Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

khirnya sampai juga di villa setelah tiga jam perjalanan , lelah sudah pasti. tapi semua itu terbayar dengan sempurna saat merasakan udara yang sejuk dan pemandangan indah bak permadani hijau, ya... perkebunan teh terpapar di hadapanku.



Ayah Nana sengaja mengambil cuti tiga hari, begitupun dengan mbak Dewi, dan kak Elang. Kami berlima memasuki Vila yang cukup luas dengan dua lantai. lantai atas ada empat kamar dan lantai bawah juga empat kamar.



Om Surya, Tante Naning, dan panji sudah duduk manis di ruang tamu. melihat kedatangan keluarga Alvian senyum lebar tersungging dari bibir om Surya.



Om Surya mempersilahkan mereka semua beristirahat di kamar yang tersedia.


Nana memilih kamar lantai atas begitupun dengan mbak Dewi.



Nana membuka pintu kamar, terlihat ranjang empuk yang menggoda untuk ditiduri.


setelah meletakkan tas, Nana merebahkan tubuhnya ke ranjang. Saat hampir terlelap terdengar suara HP berdering. dengan malas Nana mengangkat video call dari seseorang dengan mata terpejam.



Nana:"Halo... Assalamu'alaikum, sapa ya?



Alvin:"waalaikum salam, gue... calon suami Lo"



Nana:"Eh ... calon suami?, kapan Lo lamar gue dodol! Vin ada apakah? tanya Nana sambil membenarkan posisi duduk



Alvin:"Kangen Lo Yank! sedetik rasa sehari, sehari rasa sebulan, seminggu rasa setahun. gue mau nyusul kesana ya, turnamen bola voli kan diundur Minggu depan."



Nana:"gombal mukio Lo! siang siang sudah jualan gombal receh.kalau kangen kan bisa vc ngapain mau kesini, gue kan disini cuma dua hari? sudah ah... kalo gak ada yang penting gue mau tidur"



Alvin:"ehh... gue mau kencan sama Lo Yank, masa liburan gue cuma di rumah sama mamah," sahut Alvin dengan wajah manyun.


"Yank, ngantuk ya? ya udah gue tutup, I lope yu Yank, Mmmmuuach," ucap Alvin sambil memonyongkan bibirnya.



Nana:"Hmmmm...."


Nana langsung tertidur pulas.



sore harinya Nana turun setelah sebelumnya mandi dan sholat Ashar.



"Sore ... Om...,. Tante...", Nana menyapa Om Surya yang sudah duduk santai di kursi panjang di halaman depan, sementara ayah dan ibunya juga menuju ke kursi panjang.



"Sini duduk dulu Na!" pinta om Surya.


"Na... bagaimana Panji di kelas? katanya kamu satu kelas dengan Panji," om Surya melanjutkan kalimatnya.



"Baik om, dia juga pintar tapi ya itu om, cueknya gak ketulungan, miskin bicara juga dan teman teman memberi julukan apa coba om?" celoteh Nana

__ADS_1



"Apa julukannya Na," tanya om Surya penasaran.



"ICE MAN om, lelaki nan dingin seperti es dikutub,"jawab Nana



Om Surya tertawa mendengar julukan yang disematkan pada anaknya itu.



Panji berdiri dibelakang kursi panjang sehingga Nana tidak tahu kehadirannya.


terdengar dehem "Hm... hm.. hm" dari belakang korsinya, spontan Nana menengok qdan melihat Panji melotot ke arah Nana.



"ehh... Panji, sini nak Duduk," pinta maminya sambil menepuk kursi kosong di sebelahnya.



mereka menggoda Panji Habis habisan, Terlihat raut gemez di wajah Panji.


"Awas Lo ya, Nana, gue bales perbuatan Lo nanti" batin Panji.



"Dah ah ... gue mau jalan jalan ke sekitar villa," izin Panji sambil melangkah menyusuri jalan.



"gue ikut ***!"




"yey....



di atas nampan terletak buah salak,


Panji tampan kok galak.!!!!"


sahut Nana dengan berpantun.



Kedua orang tua yang melihat itu hanya tertawa melihat tingkah laku keduanya.



Nana berceloteh ria namun ditanggapi dengan jawaban "hm...atau iya!" . "dasar Iceman nan miskin bicara" kesal Nana.



"MasyaAllah.... indahnya...!!!" gumam Nana.



Nana keluar rumah hanya memakai kaos dan celana jeans panjang dan sandal jepit.


suasana sore udaranya semakin dingin, Nana mendekap tangannya.



Panji yang melihat itu langsung melepaskan jaketnya dan meletakkan di bahu Nana.

__ADS_1



"Lo pake jaket gue, biar gak kedinginan, ntar masuk angin." ucap Panji.



"eh.. entar Lo yang kedinginan gegara jaketnya gue pake," balas Nana



"gak papa gue pake lengan panjang juga," elak Panji


"thanks ya ***,"



***



"Sementara itu Alvin bertemu dengan mas Wisnu, tunangan Mbak Dewi di kafe.



Alvin menyapa mas Wisnu," hai ... mas Wisnu? pulang kerja nih!



"Iya Fin, Lo nggak liburan, kan liburan sekolah sudah mulai."



"Sedih nih mas, gak ada yang ngajak liburan, enaknya keluarga Nana, mereka sedang liburan ke Villa!



"eh ...iya besok ikut mas aja, mas juga mau menyusul mbak Dewi ke Bogor."



"yes... iya mas, aku mau," sahut Alvin kegirangan.


***



keesokan mas Wisnu menjemput Alvin, mereka langsung menuju ke Bogor setelah hampir Tiga jam, mereka pun sampai di Villa Bogor.



Alvin melihat Nana dan Panji sedang menyusuri kebun teh, Alvinpun minta diturunkan di sini.



"Nana... Panji....," teriak Alvin sambil melangkah cepat menuju ke tempat Nana.



"Heh... kenapa Lo bisa sampai sini?"tanya Nana dengan wajah keheranan.



"ya... gue naik mobil makanya sampai sini. kalo gue naik odong-odong ya mesti tahun depan baru bisa sampai sini," sahut Alvin bercanda.



"Haiii Vin... gue Juga kaget nih lihat Lo muncul disini." ucap Panji



"iya nih...kayak jaelangkung, datang tak diundang, pergi tak diantar, huh, jangan jangan loahluk ghaib" sahut Nana sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2