Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
tujuh puluh enam


__ADS_3

Apa, melamar Nana? Kalian berdua masih SMA kelas XII, waktunya belajar untuk menghadapi UN, bukan menikah" ucap kak Elang memotong pembicaraan.



"Alvin... pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan agar tidak menyesal di kemudian hari, jangan hanya keinginan sesaat menghancurkan masa depanmu," ucap Ayah panjang dan lebar.



"Om.... aku sudah memikirkan dengan matang, sampai masalah sekolah, tempat tinggal kalau sudah menikah kerja. Om... Aku sungguh sungguh mencintai Nana. Sejak dulu malah, takut kebabalasan om, jadi Alvin beranikan diri meminta Nana untuk jadi pendamping hidup Alvin." Jelas Alvin pada ayah Nana.



Ayah Nana terlihat memijat pelipisnya. Bagaimana bisa anak Ragil kesayangan nya akan menikah di usia yang masih belia. Padahal Dewi saja baru akan melangsungkan pernikahan dua Minggu lagi.



Om, Alvin tidak meminta merayakan pernikahan sekarang, Alvin hanya ingin menikah siri dulu, atau nikah KUA saja, yang penting Kita resmi saling memiliki.," Lanjut Alvin menjelaskan maksudnya pada ayah Nana.



"Vin... Om mau ketemu sama papamu dulu, kira kira bisanya kapan?"



"Sebentar Om"



Alvin mengambil hp dari saku celananya dan menghubungi papa. Alvin permisi keluar menuju halaman.



📞 Assalamu'alaikum papa, ini Alvin


📞 Waalaikum salam, ada apa telpon pagi pagi begini


📞 Mm...mm ... Papa sama mamah ke rumah Nana sekarang ya, Om Alvian mau ketemu sama papah penting, Alvian tungguin nih


📞 Haish... Apa yang kamu lakukan pada Nana Alvin!! Awas saja kalo kamu buat masalah.


📞Ya sudah, yang penting papa datang sekarang, Alvin tutup ya Pah. Assalamu'alaikum

__ADS_1


📞 Waalaikum salam.



Papa Alvin sebenarnya sedang bersiap pergi ke kantor, begitu juga dengan mamah Alvin yang sudah rapi mau ke rumah cucunya, jadi mau sekalian berangkat bersama suaminya.



"Mah... Kita ke rumah Nana dulu, tadi Alvin menelpon menyuruh kita ke sana sekarang, ada apa yah mah, kok perasaan papa agak kawatir." Ucap Bastian pada istrinya dengan tangan memegang pinggang istrinya.



" Sudahlah Pah ... Kita ke sana saja biar tahu ada apa sebenarnya," jawab Nena yang sibuk membuat simpul dasi suaminya.


" Terimakasih mamah sayang," sambil mencium bibir istrinya kemudian membisikkan kata "i love you".



Walaupun mereka tidak muda lagi tapi kedua orang tua Alvin selalu romantis dalam setiap kesempatan.



Papa dan mama Alvin sampai di rumah Nana dalam sepuluh menit. Mereka mengetuk pintu, dan setelah dipersilahkan masuk, mereka masuk dan duduk di sebelah Alvin.




"Begini mas Tian, sebenarnya tadi saya meminta Alvin mengundang orang tuanya tidak sekarang, tapi kalau ada waktu luang. Tapi tadi keburu Alvin sudah telpon dulu," jawab Adrian pada Bastian.



"Begini mas, tadi saya sangat terkejut dengan perkataan Alvin yang melamar Nana untuk menjadi istrinya dan saya lebih terkejut lagi saat Alvin meminta dinikahkan dalam waktu dekat ini."



Mamah Alvin yang mendengar penjelasan mas Aliran terkejut bukan main.



"Ya Allah.... Alvin....kau ini melamar anak orang seperti bukan beli kambing, dodol, ada unggah ungguh dalam melamar anak orang Bambangggg!!" Teriak mamah sambil menjewer telinga Alvin karena geram dengan sikap Alvin.

__ADS_1



"Aduh...mah...sakit mah!, malu... mah!" Ringis Alvin sambil memegang telinga



"Kamu itu yang malu maluin, kalo mau melamar bilang mamah, biar mamah siapkan semuanya bukan seperti ini."


Ya... Allah mas Adrian dan mbak Mayang, saya atas nama keluarga minta maaf atas kelakuan anak saya yang kurang ajar," ucap Nena pada keluarga Nana.



"Nananya juga anak muda mbak Nena," jawab Mayang



"Mas Bastian, anak anak masih sekolah, apa perlu kita menikahkan mereka sekarang, saya pikir cinta mereka seperti cinta monyet, gampang berubah, terus bagaimana masa depan mereka? Ujar Alvian



"Mas Adrian, tadi malam Alvin juga mengungkapkan keinginannya melamar Nana, saya tidak menyangka juga kalo hari ini Alvin beneran melamar Nana. Alvin menyukai Nana dari dulu mas, mulai saat dia berkeinginan menikah dengan Nana dia berusaha menabung dan mendirikan usahanya sendiri. Katanya dia akan membeli rumah sendiri untuk ditempati bersama Nana dan Anak-anak mereka." Cerita Bastian tentang kesungguhan Alvin.



"Kalau saya pribadi membolehkan Alvin melamar Nana dan menikah, takutnya terjerumus godaan syetan, hanya saja mereka harus tetap sekolah sampai lulus sarjana. Sekarang bagaimana menurut Mas Adrian? Ucap lanjut Bastian menyerahkan keputusan pada pihak keluarga Nana.



"Kalau seperti itu biar saya tanya Nana dulu, bagaimana keputusan dia, Nah ... Lang minta tolong panggilkan Nana di kamar," ucap ayah yang diikuti langkah Elang ke kamar Nana.



Selang berapa lama Nana datang ke ruang tamu, melihat orang tua sahabatnya Nana langsung mencium tangan mereka berdua.



"Tumben om Bastian dan Tante Nena datang ke rumah Nana, ada apa ya?" Tanya Nana yang heran dengan kedatangan orang tua Alvin.



" Jadi gini Na, kedatangan Alvin dan kedua orangtuanya ke sini adalah untuk melamar Nana, Nah... Ayah mau tanya bagaimana jawaban Nana? Ayah menjelaskan maksud kedatangan mereka.

__ADS_1



__ADS_2