Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
97


__ADS_3

#pertahankanlah satu pria yang selalu bisa membuatmu bahagia walaupun dalam hal-hal yang sederhana.#


pukul dua belas tes wawancara selesai. Lima belas menit berikutnya pengumuman hasil seleksi.


Gue tidak yakin kalau dirinya bisa lolos tahap seleksi awal mengingat yang mengikuti tes seleksi hampir 100 orang, yang mana tidak semuanya lulusan dalam negeri ada juga Yang lulusan luar negeri, tapi ya siapa tahu namanya juga takdir, rezeki mana kita tahu,"gumam Nana menenangkan diri.


dari seratus pendaftar hanya akan diterima lima orang. seorang perempuan cantik yang mengenakan blazer hitam dan rok pensil warna krem keluar dari ruangan, ditangannya ada selembar kertas, perempuan cantik itu membacakan pengumuman hasil seleksi.


"Nama-nama yang saya panggil silahkan tetap berada di tempat, dan yang tidak dipanggil silahkan meninggalkan ruangan dan semoga sukses di tempat lain,



Rizaludin Harun, 2. Albert Rinkoz, 3. Rizki Hamdan, 4. lucky Savitri dan 5. Lisa Andara." ucap perempuan cantik itu.



Hati Nana kecewa, karena namanya tidak terdaftar sebagai peserta yang lolos seleksi.


"Eh... Alhamdulillah ternyata gue belum beruntung, belum bisa mengalahkan seratus peserta wawancara," gumam Nana yang terlihat kecewa.


"Silahkan peserta yang lolos seleksi untuk masuk ruangan kembali. "ucap perempuan cantik itu sambil membuka pintu dan mempersilahkan peserta yang lulus seleksi untuk masuk dan duduk di kursi yang berada di depan pak Hermawan Davin. namun yang muncul hanya empat, setelah ditunggu Lima belas menit peserta atas nama lucky Savitri tidak muncul, maka pak Davin berbisik pada mbak Sinta. segera mbak Sinta mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang


" bisakah anda kembali ke ruangan tes wawancara sekarang?


"baiklah," ucap seseorang yang ditelpon.

__ADS_1


Lima menit orang yang ditelpon sampai ke ruang Wawancara, dengan nafas tersengal dia disambut oleh Mbak Sinta dan langsung dipersilahkan masuk kemudian duduk di satu kursi yang kosong.


"Untuk peserta yang lolos seleksi wawancara saya ucapkan selamat, untuk penempatan kalian akan dijelaskan oleh mbak Sinta.


kecuali untuk peserta yang baru datang Ratna Dewi Pambudi, dia akan menggantikan sekretaris Saya yang keluar karena melahirkan jadi untuk posisi Ratna Dewi Pambudi tidak lagi di perencanaan tapi saya alihkan menjadi sekretaris pribadi saya," ucap Tuan Davin kepada Nana.


" silakan kalian bisa mulai bekerja besok pagi, dan pembagian kerja kalian berempat dan masalah kepegawaian silakan kalian mengunjungi HRD dan bertemu dengan bapak Rudi setelah keluar dari ruangan ini.


" Boleh saya bertanya pak Davin," ucap Nana tunjuk jari.


" Silahkan," ucap pak Davin datar


" Jadi saya diterima bekerja di sini pak, dan jadi sekertaris? Bolehkah saya menemui sekertaris bapak, sehabis ini, maaf karena saya belum paham apa yang harus saya kerjakan sebagai sekretaris." ucap Nana jujur


" ya, kamu diterima bekerja di perusahaan Java Power, sehabis ini ikut ke ruangan saya," ucap pak Davin.


Nana berjalan mengikuti langkah pak Davin dari belakang. Dia diajak naik lift khusus direktur, lift berhenti di lantai 20.


"Ratna Dewi," panggil pak Davin.


"iya pak, maaf panggil saja saya" Nana" pak.


"itu Mbak intan sekertaris saya, silahkan kalau mau bertemu dengannya," ucap pak Davin sambil menunjuk seorang wanita cantik yang duduk menghadap ke komputer.


"terima kasih Pak Davin," ucap Nana.

__ADS_1


Nana menghampiri Mbak intan yang terlihat sedang sibuk di depan komputer.


"Maaf mengganggu, bisa kita bicara sebentar mbak, em .... sebelumnya perkenalkan saya Nana, pegawai baru yang baru saja diterima di perusahaan Java Power. jadi saya ingin bertanya dan sharing tugas saya sebagai sekertaris itu apa ya mbak," ucap Nana.


"yuk kita ngobrol di kantin saja biar leluasa, lagian mbak juga dah laper," ucap mbak intan ramah.


Nana ditraining sebagai sekertaris oleh mbak intan selama satu Minggu, setelah itu mbak intan benar benar keluar dari pekerjaannya.


Nana sudah bekerja sebagai sekertaris selama satu bulan.


"Ah... ternyata jadi sekertaris itu tidak gampang, Ribet banget tapi ada enaknya, sering makan gratis di luar dan diajak jalan ketemu klien," gumam Nana.


"triiink... tring...suara telepon di meja Nana berbunyi, " halo, iya pak saya segera datang."


"tok...tok..." pintu ruang kantor diketuk.


"masuk !" ucap pak Davin mempersilahkan Nana masuk dan duduk di kursi di depan meja kerja pak Davin.


"Nana perusahaan kita akan menjalin kerjasama dengan perusahaan Engelmann dari Jerman, siapkan surat kontraknya jangan lupa buat dalam dua bahasa. "dan... kamu Minggu depan ikut mendampingi saya ke Jerman, bukannya kamu bisa bahasa Jerman," Ucap pak Davin


"Eh... iya pak surat kontrak kerja dua bahasa, dan pergi ke Jerman? jawab Nana tergagap karena terkejut diajak ke Jerman.


"hah... ke Jerman," negara yang ingin Nana kunjungi, tak percaya dengan apa yang dia dengar tapi nyata.


" sekarang kamu boleh keluar, ucap pak Davin.

__ADS_1


Saat Nana hendak membuka pintu, dari arah luar ada yang mengetuk pintu dan membuka pintu, Nana memandang perempuan cantik dengan penampilan elegan walaupun sudah berumur di depannya pintu, ya... Nana Sangat mengenal perempuan itu.


Tante...


__ADS_2