SEGENGGAM LUKA

SEGENGGAM LUKA
WANITA LAIN


__ADS_3

SEGENGGAM LUKA


BAB 37 || WANITA LAIN


~TEH IJO~


SELAMAT MEMBACA WAHAI READER BUDIMAN.


Pita yang berlari kecil tanpa melihat jalan akhirnya  menabrak sosok tegap di depannya. Pita sangat terkejut dengan orang yang ia tabrak, mengapa  Rey bisa berada disini? Apakah Rey sengaja mengikuti dirinya?


Tanpa aba aba lagi, Rey segara merengkuh tubuh Pita. Ia memeluk tubuh Pita dengan erat, menyalurkan kerinduan yang tertahan selama ini. 


Pita hanya terbelalak melihat perlakuan Rey yang tiba tiba memeluk tubuhnya erat. Tanpa sadar Pita juga mengeratkan pelukan Rey. Tak dapat dipungkiri sesungguhnya Pita juga sangat merindukan Rey. Pita semakin terisak dalam pelukan Rey, menumpahkan kerinduan dan rasa sedihnya yang menyelimutinya berharap pelukan Rey mampu memberikan rasa nyaman untuk dirinya.


Rey malah merasa heran saat tak ada penolakan dari Pita dan membalas pelukan darinya. Rey juga bisa bisa melihat bahwa Pita sedang menangis dalam dekapannya, itu terlihat dari bahu Pita yang naik turun.


Rey terdiam sejenak dan memberikan ruang untuk Pita. Sesakit itukah hati Pita hingga menumpahkan semua kesedihannya dalam pelukan Rey.


Mata Rey melihat di ujung sana Danar tengah melihatnya dirinya memeluk Pita. Seperti sedang ada perseteruan lagi antar Danar dan Pita namun, Rey tidak akan memikirkan hal itu, yang terpenting sekarang adalah memberikan rasa nyaman untuk Pita.


Pita yang mulai menyadari segera melepaskan pelukannya dan segera menjauh dari Rey membuat Rey mengernyitkan dahinya merasa heran.


"Tante lap dulu itu ingusnya," celoteh Rey.


Pita segera membuang ingusnya dan menggelap hidupnya yang ternyata sudah basah.


"Nih, lihat baju aku juga basah," keluh Rey.


"Kamu ngapain kesini? Jangan bilang ngintilin aku ya?" tuduh Pita setelah sadar.


"Bukan ngintilin lebih tepatnya aku memantau Tante," ujar Rey.


Ya ampun Rey, bisa gak sih gak usah bikin aku semakin baper seperti ini? Dengan sikap kamu yang seperti ini hanya membuatku semakin gak bisa lupain kamu.


Pita terdiam sesaat, mencoba menepis semua perasaannya.


"Tante kenapa? Ada masalah?" tanya Rey heran.


Pita menatap bola mata Rey yang terlihat lebih teduh dan bentuk bibirnya yang merona meski tak memakai polesan lipstik.


"Iya. Aku memang sedang ada masalah… masalah yang sangat besar karena kamu yang tidak tahu diri ini! Jelas jelas udah punya tunangan masih aja gangguin orang!" ketus Pita.


"Jadi sekarang aku adalah masalah buat tante? Apa salahku coba, Tan? Aku datang baik baik kesini untuk menghibur tante, Lho!"


"Udah lah Rey, aku mau kerja," potong Pita.


"Ya sudah biar aku antar."


"Gak usah," ketus Pita.

__ADS_1


"Aku bilang iya!" Rey tetap memaksa Pita untuk masuk ke dalam mobilnya.


Pita tak bisa memberontak karena ternyata genggaman Rey lebih kuat.


Pita hanya memilih terdiam selama perjalanan menuju Studio. Sesekali Rey hanya melirik Pita yang hanya fokus lurus kedepan tanpa ingin berbincang dengan Rey membuat Rey semakin penasaran kepada Pita. Apakah Pita masih marah kepada dirinya.


"Tante masih marah?" Rey membuka perbincangan karena dirasa perjalanan sangat hambar.


"Gak," jawab Pita singkat membuat Rey yakin bahwa Pita sedang marah kepadanya.


"Udahlah, Tan. Tante gak usah bohong! Aku tahu Tante sedang marah sama aku!" desak Rey.


"Berisik ah, Rey. Pusing kepalaku." Pita menyandarkan kepalanya di jok mobil.


"Tante marah karena aku bertunangan?" tanya Rey tiba tiba.


 


Deg.


Saat itu  jantung Pita seakan ingin berhenti sampai disini. Apakah terlalu terlihat jelas kemarahan dirinya hingga Rey bisa menebaknya dengan benar. 


Ya, Pita sedang  marah kepada Rey karena dia telah bertunangan dengan wanita lain yang jauh lebih cantik darinya dan lebih muda. 


Ingin sekali Pita berteriak di telinga Rey jika dirinya tengah cemburu, tidak terima atas kenyataan ini.


Rey menepikan mobilnya di pinggiran jalan agar tak mengganggu pengguna jalan lainya. Rey mulai menatap tajam kearah Pita.


"Tan jawab aku dengan jujur! Tante marah karena aku bertunangan dengan Winda? Jawab Tan!" tekan Rey.


