Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
10. Bengong


__ADS_3

"Na... Minggu besok Lo ikut lihat pertandingan gue yach," pinta Alvin pada Nana.



"Lo juga Rita, jangan lupa kabarin si Riri dan Toni juga, nanti habis pertandingan kita jalan ya!"ajak Alvin pada Rita.



"Ok. gue usahain deh... gue duluan Vin, Na" ucap Rita yang sudah bertengger di atas kendaraan Mio miliknya.



"Nih ... Na pakai dulu helmnya," ucap Alvin sambil menyodorkan helm ke arah Nana.


"gihh... buruan naik, nanti gue ajak ke suatu tempat dulu ya..,"ucap Alvin selanjutnya.



Dengan cekatan Nana membonceng Alvin yang sudah siap di atas kemudi motor nya.



"Memang kita mau kemana dulu?"tanya Nana


"Dah ... ikut aja jangan bawel," Jawab Alvin.



Alvin membawa motor dengan kecepatan sedang, Nana hanya diam mengikuti keinginan Alvin. "sebenarnya mau kemana sih si Alvin," batin Nana, "mana ini dah sore lagi, ntar yang ada gue diceramahi sama ibuku."



Alvin memarkirkan motornya di sebuah kafe.



" Babang Alvin yang tampan, ngapain kita ke sini?" kalau mau makan jangan di sini, uang jajanku dah tinggal 10rb, yok... pulang aja, lain waktu ke sininya.



Bukannya menuruti kemauan Nana, Alvin malah menarik tangan Nana menuju ke dalam kafe. kebangetan memang si kampret satu ini.


Sepanjang perjalanan semua mata mengarah kepada kami.



#Nana#


__ADS_1


pingin kujitak kepala kampret satu ini, sudah ngajak pergi gak ngasih tahu mau ke mana.


"ealah... " masuknya ke kafe yang rame pengunjung, mana duitku tinggal 10rb. masak mau hutang sama pemilik kafe.



Mana si kampret satu ini menarik tanganku lg, ku coba lepaskan, tapi biasalah perempuan pasti kalah tenaga.



sepanjang perjalanan semua mata mengarah pada kami. sepetinya kami jadi tontonan yang aneh. ku dengar beberapa pengunjung berbisik " si lelaki tampan luar biasa, lah perempuannya kaya Upik abu."



ya secara... si Alvin ganteng asli, lah gue yg tidak cantik ini disebelahnya kayak langit dan bumi. gak ada pantes-pantesnya di sebelah Alvin.



Si kampret satu ini dengan santai dan cuek tetep menggandeng tanganku menuju pojok ruangan kafe. Risih juga dengan tatapan pengunjung kafe.



*******




"pesen apa mas," tanya mbak pelayan



" Lo mau pesen apa Na?"



" Es teh aja," jawabku dengan cepat.



"mbak... pesen waffel dan maffin kemudian minumnya capuccino 2 dan es teh 1," pesan Alvin pada pelayan



Nana melihat pemandangan di luar kaca dengan latar kebun bunga yang indah, mungkin pemilik kafe menyediakan pengunjung kafe tempat untuk Selfi.


Akhirnya pelayan datang membawa pesanan Alvin.


__ADS_1


"Na... nih ... dicoba maffin dan waffel di kafe ini enak banget loh! kata Alvin sambil menyodorkan piring yang berisi muffin dan waffel.



" bukannya Lo yang pesen, kenapa gue yang musti makan, bisa gendut ntar gue," tolak Nana.



Bukan Alvin namanya kalo tidak mengusili Nana.



" makan sendiri .... apa mau gue suapin, biar romantis gitu," goda Alvin pada Nana.



"Ya ampun, Vin ..., Lo kesambet penunggu ni kafe apa, sok romantis mau suapin gue segala, gue masih bisa makan sendiri kali," ketus Nana.



Saat Nana masih bicara tiba-tiba Alvin memasukkan sendok yang berisi muffin ke mulut Nana.



"Enak ... Khan...nih.. habiskan! itu mocaccino juga enak banget, Lo habiskan juga ya," perintah Alvin sambil menyodorkan mocaccino pada Nana.



Saat Nana menikmati waffel yang diberikan Alvin, tiba tiba tangan Alvin menyentuh bibir Nana.



"ada roti di sudut bibirmu," ucap Alvin sambil memasukannya ke mulut.



Nana hanya bengong... sambil menatap Alvin. kenapa hari ini banyak kejadian aneh, tadi Kak Anto yang aneh, sekarang Alvin juga sama sikapnya aneh.



"Iya... emang gue Tampan, Lo boleh liatin gue sepuas Lo, gue bener-bener ikhlas, hati gue Lo bawa sekalian juga gak papa,"ucap Alvin sambil menyangga wajah di depan Nana.



"Gombal..



__ADS_1


__ADS_2