey.


"Kamu dengar gak sih kalau aku lagi ngomong sama kamu?" Rey  sedikit membentak Pita.


Seketika butiran bening yang ditahan akhirnya lolos juga. Pita segera menyeka air matanya. Hatinya sangat sakit. Selama mengarungi rumah tangga, tak pernah sedikitpun Pita dibentak, apalagi di sampai di kasari.


Rey kamu kenapa sih? Kenapa kamu jauh berbeda dari Rey yang aku kenal. Seolah kamu bukan Rey suamiku, karena Rey suamiku tak akan pernah mau untuk bersikap kasar padaku.


Dering ponsel Rey bergetar lama, itu menandakan ada panggilan masuk.


Rey segera mengangkat telepon tersebut sambil mengiyakan kalimat dari seberang telepon sana sambil melirik ke arah Pita.


Jantung Pita seketika bergemuruh, apakah Rey akan pergi meninggalkan dirinya lagi?


"Maksud kamu apa Rey? Kamu mau pergi ninggalin aku lagi?" sentak Pita.


"Maafkan aku, tapi aku harus pergi. Aku janji akan kembali, kamu jangan khawatir karena di sekeliling rumah sudah aku pasang bodyguard," ucap Rey.


Meskipun Rey telah berubah, tetapi Pita tidak rela jika harus di tinggal pergi lagi.

__ADS_1


Rey mengemasi beberapa lembar pakaian yang hendak ia bawa. Sungguh sebuah pilihan yang berat untuk dirinya. Pilihan yang pasti akan menyakiti hati  Pita.


"Kamu jangan bersedih, aku pergi tidak akan lama. Kamu jaga diri baik-baik ya." Rey mengecup kening lumayan lama, seolah dirinya ingin menyalurkan kekuatannya.


Maafkan aku, semua ini aku lakukan demi kamu dan anak kita. Jika tidak seperti ini aku tidak akan bisa mengungkapkan musuh dalam selimut. Mereka sudah menghancurkan perusahaan yang aku bangun dengan jerih payahku, hingga sampai bangkrut tak bersisa. Maafkan Papa sayang, papa harus pergi.


Setelah mengecup kening, Rey berganti mencium perut Pita yang masih rata, bahkan Pita seperti sedang hamil.


Baru saja sebentar bisa menikmati waktu bersama dengan sang suami, kini Pita harus ditinggal lagi dan kali ini Pita tak tahu mau kemana suaminya pergi.


*Main teka-teki atau petak umpet?*


Selagi nunggu teh ijo up lagi singgah dulu di novel karya Author Aveeiii


CEO DINGIN KAU MILIKKU


Blurb :


“I Love You Alexander!” teriak Hanum pada pria tampan yang sedang menggiring bola basket saat pertandingan persahabatan di sekolahnya. Kejadian itu membuatnya jadi bahan tertawaan semua siswa di sekolah, karena ia yang kuno dan berpenampilan norak serta tidak menarik, berani menyatakan cinta pada Alexander, seorang pria tampan pewaris perusahaan property terbesar di daerahnya.


“Apa kelebihanmu selain produksi minyak di wajahmu dan tumpukan lemak yang berlebihan?”


“Alexander, aku pastikan semua bayi yang aku lahirkan nanti akan memanggilmu Papa,” tekad Hanum.

__ADS_1


Bukan Hanum namanya, jika tidak bisa membuat Alexander Putra, CEO yang dingin bertekuk lutut di hadapannya.



__ADS_2