Pita mengernyit dengan tatapan tajam dari Rey.


"Enggak! Aku gak marah. Aku malah ikut bahagia atas pertunangan kalian. Maafkan  aku yang ketus, aku sedang ada sedikit masalah," dusta Pita.


Tidak mungkin Pita akan berbicara jujur kepada Rey. Bisa bisa ia ditertawakan oleh Rey.


Rey menghembuskan nafas kasarnya merasa kecewa dengan jawaban Pita yang tak sesuai harapannya. Rey kembali menarik tubuhnya untuk bersandar di jok mobil. "Aku pikir Tante akan marah dan menghentikan pertunangan ini. Nyatanya Tante tidak peduli kepadaku," lirih Rey.


Saat itu jug mata Pita menatap Rey dengn tajam. 


"Apa maksudmu?" tanya Pita.


Lagi lagi Rey harus membuang nafas kasarnya. "Aku sebenarnya terpaksa menerima pertunangan ini karena ayah menganggap aku tidak peduli dengan hidupku yang hanya fokus bekerja dan bekerja. Aku tidak menyukai Winda karena ada wanita lain yang telah bersemayam di hati ini namun, nyatanya wanita tersebut sama sekali tidak peduli," jelas Rey dengan penuh keseriusan.


Pita mendengarkan dengan seksama. Awalnya Pita merasa bahagia bahwa ternyata Rey tidak menyukai Winda akan tetapi di akhir kalimat Pita merasa patah lagi karena ternyata Rey telah memiliki wanita lain yang ia cintai. 


Saat ini Pita hanya pasrah dengan takdir yang sedang mempermainkan dirinya. Harapan untuk mencintai Rey telah pupus.


"Oh… Kamu ternyata kamu udah punya pacar, ya?" gumam Pita.

__ADS_1


Rey segera melirik ke arah Pita yang sedang bermonolog sendiri.


"Belum bisa dikatakan pacar sih, Tan. Karena aku sendiri tidak bisa memastikan perasaannya apakah dia juga memiliki perasaan yang sama denganku atau hanya menganggapku sebagai orang biasa. Tapi aku benar benar jatuh hati pada wanita tersebut, Tan." Seulas senyum memerkah dari bibir Rey membuat Pita semakin kesal sendiri.


"Dah lah Rey! Jalankan mobilnya. Bisa telat aku!" perintah Pita.


"Kita sama sama akan telat," sambung Rey.


🌿    🌿    🌿


Hingga waktu makan siang ucapan Rey masih terngiang ngiang di kepala Pita. Ternyata selama ini Rey sedang dekat dengan wanita lain dan dirinya tidak tahu.


Selama ini yang Pita ketahui Rey tidak pernah jalan bersama wanita lain, kecuali dirinya. Atau mungkin Rey akan mengajak jalan wanita tersebut di malam agar tak ada yang mengetahuinya. Sungguh misterius sosok wanita yang telah bersemayam di hati Rey.


Mata Pita harus dikejutkan oleh kedatangan Winda yang terlihat lebih berkelas. Pita sangat yakin bahwa Winda bukan dari kalangan menengah kebawah, melainkan kalangan atas. Itu semua terlihat dari barang branded  yang dikenakan.


"Hai," sapa Winda.


"Hai juga," balas Pita.


Senyum ramah darin Winda membuat Pita semakin minder. Ternyata selain cantik, Winda juga ramah.


"Rey ada di dalam?" tanya Winda lagi.


Pita hanya mengangguk pelan. "Iya, ada."


Mendapatkan jawaban dari Pita bahwa Rey ada di dalam, Winda pun pamit untuk menemui Rey yang memang sedang berada di ruangannya.


"Cantik banget sih cewek itu, ramah pula," gumam Pita.


Rey yang sedang memperbaiki salah satu kameranya merasa sangat terkejut atas kedatangan Winda ke studio. Padahal Winda sudah berjanji tidak akan datang lagi ke Studio, cukup kemarin saja.


"Hai Rey! Kamu sibuk banget sih? Aku teleponin gak diangkat." Winda ingin segera memeluk Rey namun, Rey segera menjauhkan diri membuat Winda merasa heran.


"Win, tolong mengerti! Oke!" Rey memberi peringatan.


Winda hanya menyabikan  bibirnya merasa kesal kepada Rey yang masih belum bisa menerima pertunangan ini sepenuhnya. Percuma saja Winda mendesak ayah Rey jika pada akhirnya Rey masih terus menjaga jarak dengannya.


"Rey, aku kan kangen," gerutu Winda.


"Win jauh sebelum kita bertunangan, aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku tidak mencintaimu. Aku sudah memiliki wanita lain dan itu bukan kamu!" tegas Rey.


Winda tertawa kecil. "Buktikan kalau kamu sudah memiliki kekasih! Nyatanya kamu tidak bisa membuktikan kepada ayahmu kan?" tantang Winda.


"Kamu menantang? Tunggu saja waktunya akan segera tiba," ucap Rey dengan penuh percaya diri meski dirinya belum bisa meyakinkan hati Pita. 


Berharap dulu, usaha dulu, hasil pasti ngikut!


🍃🍃 NEXT ?? KASIH LIKE DAN KOMEN DULU!! 🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2