
"Maaf Om Tian...kak Kevin, Nana rasa perlu bicara dengan Alvin sebentar, karena Nana juga belum paham dengan apa yang dibicarakan Alvin ini Om!" izin Nana pada om Tian yang hanya mengangguk dan mempersilahkan.
Nana menarik tangan Alvin agar meninggalkan ruang tengah menuju halaman samping rumah. Tapi Alvin malahan ganti menarik tangan Nana ke dalam kamarnya yang tadi.
Eh... kodok, kampret, jangkrik ngapain kita balik kamar, ayo kita ngomong ini di halaman samping saja, gue takut ada setan lewat bisikin Lo agar mesum, yang ada gue di ***** ***** lagi, ingat dosa ye Zeyeng Alvin, "bujuk Nana agar Alvin mengurungkan niatnya.
Apalah daya Nana, ia kalah tenaga dengan Alvin, memberontak juga gak ada hasilnya. Nana pasrah ditarik Alvin yang masih diam tidak menyahut ucapnya. Alvin membuka pintu kamar dan menguncinya dan melepas kunci dari daun pintu kemudian memasukkan ke dalam saku celana.
Vin... Lo mau ngapain, kok pintunya di kunci juga.
Alvin mendudukkan Nana di atas bed. sedang Alvin mengambil kursi dan duduk menghadap ke arah Nana.
"Nana... gue serius ingin menikah dengan Lo. gue beneran ingin memiliki Lo seutuhnya, gue bener bener jatuh cinta sama Lo . rasanya gue hampir gila lihat lelaki lain nembak Lo, gue cemburu dan ingin rasanya gue pukuli dia," ucap Alvin dengan mata memandang tajam iris hitam milik Nana.
"Gue juga cinta dan sayang sama Lo, Tapi kan gak harus nikah sekarang juga, nikah itu perlu pemikiran panjang , kita pacaran aja dulu setidaknya sampai Lulus SMA, Lo umumkan kalo kita pacaran juga gak papa, walau gue harus siap siap menghadapi fungirl Lo," tolak Nana terhadap rencana dadakan Alvin.
"Na... Lo beneran kan cinta sama gue, karena gue cinta kebangetan sama Lo, kita nikah siri aja yah, entar resepsinya nunggu lulus SMA atau kuliah. Gue ingin Lo seutuhnya jadi milik gue, dan gue gak mau kehilangan Lo karena lelaki lain memilikimu." ucap Alvin dengan nada memaksa.
Nana masih diam berusaha mencerna ucapan Alvin, "ya Allah kenapa Alvin jadi posesif gini?"batin Nana.
Alvin menangkupkan tangan pada pipi Nana, kamu gak usah kawatir, gue yang urus semua, Lo terima beres, gue hanya butuh Lo setuju dengan rencana gue, ucap Alvin kemudian memeluk Nana dengan Erat.
"Na . . . gue mohon percayalah padaku, gue bener bener sayang sama Lo." ucap Alvin sambil membelai rambut Nana.
__ADS_1
Nana membenamkan kepalanya ke dada Alvin, ada rasa tenang, aman dan terlindungi.
Alvin memegang dagu Nana dan mencium lembut bibir Nana. Nana menikmati ciumannya dan merasa ada sesuatu yang bergejolak didadanya, begitupun dengan Alvin.
segera Nana menghentikan ciumannya agar tidak kebablasan.
"yuk... keluar dari kamar, entar dikira kita ngapa ngapain lagi,"ajak Nana pada Alvin.
Alvin mengambil kunci dari sakunya dan membuka pintu kamarnya.
"Ayuk ketaman samping, ajak Alvin pada Nana.
Mereka duduk di bangku taman sambil mendengarkan lagu dari HP menggunakan earphone, Alvin menyelipkan satu earphone ke telinga Nana, terdengar lagu milik seventen memilikimu. sementara kak Kevin dan kak Cintia mengamati di sejoli yang duduk di taman dari balkon kamarnya.
🎼🎶🎶🎶🎼🎸
Miliki dirimu seutuhnya
Marilah melangkah seirama
Saling menopang berbagi rasa
Karena ku selalu memilikimu
Mendekap ku lebih erat
Melihat ku lebih dekat
Mencintaiku lebih baik
Memilikiku jangan pernah kau lepas
__ADS_1
Beri yang terbaik untuk diriku
Menuntunku di saat ku tersesat
Dan pasti aku mencintaimu
Mendekap ku lebih erat
Melihat ku lebih dekat
Mencintaiku lebih baik
Memilikiku jangan pernah kau lepas
Kau lepas...
Mendekap ku lebih erat
Melihat ku lebih dekat
Mencintaiku lebih baik
Memilikiku jangan lepas
Mendekap ku lebih erat
Melihat ku lebih dekat
Mencintaiku lebih baik
Memilikiku jangan pernah kau lepas
Jangan pernah kau lepas
Sumber:Â Musixmatch
__ADS_1