Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
delapan puluh


__ADS_3

Nana berjalan beriringan dengan Toni untuk memasuki kelas baru kelas XII A. senang karena masuk kelas unggulan tapi juga sedih karena harus berpisah dengan Rita dan lainnya.


Nana memilih kursi ke tiga dari depan di tempat yang dekat dengan jendela. Sedangkan Toni duduk di sebelah Nana.


Lily tersenyum melihat Nana yang berada dalam satu kelas yang sama dengannya.


Wali kelas baru kelas XII A adalah Bu Siska. beliau memasuki ruang kelas, setelah membuka salam beliau membentuk organisasi kelas. Ketua kelas XII A adalah Susanto Putra, orang yang menjadi ketua kelas Nana saat kelas dua.


karena hari ini adalah hari pertama masuk sekolah maka siswa di pulangkan lebih awal. dewan guru akan mengadakan rapat.


Susanto, mendatangi tempat duduk Nana, "wah... kita sekelas lagi Na,"sapa Susanto dengan senyum bahagia.


"iya..., eh Sus selamat ya sudah terpilih kembali menjadi ketua kelas, semoga kelas kita bisa lebih baik lagi kedepannya." Jawab Nana memberikan semangat pada Susanto.


Saat Nana dan Toni hendak keluar Lily dengan gaya sok cantiknya tapi memang cantik sih menghampiri Nana.


"Eh ... ada Parasit jelek nan miskin, kenapa kita bisa sekelas sih, cuih... merusak pemandangan saja" sapa Lily dengan gaya sok cantik yang membuat Nana mengernyitkan dahinya, "kesurupan Apa nih kuntilanak, datang datang kok mulutnya penuh cabe makanya ngomongnya pedes," batin Nana.

__ADS_1


"Toni, gue kok denger kayak ada suara yah, tapi kok gak ada wujudnya! wihhh... jangan jangan ada kuntilanak atau mahluk gaib," balas Nana yang mengabaikan sapaan Lily. Toni yang mengetahui itu hanya tersenyum dan mengikuti Nana keluar dari ruang kelas.


"Sialan loh, gue dikatain kuntilanak dikira gue jin apa, awas saja lo, kutil," umpat Lily yang geram dengan ucapan Nana.


Seperti biasa Nana dan kawan-kawannya berkumpul di gazebo taman sekolah, di sana sudah berkumpul Rita, Alvin dan Riri, tapi ada satu penampakan baru yaitu Susanto.


"Eh... tumben ketua kelas gue yang super sibuk gabung di sini," ucap Nana yang memposisikan diri duduk di sebelah Alvin. sedangkan Toni duduk di sebelah Riri.


" Iya... sekali kali boleh dong, gue gabung bareng kalian, soalnya kalian semua orangnya asyik sih, balas Susanto.


" hai... pangeran kampret tampan," bisik Nana ke telinga Alvin.


"Hai juga beautiful girl on my heart," balas Alvin dengan senyum Sejuta Watt yang membuat tiga cewek di situ silau dan meleleh memandang takjub senyum Alvin.


"Alvin... kamu jangan suka senyum Sejuta Watt seperti itu di depan cewek lain, bisa mati berdiri mereka karena terpesona dengan senyumanmu itu," canda Rita pada Alvin.


"Senyum gue sudah ada yang punya kok Rita, sudah dikontrak seumur hidup malahan," balas Alvin sambil melirik gadis di sebelahnya.

__ADS_1


"Eh... teman teman kita adakan belajar kelompok yuk, kita kan sudah kelas tiga nih, jadi perlu belajar lebih untuk menghadapi ujian," ajak Susanto.


"Ide bagus tuh, untuk tempat kita giliran saja saja," sahut Rita antusias.


"Aduh ngobrol terus sampe lupa, nih temen temen gue dibawain bakpia pathok, yangko geduk trio, oleh oleh khas Yogyakarta," ucap Rita.


Mereka sedang asyik ngobrol dan menikmati oleh oleh yang dibawa Rita, tiba tiba seorang gadis menghampiri Alvin.


"Kak Alvin, ini ada titipan untuk kakak, ucap gadis itu sambil memberikan sepucuk surat untuk Alvin dan sebatang .


Alvin masih acuh tak acuh dengan ucapan


dari gadis itu yang langsung pergi setelah memberikan surat padanya.


Alvin langsung meremas surat itu tanpa membacanya. Nana yang penasaran siapa pengirim surat , mengambil surat itu dan membaca isi surat. Nana agak terkejut, melihat siapa pengirim surat cinta itu ya dia adalah Risma, adek mas Wisnu.


....

__ADS_1


__ADS_2