
"Sabar ya Na, beginilah Nasib orang ganteng, kemana mana dikejar-kejar cewek," ujar Alvin sambil terkekeh yang ditanggapi mata melotot Nana.
"Kepedean banget, tapi Lo emang bener kok Vin, Lo emang ganteng, tamvan pantes kalo dikejar-kejar sama cewek. yang gak pantes itu kalau cewek tidak cantik dikejar-kejar cowok tampan, kesannya aneh," sahut Nana.
Alvin hanya bisa melongo mendengar kata-kata Nana.
"Gue gak aneh kok Na, gue kejar cewek yang memang pantas untuk gue kejar dan perjuangin dan tunggu saatnya tiba Na," jawab Alvin
Jam sepuluh pagi acara lamaran selesai dan semua keluarga mas Wisnu sudah pulang.
" kamu gak pulang Vin, acara sudah selesai," kata Nana.
"Gak masih pagi ini, jalan jalan yuk ... suntuk kalo di rumah terus," ajak Alvin pada Nana.
"Jalan sama Lo males tahu gak, yang ada semua mata mengarah pada Lo, dan parahnya lagi entar gue dianggap pembantu Lo.
"Om Adrian, boleh gak Alvin Ajak Nana jalan-jalan?" izin Alvin pada ayah Nana.
"Boleh asal pulang jangan kemaleman." jawab Om Adrian sambil berjalan menuju kamar.
__ADS_1
"Sudah ijin dan di bolehkan ayahmu, ayok... buruan kita jalan jalan, ajak Alvin pada Nana.
"Eh... Vin, gue ganti baju dulu masa pergi pake baju ginian, yang bener aja kayak mau kondangan aja, emang mau ke mana sih!
"Udah sana ganti baju dulu , gue tunggu Lima belas menit." warning Alvin supaya Nana buruan ganti baju.
Nana mengganti bajunya dengan yang lebih santai yaitu menggunakan celana kulot panjang hitam, kaos berwarna hijau muda dengan gambar keropi, jaket girly hitam dan menguncir rambut nya tak lupa Nana juga membawa topi dan tutup muka.
Nana dan Alvin pamit pada ibu Nana, Alvin mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, setelah satu setengah jam akhirnya sampai juga ditempat yang diinginkan Alvin.
Hamparan pasir putih dan deburan ombak dengan semilir angin, yah... kami tiba di pantai.
Alvin tahu kemana harus membawa Nana, ia tahu Nana pasti menolak bila diajak ke Mall bersamanya.
"Kita kayak orang pacaran ya Vin, berduaan begini, coba ada temen temen Riri, Rita, Toni pasti rame."
"Oneng, gue memang pingin berdua sama Lo. gue pingin hari ini Lo hanya peduli, perhatian ke gue, bukan ke yang lain. ini kencan kita, gue pingin Lo tahu, bahwa gue peduli dan sayang sama Lo."ucap Alvin penuh penekanan.
"Vin kamu tahu gak, kadang gue masih gak percaya, kok bisa Lo suka sama gue, ada ketakutan tersendiri kalau ini hanya mimpi dan tidak nyata.
Alvin tiba-tiba menarik hidung pesek Nana sambil berucap " ini nyata bukan mimpi Oneng."
__ADS_1
"kapan sih Lo sadar dengan perasaan Lo sendiri, batin Alvin.
"Ehh Vin aku laper, tadi belum sempat mencicipi beraneka ragam makanan dan jajanan di rumah.Tahu gini tadi bawa banyak makanan dari rumah."
"Yuk ke sana ada resto seafood, kayak nya enak." ajak Alvin.
"Aku mau udang asam manis dan minuman es degan,"ucap Nana
Alvin memanggil pelayan dan memesan udang asam manis, kepiting saus tiram dan cumi pedas manis dan minumnya es degan.
selang berapa lama pesanan datang.
Alvin dan Nana melahap habis makanan yang ada di meja. setelah selesai mereka menuju ke kursi yang ada di bawah pohon.
"Kenyang banget Vin," ucap Nana sambil bersandar pada kursi.
"Makasih banget untuk hari ini Vin, gue seneng banget. Lo memang yang terbaik."
mata Nana semakin lama semakin berat karena ngantuk. Nana tidur di kursi yang kemudian diambil alih Alvin, disandarkan kepala Nana dibahu Alvin dengan tangan Alvin merangkul bahu Nana. Alvin mengambil HP dan memfoto momen Nana tidur di pelukan Alvin.
"Gue juga seneng banget bisa kencan sama lo, Thanks Nana, udah jadi sahabat gue yang akhirnya gue cintai juga." Love you forever Nana. Aamiin." gumam Alvin sambil mengecup kening Nana.
__ADS_1