Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
23.


__ADS_3

"Na... Lo ke toilets lama sekali, eh... tak tahunya sedang ngobrol dengan mahluk tampan." ketus Rita.



"Rita ...Riri ... kenalkan ini Nauli, pemain Voly dari SMA Garuda."


"Nauli, ini teman temanku, yang ini Rita dan yang itu Riri, ucap Nana sambil menunjuk ke arah Rita dan Riri. bergegas keduanya menyodorkan tangan mau bersalaman dengan mahluk tampan dihadapannya.



"Eh... jangan mlongo gitu, itu ilernya hampir menetes, malu-maluin tahu!"bisik Nana pada kedua temannya.



"Aku jadi teringat lagu Mulan Jameela


kamulah mahluk tuhan yang tercipta yang paling seksi ....


"oh... Tuhan, mahluk sempurna tinggi 180cm, dada bidang, kulit bersih, hidung mancung, rambut dibuat seperti artis Korea, itu bernama Nauli.itu yang ada di benak Rita.



Beda lagi dengan Riri, "terimakasih Tuhan telah mengirimkan mahluk tampan di hadapan kami, semoga besok bisa bertemu lagi."



Kedua teman Nana Tersebut masih terbengong-bengong Sambil melihat ke arah Nauli. sampai Nauli mengucapkan kata sapaan mereka baru sadar.



"Hai.... " sapa Nauli ramah.


"Hai juga," balas Rita dan Riri bersamaan.



Dari arah gerai baju bermerk, keluar perempuan yang memanggil Nauli dan berjalan mendekat. wanita yang sangat cantik walau sudah terlihat berumur.


"Ini siapa Nau..." tanya wanita tersebut.


"Ini teman Nau Mah... " jawab Nauli dengan lembut.

__ADS_1



"Sore Tante," ucap Nana sambil mencium tangan mama Nauli dan diikuti oleh teman temannya.


"Sore... oh teman sekolah Nauli, terimakasih sudah mau berteman dengan anak saya nak," jawab mama Nauli dengan senyum mengembang.



Dari Arah kasir muncul lagi perempuan cantik, tinggi semampai bak model menuju ke arah kami.


"sudah selesai Tante," ucap perempuan cantik pada mama Nauli, kemudian bergelayut di tangan Nauli.



Kami bertiga pun pamit undur diri



"Kami permisi pulang dulu Tante, ucap Nana pada mama Nauli



"Nau ... sekali lagi aku minta maaf dan permisi pulang dulu," ucap Nana pada Nauli.



" Ya Allah Gusti... ada mahluk kok cantik sekali, bagai bidadari yang baru turun dari kahyangan, dan itu Lelakinya juga tampan sangat. Pasangan serasi ruar biasahhh," ucap kalimat lebay dari bibir Rita.



"Kalo gue gak muluk-muluk, cukup gue dapat laki ganteng kaya Nauli dan mertua yang baik kayak mamah Nauli." Ucap Riri dengan wajah tersenyum.



"Itu mah sama aja Lo mau dapat Nauli, dasar Jaenab. Kayaknya kita dan dia gak selevel deh hik... hiks,"ucap Nana ikut ikutan lebay sambil pura pura Nangis yang diakhiri tawa meledak mereka.


Rita dan Riri sudah berada di atas motornya. "Na Lo mau pulang naik apa?" tanya Rita.


"ini gue mo hubungi gojek aja, Lo pulang duluan gih" jawab Nana.


__ADS_1


Nana berjalan keluar Mall sambil memegang HP mau pesen gojek, "eh... dasar Nasib." ternyata HP lowbat dan mati.


Nana berjalan menuju ke halte, mau naik angkot saja pikirnya. Saat berjalan ada mobil Fortuner hitam berhenti di sampingnya.



Kaca pintu mobil terbuka, terlihat Nauli di atas kemudi mobil. Mama Nauli membuka pintu.


"Pulang ke mana Nana? tanya mamah Nauli.


"Ke jalan Gajahmada no 135, Tante." jawab Nana.



"Ayuk bareng sama Tante saja, kita searah kok, ajak Mama Nauli.



" Terimakasih Tante, gak usah repot-repot, ini saya mau naik angkot saja, sekali lagi terimakasih Tante," tolak Nana karena tidak mau merepotkan Nauli dan Mamanya.



Mama Nauli turun dari Mobil dan menarik tangan Nana, "ayo naiklah... ini sudah sore angkot sudah jarang yang lewat," ajak Mama Nauli dengan memaksa.



Akhirnya Nana ikut masuk Mobil Nauli.


"Waduh... saya jadi tidak enak sama Tante dan Nauli, karena sudah merepotkan, ucap Nana dengan sopan.



Nauli duduk bersebelahan dengan gadis cantik itu, sedangkan Aku duduk di belakang dengan Mama Nauli. selama perjalanan Mama Nauli yang ternyata bernama Lina mengajak ngobrol


sehingga tak terasa sudah sampai di depan halaman rumahku.



Terimakasih Nauli,Tante Lina atas tumpangannya, mari mampir, " ucap Nana sambil keluar dari mobil dan menawarkan mampir pada Tante lina.


" Tante langsung saja ya, sudah sore sebentar lagi magrib," tolak Tante Lina dengan sopan. Mobil Nauli pergi menjauh.

__ADS_1



__ADS_2