
# sebelumnya mohon maaf ya PEMIRSAH, Akuh baru bisa nulis lagi, setelah kemarin ikut studytour capek banget, buat tulisan males, rasanya mager luar biasah#
Pelajaran kembali berlangsung hingga pukul dua siang, bel tanda pulang sudah berbunyi. seperti biasa Nana keluar kelas dengan Toni dan Panji. mereka menuju ke kelas Alvin yang terletak di sebelah ruang kelas Nana, namun sampai Nana melewati dan mencari di dalam kelas juga tak ada. Nana berjalan ke parkiran, tapi motor Alvin juga tidak ada.
"huh... kemana sih Alvin, gak jelas banget, pergi gak bilang-bilang.
Dengan alasan mau menghubungi Alvin, Nana menyuruh Toni dan Panji pulang dulu.
...
"kring...kring.."
"Dihhh... kampret tampan satu itu ada di mana sih! kok ditelpon juga gak bisa. Nana mencoba lagi menghubungi Alvin. namun masih tidak diangkat juga.
akhirnya Nana memutuskan pulang menuju ke rumah dengan naik angkot. "Sebenarnya Ada apa sih dengan Alvin?" gumam Nana dalam hati.
Nana berjalan ke arah halte, baru sampai di halte langsung ada angkot melintas. "ya ini namanya rezeki anak Sholihah, baru datang langsung angkot nyamperin," batin Nana yang berjalan ke arah angkot.
"panas agak berdesakan tapi ya gapapa lah, yang penting cepat sampai rumah."gumam Nana sambil menikmati lagu yang tidak tahu judul nya, diputar Abang sopir.
🎶🎶🎶
semua terserah padamu,
__ADS_1
aku begini adanya
kuhormati keputusan mu,
apapun yang akan kau katakan.
sebelum terlanjur kita jauh
melangkah kau
katakan saja...
🎶
setelah dua puluh menit sampai juga di depan rumah Nana. dia bergegas menuju ke kamarnya dan merebahkan badannya di atas kasur miliknya. matanya masih menerawang ke atas dan memikirkan Alvin. Tumben sekali dia pergi tanpa memberitahu Nana.
diambilnya HP dari dalam tas, siapa tahu ada WA dari Alvin. Nana mencoba mengirim WA kembali dan menanyakan keadaan Alvin. ditunggu sampai sepuluh menit tidak ada balasan, akhirnya Nana tidur dalam kondisi belum berganti seragam karena kecapekan.
Pukul empat sore Nana baru bangun tidur,
dia melihat ke arah hp-nya ternyata belum ada balasan dari Alvin. Nana berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi dan melaksanakan salat ashar. setelah selesai Nana pergi ke ruang makan perutnya yang keroncongan karena belum makan siang menyebabkan dia bergegas untuk mengambil nasi dan lauk secukupnya.
Nana sebenarnya masih bingung dengan sikap Alvin yang aneh sekali, HP Alvin aktif tapi tidak balas WA dari Nana tidak di balas. Ada apa dia disana.
__ADS_1
"tok tok tok tok"
seseorang mengetuk pintu dari luar, seketika lamunan Nana langsung buyar, dia bergegas membuka pintu rumahnya, nampak sosok tampan berdiri dihadapannya.
Nauli datang ke rumah nana sore ini. Sebenarnya Nauli hendak berpamitan pada Nana karena dia akan berangkat ke Jerman lusa depan untuk melanjutkan studinya.
"Hai Nana, maaf nih datang lagi, tadi pagi lupa bilang kalo sore ini gue pingin ngajak Lo jalan." ucap Nau.
" tumben ngajak jalan ada apa nih" balas Nana sambil tersenyum.
" itung-itung perpisahan dengan Nana, sekaligus memenuhi janji mentraktir Lo saat pertandingan voli terakhir." ucap Nau
menjelaskan pada Nana.
" ya udah Gue ganti baju dulu ya Nau!"
Nau mengajak Nana keliling kota, dan berhenti di sebuah kafe yang pernah Nana kunjungi saat bersama Alvin.
Nau membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Nana keluar Sambil mengulurkan tangannya, Nana meraih tangan Nauli dan keluar dari mobil.
mereka berdua berjalan beriringan, seperti biasa mereka selalu menjadi sorotan, bukan apa - apa karena yang satu sangatlah Tampan dan pasangannya sangat tidak cantik.
dari salah satu sudut cafe sepasang mata mengamati keduanya dengan mata merah menahan amarah, sedang tangannya mengepal.
__ADS_1
...