
😎😎😎"MAAF BILA TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA"😎😎😎
Setelah kedatangan Pak Kelvin Nana dan teman-temannya langsung kembali ke tenda. malam itu semua siswa tertidur dengan nyenyak walaupun banyak nyamuk beterbangan sana dan sini.
Suara burung berkicau merdu, udara yang sejuk, semakin membuat nyaman suasana, Tapi Pagi ini Nana kebingungan, mau ke toilet karena sudah sangat kebelet pipis, tapi semua WC antrian panjaaaang.
Akhirnya Nana ke semak-semak dengan membawa sebotol air mineral.
" Rita...tolong temenin dan jagain gue ya, takutnya ada manusia atau jadi jadian yang lihat gue lagi pipis!" ucap Nana sambil melihat tengak tengok melihat keadaan sekitar.
"huh... Alhamdulillah lega."gumam Nana yang masih membetulkan celananya.
"mau pipis aja antrian nya panjang kayak antri sembako saja," geresah Rita.
"ya pasti lah Rita, sudah menahan semalaman, mesti paginya ya ke belakang," jawab Nana
Setelah kegiatan wajib pagi hari seperti Mandi dan sarapan selesai terdengar suara sirine.
🔊"Halo...Halo... perhatian perhatian kepada semua siswa diharapkan berkumpul di lapangan," ucap pak Kelvin menginstruksi semua siswa agar mendekat.
Pak Kelvin menjelaskan acara selanjutnya adalah mencari jejak dengan rute yang sudah ditentukan. kegiatan ini dilaksanakan secara berkelompok dengan anggota yang sudah terbentuk. setiap kelompok akan mengikuti rute dengan 5 pos tempat game.
kelompok Nana adalah kelompok sembilan. setelah selesai mempersiapkan barang yang akan dibawa. mereka pun berkumpul kembali ke lapangan dan mulai bergerak mencari jejak dengan jarak waktu tiga puluh menit untuk pelepasan tiap kelompok.
Susanto di garda paling depan disusul Rita, Amel, Anin, Nana dan paling belakang Panji. mereka bergerak mengikuti tanda panah dan sampailah di pos 1. disini kami harus memecahkan sandi Morse untuk tahu petunjuk ke rute berikutnya.
Nana hanya bisa mengartikan beberapa, selebihnya diselesaikan oleh Panji yang ternyata otaknya encer juga.
__ADS_1
mereka melanjutkan perjalanan, tiba tiba Anin berteriak-teriak," ihhh.... apaan ini nempel di tangan gue," sambil berusaha melepaskan binatang itu dari tangannya.
"hiiihh apaan tu Nin... jijik gue lihatnya, kenapa nempel terus gak mau lepas? sahut yang lain.
Panji dan Susanto mendekati Anin.
Ini Pacet Nin, laper tuh ... biarin aja ntar kalo kenyang juga lepas sendiri, ucap Susanto.
"Gila Lo... jijik gue, gimana kalo gak mau lepas, entar darah gue habis hiks... hiks, ucap Anin sambil menangis.
Panji mengeluarkan bubuk putih dari tasnya, kemudian di tabur ke atas Pacet itu, alhasil pacetnya lepas.
"Dah ... yuk kita lanjut perjalanannya," ucap Susanto.
"garam, jawab Panji pendek.
karena Nana melihat ke arah Panji dia tidak menyadari ada batu agak besar di depan kakinya, Spontan kaki Nana tersandung, tubuh Nana hilang keseimbangan.
Engsel kaki Nana terkilir, tangan Nana yang berusaha menopang tubuhnya pun tergores patahan kayu hingga berdarah.
"Ya Allah, Nana kenapa Lo gak hati-hati sih...," teriak Rita saking terkejutnya.
"Gimana keadaan Lo, duduklah dulu dan luruskan kakinya." perintah Panji pada Nana.
"Awww... sakit.. ," rintih Nana.
__ADS_1
"Sinikan tangan Lo, ucap Panji sambil membersihkan tangan Nana dengan air, kemudian meneteskan betadin.
"Bisa jalan gak, kalo gak biar gue gendong menuju pos berikutnya," ucap Susanto pada Nana.
"Lo pimpin teman teman, biar gue yang gendong Nana," pinta Panji sambil jongkok di depan Nana.
"Naik... cepetan.. ,"ucap Panji.
Nana pun Naik ke punggung Panji,
" maafin gue pan, ... gara gara gue gak hati-hati Lo yang sudah, ucap Nana sedih.
" gak papa, gue kuat kok kalo cuma gendong Lo, sahut Panji.
"Gue berat Lo pan, turunin gue gih...,"
"berisik ah...," sahut Panji yang masih tetap menggendong Nana.
"Makasih ya Pan, ternyata Lo baik banget, gue jadi terhora, eh terharu...," celoteh Nana.
"Kita berteman ya Pan, pinta Nana dan dijawab dengan "hmmm" oleh Panji.
__ADS_1