
"Yang... kira kira malam pertama setelah menikah itu ngapain yah," tanya Alvin menggoda Nana.
"malam itu ya tidur lah... Buammmbang, masak mau ngantor," ucap Nana yang sengaja mengalihkan jawaban.
"ah.. gue jadi ngebayanginya saat Nikah sama Lo yang mau gue lakukan di malam pertama adalah gue tidur dengan memeluk Lo semalaman dan gak akan gue lepasin, enak kali ya kalo tidur ada yang dipeluk tanpa ada yang marahin," ucap Alvin dengan muka tersenyum dengan wajah mesum.
" ish... otak Lo mesum , pernikahan itu juga tanggung jawabnya juga besar kampret, Lo jangan mikir enaknya doang, dalam kehidupan bersama dua orang dengan berbagai isi otak dan kepribadian yang berbeda, pasti banyak bersinggungan, belum lagi Lo sebagai suami harus mencari nafkah lahir dan batin, dan berbagai pernak-pernik kehidupan, yakin mau nikah sekarang? penjelasan Nana yang panjang dan lebar.
"gue yakin, Yang..., gue lebih takut lagi kalau harus kehilangan Lo gara gara kalah start," sangkal Alvin.
"Serah Lo aja Vin, tapi Lo beneran yakin pilihan Lo jatuh ke gue yang standar kecantikannya level bawah, secara ... yang yang ngejar Lo cantiknya di atas rata-rata, seperti Risma , Lily, Diana, Rosa."
"kalau cinta karena wajah cantik maka saat dia menua dan jadi jelek cintanya juga hilang Yang, tapi kalau cinta karena hati yang cantik, maka cintanya akan selamanya karena hati yang cantik tidak akan pernah menua, selamanya dia akan cantik," ucap Alvin yang membuat Nana kaget.
__ADS_1
" belajar dari mana kata kata romantis seperti itu, jangan jangan Lo bawa contekan lagi, gurau Nana untuk menghadapi perasaan yang membuncah di dada.
"terimakasih Vin, karena sudah memilih mencintaiku," ucap lirih Nana bahagia.
"Oh iya gue selama masuk sekolah kok belum ketemu Panji ya Vin," tanya Nana yang baru inget temannya itu belum kelihatan.
"Yang..., Lo merusak suasana saja, masa tanya Lelaki lain saat bersamaa kekasihnya," sungut Alvin.
"Fuih kalau cemburu kira-kira dong, dia kan temen kita juga, sudah hampir tiga hari dia gak masuk sekolah, vin ," ucap Nana dengan kesal.
"ya gak mungkin lah..., tadi sih gue liat Alvin mengambil bakso, terus berjalan ke samping rumah, yuk kita cari saja ke sana, ucap Susanto.
"Ehh...itu kayaknya Panji deh," seru Rita yang matanya menajam saat ketemu manusia ganteng. "Panji" panggil Rita, Panji datang mendekat pada teman temannya.
__ADS_1
" Pan,... Lo ke mana aja, kok dari kemarin gak masuk sekolah," tanya Susanto.
"Mudik ke kota kelahiran," ucap datar Panji sambil mengedarkan pandangan seperti mencari sesuatu.
"Eh... Nana mana? kok tidak kelihatan?" tanya Panji.
"Tadi sih di sini, tapi saat gue balik dari ambil makan, Nananya sudah tidak ada, ini kita mau cari Nana ke samping rumah, yukk ikut aja!" jawab Riri sambil mengajak Panji.
" Oh iya pan, Lo mungkin belum tahu pembagian kelas terbaru. Lo sekelas sama gue, Nana dan Toni,di kelas XII A," ucap Susanto menjelaskan pada Panji.
"thanks, infonya." sahut Panji.
"lahhhh... itu Nana sama Alvin sedang duduk di gazebo." teriak Rita
__ADS_1
...