Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
,104


__ADS_3

"Vin ... bawa gue ketemu Tante Nena sekarang!" ucap Nana meminta pada Alvin.


"tapi ini sudah malam, hampir jam sepuluh," ucap Alvin menolak.


Nana mengganti pakaiannya dengan celana panjang hitam dan sweater merah marun.


Nana berjalan dengan menarik tangan Alvin.


ingin rasanya cepat sampai rumah Alvin dan bertemu Tante Nena.


Alvin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, setelah tigapuluh menit, mereka sampai di sebuah rumah besar dengan halaman depan dan samping penuh dengan bunga dengan hiasan lampu nampak indah.


Alvin mengajak Nana masuk dan menyuruhnya duduk di ruang tamu yang agak luas dan elegan. Alvin melangkah masuk dan menuju kamar Ibunya.


saat Alvin di kamar ibunya, terdengar suara orang berjalan mendekati ruang tamu. nampak seorang perempuan cantik dengan tubuh tinggi semampai yang nampak elegan memakai baju tidur dari sutra. seperti bidadari saja.


"halo... mau bertemu dengan siapa?" sapanya


"Halo juga, Alvin dan Tante Nena," jawab Nana.

__ADS_1


Perempuan itu nampak mengentikan dahinya, kemudian berkata," perkenalkan saya calon istri Alvin," ucap perempuan itu dan duduk dekat dengan Nana.


"Nana nampak terkejut mendengar kalimat yang diucapkan oleh perempuan itu.


"Oh... saya Nana, sahabat Alvin dari Indonesia, saya ada keperluan di Jerman, sekalian mampir." ucap Nana.


"Ya Tuhan, apa gue salah datang kemari..., Alvin sudah mau jadi milik orang, tidak seharusnya gue jadi orang ketiga," ucap Nana dalam hati yang yang rasanya ingin meledak dengan tangisan.


Alvin terlihat mendorong ibunya yang duduk di kursi roda. Tante Nena mengarahkan pandangannya pada Nana yang berada tidak jauh dari Nana, air matanya mengalir dengan deras. dan tanpa diduga dia berdiri dari kursi rodanya dan berjalan pelan kearah Nana sambil memanggil nama Nana.


Nana ikut menangis dan menghampiri Tante Nena. mereka berdua saling berpelukan dan menangis tersedu-sedu. tidak ada suara yang keluar dari mulut keduanya, hanya tangisan pilu yang terdengar dari keduanya. kak Kelvin dan istrinya yang sayup sayup mendengar suara tangisan pun akhirnya turun menuju ke ruang tamu, betapa terkejutnya Kevin saat melihat ibunya berdiri di atas kakinya dan memeluk Nana dengan sangat erat.


semua yang hadir di sana terkejut melihat mamah Nena bisa berdiri dan berjalan.


"tidak ada yang bersalah Tante, inilah takdir yang terjadi, kita tidak bisa hindari, jalani saja, pasti sesuatu yang baik sedang menunggu kita," ucap Nana yang semakin membuat semua yang diruang tamu ikut menangis .


"bagaimana kabar Tante?" ucap Nana yang mengajak Tante Nena duduk di sofa.


mereka ngobrol panjang, sampai hampir jam dua belas malam. Nana pamit kembali ke hotel. tapi Tante Nena tidak mengizinkan Nana untuk pulang, dia ingin tidur memeluk Nana.

__ADS_1


" baik Tante aku menginap di sini malam ini." ucap Nana yang membuat lega yang mendengarnya.


Nana tidur nyenyak dengan dipeluk Tante Nena. saat subuh Nana sudah bangun dan menuju kamar mandi, setelah Nana selesai dengan kesibukan pagi di kamar dia menuju dapur untuk mencari minum. dia mengambil air hangat dan meneguk habis segelas.


pujian Nana menerawang, dia meletakan kepalanya di atas meja makan.


" Alvin, mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu, kau sudah bertemu dengan jodohmu, maka aku akan pergi menjauh meninggalkan dirimu mantan calon suami, yang tersisa dari kita hanya persahabatan." gumam Nana dengan mata kembali berair dan selamat tinggal semuanya.


Nana bergegas hendak ke kamar Tante Nena dan berpamitan sebelum semua bangun, tetapi tangannya ditarik Alvin yang ternyata sedari mengamati apa yang Nana lakukan.


"Alvin..." Nana berhenti dan berusaha melepaskan tangannya.


"sudahlah, gue merelakan diri lo dengan yang lain, selamat berbahagia. dan sekarang gue pamit mau pulang, sudah tidak ada tempat bagi gue disisi lo. yang tersisa dari kita hanya persahabatan," ucap Nana pelan.


" apa maksud Lo? tidak ada tempat bagi Lo? Lo tahu gue cinta mati sama Lo, gue tidak berniat menikah lagi kalo tidak dengan Lo," ucap Alvin putus asa.


"Tapi ada wanita lain diantara kita yang sangat menginginkanmu menjadi suaminya. dia sangat sepadan dengan Lo, yang Gagah dan tampan."


"kalo Lo mau pulang,... pulanglah, tapi ingat gue selamanya tidak akan menikah kecuali dengan Lo. "ucap Alvin sambil berlalu meninggalkan Nana menuju kamarnya. Tante Nena yang tadi sudah bangun dan mencari Nana mendengar semua percakapan Alvin dan Nana. hatinya sedih mendengar ucapan Alvin. Bagaimana dengan Catharina yang sangat mencintai Alvin tapi Alvin tidak pernah membuka sedikitpun hatinya walaupun awalnya mereka dijodohkan oleh kakek masing masing tapi Cathrina langsung jatuh cinta saat melihat Alvin.

__ADS_1


Nana hanya melongo mendengar ucapan Alvin. hatinya galau.


...


__ADS_2