Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
Lamaran


__ADS_3

kulihat pukul tujuh kurang lima belas menit. ada yang mengetuk pintu, kukira tamunya yang datang, ternyata Alvin yang datang dengan mengenakan kemeja kotak warna biru tua lengan pendek dengan Daleman kaos putih dan celana panjang hitam



Kupandangi Alvin sambil bengong dan terucap, "Duh, Gusti Allah... ini ada mahluk yang sangat tampan dari manakah?"ucap Nana tanpa sadar.



"Helow....!" Alvin melambaikan tangan di depan Nana yang masih bengong.



"Lo... beneran Alvin... kenapa Lo tambah ganteng..." ucap Nana



"iya memang gue ganteng kok... sedari orok gue dah ganteng, tapi Lo juga cantik kok, kayaknya kita memang jodoh Na, warna baju kita couple juga !"sahut Alvin sambil tersenyum manis.



"Ehh... "sampai aku lupa menyuruh Alvin masuk.


"Masuk Vin, langsung keruang tengah aja Vin, ajaku pada Alvin.



"Alvin masuk sambil mengucap salam tak lupa mencium tangan ayah dan ibuku.



Tamunya belum datang Tante? tanya Alvin.



"sudah!"



"mana Tante?"



"lah ini ....dihadapan Tante," usil ibuku pada Alvin.


"Baiklah Tante, kalau begitu Alvin mau lamar Nana sekalian," canda Alvin.



"Emang Alvin berani bilang sama ayahnya Nana," tantang Tante Mayang ibu Nana.

__ADS_1



Alvin berjalan mendekati ayah Nana lagi.



"Om... kata Tante Mayang Alvin suruh lamar Nana"ucap Alvin pada ayah Nana.



Ayah Nana melirik pada Tante Mayang yang sedang tersenyum. sedangkan mbak Dewi dan kak Elang terkekeh geli dengan kejadian itu.



"Vin yang mau dilamar itu mbak Dewi, kok malah kamu duluan yang datang mau melamar, sekolah dulu yang bener, pantaskah dirimu untuk menjadi seorang suami. jawab ayah Nana sambil tersenyum.



Alvin memang sudah akrab dengan keluarga Nana karena sedari kecil Alvin sering meminta main ke rumah Nana. kalau tidak dituruti bisa ngambek seharian.



Jam setengah delapan rombongan mobil tamu dari keluarga mas Wisnu datang. Ada ayah, ibu, nenek, kakek dan adik perempuan mas Wisnu yang seumuran dengan Nana.



dan duduk, ayah, ibu dan kak Dewi duduk berhadapan dengan keluarga kak Wisnu.



Aku dibantu kak Elang, dan Alvin membantu mengeluarkan hidangan pembuka. dilanjutkan ibu meletakkan di atas meja. Nana mengamati kak Wisnu, lumayan ganteng dan kelihatan dewasa, kemudian Nana melihat satu persatu keluarga mas Wisnu, kulihat adik mas Wisnu sedang melihat Alvin dan kak Elang bergantian.



ibu menyuruh kami duduk di belakang beliau.


Ayah mas Wisnu membuka pembicaraan tentang maksud dan kedatanganya, kulirik mbak Dewi tertunduk malu. adapun adik kak Wisnu masih terus menatap wajah tampan Alvin.



Kusenggol lengan Alvin yang duduk di sebelahku.



"Vin ... mata adik kak Wisnu menatapmu tanpa kedip, jangan jangan mau langsung minta dikawinin sama Lo," bisik Nana pada Alvin.



"mana? tuh yang duduk di sebelah neneknya." bisik Nana pada Alvin. benar saja saat Alvin memandang balik terlihat gadis itu tersenyum manis.

__ADS_1



"Lo gak usah cemburu ya Yang... hati gue tetap milikmu," gombal Alvin sambil tersenyum.



"kampret Lo,"balas Nana.



"kampret gini tapi Lo suka sama gue kan? blush wajah Nana memerah.



" Eh jangan berisik sendiri!" ucap kak Elang dengan pelan namun penuh penekanan dan meletakan telunjuk ke mulutnya.



Lamaran kak Wisnu diterima oleh ayah Nana, selanjutnya penentuan tanggal pernikahan, yang jatuh bulan depan. Kata ayah semakin cepat semakin baik daripada kelamaan pacaran.



Setelah perjamuan makan besar selesai keluarga mas Wisnu pamit undur diri. semua saling bersalaman, tak terkecuali "si ciblek" Nama adik Mas Wisnu yang ternyata bernama Nadia.



"Si Ciblek ngajak ngobrol Alvin, kayaknya minta kenalan dan juga No HP juga tuh,"gumam Nana kesal.



"Udah Vin kenalannya,"ucapku disebelah Alvin.


"Cantik ya adik Mas Wisnu, ucap Nana selanjutnya.



"Iya, cantik wajahnya, tapi buat gue Nana lebih menarik," jawab Alvin sambil memandang wajah Nana, Alvin tahu kalo Nana agak cemburu .



"Sabar ya Na, beginilah Nasib orang ganteng, kemana mana dikejar-kejar cewek," ujar Alvin sambil terkekeh yang ditanggapi mata melotot Nana.





__ADS_1


__ADS_2