Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

# Catatan thor " dari dalam perlombaan pasti merasakan yang namanya kalah dan menang. Syukur alhamdulillah ternyata kemarin tim thor kalah. sedih pasti, tapi sportifitas tetap dijunjung. terima kasih bagi para reader yang sudah mendoakan thor, tapi memang rezeki belum berpihak kepada Thor. mungkin berjuang lebih semangat lagi "Keep fighting"#



*****


Nana dan Nau duduk saling berhadapan dengan posisi Nau tiduran di ranjang dan Nana duduk di hadapannya.



"Nau...kira-kira ada yang cemburu tidak, kalau gue nemenin lo malam ini di rumah sakit?


Entar gue dikira pelakor lagi!" tanya Nana pada Nau.



"nggak lah Na, gue belum punya pacar," Jawab Nau.



" Haaah.. masak ...!! lelaki setampan dirimu yang ibarat pangeran gagah berkuda putih belum punya pacar!! ya pasti ...gue gak percaya!" sahut Nana dengan wajah tak percaya.



"kalo cewek yang nembak menyatakan suka ke aku gue sudah banyak, tapi belum ada yang sreg."ujar Nau



"Lah ... memang Nau mau cari cewek yang seperti apa? Gue yakin... gak ada cewek yang nolak Lo" ucap Nana.



Tak terasa Nana dan Nau ngobrol sampai jam 10 malam. Nana meminta Nau untuk tidur. Nauli membetulkan letak selimutnya kemudian tertidur. Nana berusaha merebahkan badannya di sofa yang tersedia di ruang itu.



Jam tiga dini hari Nauli bangun karena merasa haus.Dia mengambil botol di atas nakas kecil sebelah ranjang. Nauli mengedarkan pandangannya dan melihat Nana tidur di atas sofa, sebenarnya Nau ingin memindahkan Nana ke sampingnya tapi Nau tidak kuat mengangkatnya.



"Na... kamu tanya gadis seperti apa yang ku inginkan menjadi pacar, maka gadis seperti dirimu yang ku inginkan," gumamnya dalam hati.



Menjelang subuh Nana bangun, kemudian pergi ke luar ruangan menuju ke toilet dan melanjutkan ke kantin. Nana kembali masuk ruangan membawa dua teh hangat dan roti.



Dia memberikan teh dan roti kepada Nauli, Nana juga menikmati segelas teh dan roti yang tadi dibelinya.



"Nau nanti aku pulang dulu!" ucap Nana.

__ADS_1



"Oh iya ... kapan kira-kira Lo bisa pulang?"lanjut Nana bertanya pada Nau.



"kemungkinan nanti sore gue sudah diizinkan pulang."



"nanti sore gue ke sini lagi, Lo telpon gue ya! ntar gue anterin Lo pulang. Lo hati hati saat gue gak ada, gue pulang dulu." ucap Nana.



*****



Jam delapan Nana baru sampai ke rumah. Ayah , ibu masih bersantai di teras depan, kak Elang sedang mencuci motor, dan Mbak Dewi sedang menjemur pakaian. biasa hari Ahad adalah hari santai nasional.



Nana yang baru datang duduk di sebelah Ibunya dan mengambil pisang goreng yang terhidang di meja teras.



"Siapa yang sakit, Na? Bagaimana keadaan temanmu sekarang?" tanya ibu




"Oh... yang gantengnya sebelas dua belas sama Alvin." sahut ibu.



"Diiih... emakku, yang diingat gantengnya doang, entar ayah cemburu loh Bu!"



"Nauli sudah baikan Bu, cuma retak tulang rusuknya. mungkin nanti sore sudah diizinkan pulang. Nana nemeni karena kasihan dia sendiri di RS, ibunya sedang ada bisnis di luar negeri, di rumah dia hanya sama pembantu," jelas Nana panjang dan lebar.



Bu Nana mandi dulu yah... lengket semua rasanya," pamit Nana sambil berjalan menuju kamarnya.



"Ah... segarnya badan gue setelah mandi"


tidur lagi ahhh....gumam Nana sambil merebahkan badannya ke tempat tidur.


__ADS_1


Nana mengerjapkan matanya, Nana seperti melihat Alvin di depannya, "Ahh mungkin hanya mimpi saja." Nana pun kembali memejamkan matanya.



"Eh... kenapa rasanya ada yang meluk gue ya," Nana membuka matanya dan hampir terlonjak saking kagetnya melihat wajah Alvin yang berjarak sepuluh cm dari wajahnya dengan tangan memeluk pinggang Nana.



"Alvin!!! ngapain Lo di singgasana gue, mesum lagi, lepasin pelukan Lo, ntar ada setan lewat bisa bahaya!" teriak Nana.



"Gue udah nunggu Lo lebih dari tiga puluh menit Jaenab, capek duduk maka gue baring di sebelah Lo, Jawab Alvin sambil tersenyum jahil.



"kalo mau baring tuh di kamar kak Elang! ntar kalo orang tua lihat dikiranya ngapa ngapain.



"Oh... iya tadi Tante dan Om pergi, ada undangan kawinan katanya, kalo mbak Dewi pergi sama mas Wisnu, Nah .... gue di suruh jagain Lo sampe bangun!" jelas Alvin yang masih memeluk Nana.



"Yuk... jalan-jalan! gue dah kabar kabari temen temen!"



"Iya bentar gue ganti baju dulu. Lo keluar sana tunggu di depan, usir Nana sambil mendorong tubuh Alvin yang malas keluar.



Setelah sepuluh menit Nana keluar dengan celana jeans hitam dan kaos Krah yang pas dibadannya. Tak lupa Nana juga membawa jaket kulit miliknya. setelah mereka pamit dengan kak Elang merekapun pergi menuju ke tempat janjian.



Toni, Riri dan Rita sudah menunggu di taman.



"Akhirnya pasangan TTM kita datang juga," celetuk Rita.



Nana dan Alvin yang memang datang belakangan hanya tersenyum.



"Mau kemana kita!" seru Nana yang memang tak tahu mau kemana sekarang ini.



"Kamu ngikut gue saja, tinggal mengekor dibelakang gue," sahut Alvin sambil cengengesan.

__ADS_1


...



__ADS_2