Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
96


__ADS_3

4 tahun berikutnya


Nana menghembuskan nafas panjang usai sidang skripsi, "syukur Alhamdulillah, tanpa revisi dan langsung bisa digandakan dan dijilid. sidang skripsi ini menjadi akhir masa kuliah Nana di jurusan manajemen bisnis.


Nana memperoleh predikat cumlaude dengan IPK 3,9. dan lulusan tercepat. setelah ini Nana ingin mencari kerja dulu.


"aku akan melamar pekerjaan di beberapa perusahaan, siapa tahu beruntung dan diterima. Nana melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan besar.


Sebenarnya Nana ditawari beasiswa S2 oleh dosen pembimbingnya, tapi Nana ingin mencari pengalaman kerja dahulu, jadi keinginan melanjutkan sekolah di pending dulu.


Nana menghembuskan nafas panjang setelah wisuda kelulusan. sekarang waktunya Aku berjuang diatas kaki sendiri untuk mandiri, punya uang sendiri tidak lagi bergantung dengan orang tua itu yang ada dipikirannya.


Siang ini hari Nana mendapatkan pemberitahuan untuk tes wawancara di ponselnya. dia mendapat panggilan wawancara dari perusahaan Java power pukul sembilan pagi.


Nana juga mendapat panggilan wawancara dengan perusahaan Andromeda pukul satu siang. syukur tes wawancara tidak tidak bersamaan .


Agar tidak kesiangan Nana tidur lebih cepat dari biasanya, pagi harinya Nana terbangun saat mendengar adzan subuh dan seperti biasa dia melaksanakan sholat.

__ADS_1


sekarang Nana tinggal di kontrakan yang terdiri dari satu petak kamar ,satu kamar mandi dan ruang tamu, cukuplah kalau untuk hidup sendiri, sementara tinggal disini sebelum punya penghasilan.


Nana sudah bersiap dengan memakai Hem putih dan rok sepan warna coklat tua.


karena tidak ingin terlambat untuk mengikuti wawancara di perusahaan Jawa power yang bergerak dalam bidang perhotelan dan resort Nana memesan ojol jam delapan pagi.


Dua puluh menit perjalanan, akhirnya sampai tujuan juga. Nana memasuki area gedung perkantoran tersebut sambil terkagum dan mengamati gedung nan tinggi menjulang, belum lagi lalu lalang para karyawan. setelah menanyakan tempat wawancara pada resepsionis, Nana bergegas menuju lantai lima dengan menaiki lift.


"Ting... "suara lift berhenti dan pintunya terbuka. Nana menengok ke kanan dan kiri mengamati lingkungan sekitar. banyak sekali orang yang membawa map seperti dirinya. bisa dipastikan mereka sama seperti gue, melamar pekerjaan.


"Ratna Dewi Pambudi" ucap seseorang memanggil dari dalam ruangan.


"Alhamdulillah....setelah menunggu hampir satu jam akhirnya dipanggil juga," gumam nana.


Nana berjalan mengikuti perempuan yang manggilnya tadi. Dalam ruangan ada empat orang yang mewawancarai. Nana maju menyerahkan berkas lamaran pekerjaan.


"Ratna Dewi Pambudi" ucap seorang lelaki paruh baya yang masih kelihatan tampan.

__ADS_1


"lulusan UI jurusan manajemen bisnis dengan IPK 3,9, melamar sebagai tim perencanaan," gumam bapak yang ada di hadapanku sambil membaca kurikulum vitae punyaku.


" bisa bahasa asing?" tanya bapak tadi


"bisa pak, bahasa Inggris, bahasa Jerman dan bahasa Jepang, tapi belum begitu lancar,"


"mengapa anda belajar bahasa Jerman? tanya bapak itu penasaran .


"Alasan pribadi pak. saya ingin melanjutkan pendidikan di sana," jawab Nana.


Hampir setengah jam Nana diwawancarai dan belum selesai juga, semua hal ditanyakan dari masalah bisnis sampai jumlah anggota keluarga.


Akhirnya setelah empat puluh lima menit wawancara selesai juga. Nana disuruh menunggu di luar untuk menunggu hasil seleksi.


"terimakasih pak, saya permisi, eh anu pak saya juga menguasai bahasa Indonesia dan bahasa jawa, jadi saya bisa lima bahasa," ucap Nana sambil tersenyum ke arah bapak bapak yang bernama Hermawan Davin yang ikut tersenyum dengan kalimat Nana.


sebenarnya Nana merasa pernah mendengar nama Hermawan Davin, tapi dimana, Nana juga lupa. dia berusaha mengingat, tapi tidak ketemu juga.

__ADS_1


__ADS_2