
Nana POV
Akhirnya aku menikah dengan Alvin Sanjaya lelaki tampan nan tinggi dambaan para wanita, membuat gila dan merana bagi yang ditinggalkannya. Hari ini adalah hari pertama aku masuk ke rumah Alvin sebagai seorang istri dari Alvin Sanjaya, ada rasa membuncah dalam dada walaupun ketakutan itu selalu nyata adanya.
Alvin yang tampan dan kece badai tanpa cela menikah denganku yang ala kadarnya, jelas pelakor itu nyata dan ada di mana-mana, aku sudah mempersiapkan semuanya dari dulu apapun konsekuensi yang harus dihadapi tidak ada kata mundur sekarang ini, karena aku sudah mengambil keputusan dan aku harus melaksanakan apa yang menjadi keputusan ku. Aku mencintaimu Alvin Sanjaya.
...
Sesampai di rumah, Alvin dan Nana menemui ibu dan kakek yang sudah ada di rumahnya dan sedang beristirahat di kamar.
rumah ini benar benar terasa lengang dan sepi setelah kepergian papah.
Ibu mempersilahkan Nana untuk masuk ke dalam rumah," selamat datang Nana menantuku ," sambil memeluk Nana dan menangis karena rasa bahagia.
" terima kasih Mama, sudah mengizinkan aku menjadi menantumu,"mama hanya diam dan geleng geleng kepalanya mendengar ucapan Nana.
"maafkan kami yang bersalah padamu Nana, tapi Tuhan maha baik, masih mempertemukan kita dan menyatukan kalian dalam ikatan pernikahan, oh ya Alvin dan Nana, jangan lupa cepatlah beri Mama cucu, agar rumah kita tidak sepi seperti ini," ucap mamah pada menantu dan anaknya.
__ADS_1
"Sedang diusahakan mah, doakan saja semoga lekas jadi," ucap Alvin cengengesan yang langsung mendapat cubitan dari Nana.
"Oh iya kakakmu kemarin sudah kembali lagi ke Jerman, Bagaimana denganmu Vin," tanya Mama pada Alvin.
" aku sendiri belum tahu mah, Apa yang harus kulakukan sekarang, yang jelas aku ingin menghabiskan minggu ini, hanya berdua saja dengan Nana, selanjutnya akan ku pikirkan belakangan mungkin aku lebih memilih melanjutkan usaha papah di Indonesia saja mah," jawab Alvin.
atau aku akan membuka cabang perusahaan Kakak di Jerman dan menempatkan di sini jawab Alvin yakin dengan keputusannya." tambah Alvin.
"ya sudah mah kami ke kamar dulu," pamit Alvin pada mamahnya.
" Vin aku harus memanggilmu apa yah, kalo hanya nama saja kayaknya kok tidak enak, kamu kan sudah jadi suami aku," tanya Nana.
"bagaimana kalau ku panggil mas saja, kan aku dan kamu besar di Jawa, jadi panggil Mas Alvin saja okeh," ucap Nana yang di jawab dengan anggukan oleh Alvin.
"Yang, mandi bareng yuk," ucap Alvin manja.
"kenapa dari dulu mesum kamu tidak berubah Vin,eh mas Alvin, he...he..., lidahku keseleo, karena belum terbiasa sih," ucap Nana sambil tersenyum.
__ADS_1
"Yang, kamu dengar sendiri tadi permintaan mamah, dia pingin cucu, sebagai anak yang berbakti kita harus memenuhi keinginannya," ucap Alvin berdalih dan langsung menarik Nana ke kamar mandi, bukan mandi sebentar tapi mandi hampir satu jam setelah, sampai kaki dan tangan mereka keriput.
Apa yang mereka lakukan di kamar mandi hanya mereka berdua yang tahu😂. Nana berganti pakaian dengan dress rumahan, dan turun dari kamarnya. dia ingin memasak untuk suami dan ibu mertuanya.
Nana berjalan menuju ke dapur, sesampainya di dapur dia membuka kulkas yang tidak ada isinya. Nana kembali ke kamar dan menemui Alvin.
"Mas... kita jalan jalan ke luar yuk," ajak Nana yang berniat mengajak Alvin ke supermarket untuk belanja kebutuhan dapur.
Alvin mengiyakan dan mereka berdua keluar dari rumah menggunakan mobil yang ada di garasi.
" kita mau jalan ke mana nih yang," ucap Alvin sambil mengemudi mobil.
"Kita ke supermarket Mas, mau belanja kebutuhan dapur, karena tadi pas aku mau masak tidak ada bahan apapun di kulkas yang bisa dimasak." ucap Nana.
" jadi ceritanya istri aku tersayang mau masak buat suami tercinta nih?" goda Alvin.
"Iya mas, masak punya istri seperti jomblo, gak ada yang masakin, yang ada nanti kamu kabur sama perempuan lain," jawab Nana dengan bibir manyunnya.
__ADS_1
" l love you until the end, itu keinginanku," sahut Alvin sambil mengacak rambut Nana.
...