
"Gimana kalo kita minta traktir Nana," ucap Susanto.
"boleh, tapi gue traktir permen yah, karena uang gue cuman 20 RB, "jawab Nana cengengesan.
"Gampang itu, entar kita bantu iuran ya teman teman, yang penting sekarang kita hangout bareng aja, menikmati masa-masa kebersamaan kita di SMA." ucap Rita mengajak temannya iuran.
"yuk... pergi!!, Rita gue bonceng Lo ya," pinta Nana.
"gue gak bawa motor markonah, motor gue di service di bengkel, jadi Lo bonceng yang lain aja, bonceng sama Panji atau sama Susanto aja," jawab Rita.
" oh ya udah Pan... gue ikut lo ya, " ucap Nana.
"ikut gue aja Na, sekali kali lo bareng sama gue sih napa?" ajak Susanto
Tanpa aba-aba Panji langsung memberikan helm dan mengajak Nana membonceng ke motornya. Susanto yang melihat itu nampak sewot, dongkol tapi hanya bisa diam.
hanya senyum kecut yang nampak dari muka Susanto. Rita yang tahu raut wajah Susanto berubah ikut sedih, yah, karena Rita memang agak menyukai Susanto tapi seperti yang dilihat Susanto naksirnya sama Nana.
__ADS_1
" ya udah yuk... Rit, Lo bonceng gue aja, gue anterin ke tempat tujuan." ucap Susanto.
"oke makasih Sus," ucap Rita dengan senyum dipaksakan.
sementara itu seperti biasa Toni bersama pasangan tercintanya Riri, menuju ke tempat yang sudah mereka janjikan yaitu bertemu di sebuah kafe miliknya Kakak Faris teman sepermainan voli Alvin.
saat membonceng Panji, pikiran Nana melayang-layang, saat bahagia seperti ini Nana jadi teringat Alvin. " Bagaimana kabarmu Vin, Lo mungkin sedang lulusan juga sekarang ini, bagaimana hasilnya Vin, terus Lo mau lanjut sekolah di mana? Lo tahu Vin gue dapet rangking satu.
" bagaimana lo bisa lupa sama gue, bahkan kirim kabar juga gak pernah. Apa sebegitu tidak berharga gue di hati Lo, Ah...Alvin semoga Lo di sana baik baik saja. sekarang gue baik-baik saja, lulus dengan nilai sempurna Vin, gue mo kuliah di UI ambil jurusan management bisnis," gumam Nana yang nampak sedih.
Nana akan berjuang untuk bertemu Alvin, dan minta kejelasan seandainya dia memang ingin berpisah aku akan melepaskan, begitu keinginan Nana.
***
"Panji, ntar Lo mau sekolah ke mana?"
"tidak tahu tapi inginnya sih kuliah di jurusan teknik jaringan komputer," jawab Panji.
__ADS_1
"Ehhh... tapi Lo jangan jadi pencuri alias hacker dari internet loh," ucap nana mencoba membuka pembicaraan.
"eh ... tapi ada keinginan gue jadi pencuri juga kok," jawab Panji yang masih mengemudikan motornya.
"jangan dong, mencuri itu dosa loh, " jawab Nana yang heran karena Panji mau jadi pencuri.
"gue pingin ya mencuri hati Lo" ucap panji yang membuat Nana melongo mendengar jawaban Panji.
" ha...ha...garing ah candaan Lo , hati gue sudah ada yang mencuri Pan, pangeran kodok berkuda putih," ucap Nana dalam hati.
"Eh... ngomong ngomong Lo suka sama gue beneran Pan," tanya Nana penasaran.
" iya, emang kenapa? gak boleh," tanya Panji.
"Eh ... Panji gue tuh gak pantes buat Lo, banyak cewek yang lebih baik dalam segala hal dari gue dan lebih pantas buat Lo."
"gue tidak ingin selalu menjadi sorotan, gara gara gara tak seimbang, Lo ganteng gitu, lah gue gak ada cantik cantik nya ." ucap Nana berusaha memberi penjelasan agar bisa menolak Panji dengan halus.
__ADS_1
"Ngapain Mikirin pendapat orang, yang penting kan kita yang menjalani," jawab Panji santai.
...