
"Dah sembuh kan Lo, syukurlah, dunia sekolah rasanya sepi tanpamu Nana, oh iya tadi Panji nanyain lo!" sapa Rita.
"Tumben manusia es tanyain gue, mungkin kangen diusilin gue kali," sahut Nana.
"Ayok masuk! ajak Nana pada temannya
"gue buatin minum dulu, sok... duduk dulu kalian pada." perintah Nana pada teman nya.
Nana keluar membawa es sirup yang menggoda untuk segera dihabiskan, ditambah cemilan semakin menyenangkan
"Na, hari Kamis besok ulangan Matematika, jumatnya bahasa Inggris," jelAs Rita pada Nana.
"eh Na kok rumah sepi kemana ibu Lo."
"Gue juga tidak tahu kemana nyokap, tadi bangun tidur, rumah dah sepi, eh ...Rit gue pinjem buku catatan lo, besok gue kembalikan, mau belajar nih... biar jadi no 1 ngalahin Toni, si kalkulator berjalan." ucap Nana sambil bergurau.
"tumben Lo mau belajar, biasanya juga ogah olahan, tapi tetep aja nilai Lo bagus," sungut Rita sambil mengambil buku catatannya dan diberikan ke Nana.
Toni yang ada disebelah Rita hanya manyun, mendengar kalimat Nana. Alvin sedari tadi hanya diam dan memandang wajah Nana tanpa kedip.
Setelah mereka bicara ngalor ngidul tidak karuan merekapun pamit pada Nana, namun saat hendak keluar gerbang mereka berpapasan dengan Mobil Nauli.
Alvin yang tahu kehadiran Nauli mengurungkan niatnya untuk pulang, dia tetap duduk di teras depan rumah Nana.
Nauli keluar dari mobilnya dan menyapa Alvin.
"haii Vin, tumben pada ngumpul di rumah Nana, ada apakah? tanya Nauli sambil duduk di sebelah Alvin.
__ADS_1
" iya, tadi temen temen Nana datang menjenguk Nana, lah Lo ngapain ke rumah Nana? kayaknya Lo juga bukan temen dekat Nana, baru juga kenal kemarin,"tanya Alvin penuh selidik dan menunjukkan rasa tidak suka.
"gue ada urusan aja sama Nana,"Jawab Nau santai.
Ibu Nana baru pulang dari bepergian, dia mbuka gerbang rumah dan tampak terkejut melihat ada mobil parkir di halaman rumahnya. Sesampai di teras ada Alvin dan temannya.
"Hai Vin! kok gak masuk, apa Nana masih tidur? terus ini siapa, kayaknya ibu belum pernah ketemu, apa ini saudaramu, karena sama tampannya." tanya Tante Mayang.
"Tanyanya satu satu Tante? Nananya ada kok Tan, ini tadi Alvin mau pamit pulang, terus ketemu nih curut, tdan dia bukan saudara Alvin Tante, dia teman main Voli," jelas Alvin pada Tante Mayang.
"Ya udah tante, karena Tante sudah pulang, Alvin permisi pulang, jagain Nana ya Tan, takutnya di apa-apain sama curut satu ini!" ucap Alvin sambil cium tangan Tante Mayang.
Tante Mayang mempersilahkan Nauli masuk dan memanggil Nana keluar.
"Mamah baik, Harusnya gue yang tanya gimana kabar Lo, sudah sehat? sakit kok gak bilang bilang, kalo gue tahu gue bakal kemari, jenguk Lo." ucap Nau.
"Gue dah sehat, besok juga berangkat sekolah, oh... iya ngomong ngomong ada apa Lo kemari? tanya Nana penasaran.
"ini... gue disuruh nyokap nganterin ini buat Lo, oleh oleh dari mami, kemarin habis dari Ausy," Jawab Nau sambil menyodorkan bungkusan besar pada Nana.
"Apa ini? jangan jangan anak koala, atau platipus Nau," kata Nana.
"Buka aja kalo penasaran." suruh Nau pada Nana yang diikuti pembukaan kado oleh Nana.
"Wahhh... boneka koala imut dan gantungan kunci khas Ausy juga," jerit Nana kegirangan,
__ADS_1
"Sampaikan terima kasih kepada Tante Lina ya Nau atas oleh olehnya, ucap Nana yang diikuti acungan jempol oleh Nauli.
"Lo dah sehat beneran kan?" tanya Nau lagi yang dijawab Nana dengan anggukan.
"Temeni gue ke toko buku yuk! gue belum begitu kenal daerah sini," ajak Nau pada Nana.
"Sebentar gue izin dulu sama nyokap, kalo diijinkan ya ayo, kalo gak ya maaf," jawab Nana.
Nana pergi ke belakang untuk berpamitan pada ibu untuk menemani Nau ke toko buku.
"Ibu, boleh gak Nana temeni Nauli ke toko buku? dia kan baru tinggal di sini, jadi belum begitu kenal daerah sini!" izin Nana pada Ibunya.
"Lah gimana kamunya, sudah sehat beneran? kira kira nanti disana pinsan gak, nanti malah merepotkan temenmu itu!" ujar ibu.
"Eh... Na dia siapa sih, kok ibu belum pernah lihat, pacar kamu? ganteng banget Na, mirip gantengnya dengan Alvin," lanjut pertanyaan dari ibu.
"Aku dah sehat kok Bu, lagian kan naik mobil, jadi gak kena angin juga, dan dia teman aku Bu? bukan pacar, jadi boleh ya Bu?"Rajuk Nana yang diakhiri anggukan oleh ibunya.
Nana langsung ke kamar dan ganti baju. Nana mengenakan kaos lengan panjang dan celana blue jeans dan tidak lupa sepatu sneakers kesayangannya dan tas selempang.
"Ayok Nau, nanti keburu sore banget," ajak Nana pada Nau.
#Terimakasih#
__ADS_1