
"Kalo pergi jangan sendirian apalagi di daerah hutan seperti ini, panggil gue kalo mau ke mana mana, biar gue temani," ucap Panji yang diikuti anggukan oleh Nana.
"Pan... Lo kayak pawang ular, gak takut digigit gitu? kayaknya Lo mirip sama Artis yang tenar di tv "Panji si penakluk ular". Apa karena nama Lo sama kali ya, jadi ularnya juga takut sama Lo,"Ucap Nana sambil tersenyum yang terlihat lesung pipinya.
Panji hanya geleng-geleng kepala mendengar pernyataan Nana yang lucu menurutnya.
Panji sampai ke tempat pengumpulan kayu bakar dan meletakan banyak kayu yang di bawa.
Sore harinya seluruh siswa berkumpul di tempat camping, semua tenda sudah berdiri, tenda untuk laki laki dan perempuan terletak terpisah tapi masih dalam satu tempat.
Nana, Rita,Amel dan Anin jadi satu tenda. sedangkan Susanto, Panji, Alvin dan Toni juga jadi satu tenda.
Acara untuk malam ini adalah Permainan dalam Api unggun, sedangkan untuk besok acaranya mencari jejak dan mancing di danau.
mulai magrib api unggun mulai dinyalakan, masing-masing siswa duduk membentuk lingkaran yang melingkari api unggun. Tampak beberapa siswa ada yang mengeluarkan gitar, ada yang mengeluarkan jajanan dan ada yang mengeluarkan tempat panggangan dan beberapa box berisi ikan, udang segar, sosis dan daging sapi.
Acara malam ini adalah unjuk kebolehan masing-masing kelompok. Siswa dibagi menjadi sepuluh kelompok yang masing-masing terdiri dari 6 orang siswa.
Malam nanti kelompok Nana yang diketuai Susanto akan menampilkan sebuah lagu.
kelompok Toni menampilkan pantomim, kelompok Lily dan geng Lem karet menampilkan gerak dan lagu dll.
Nana yang memang gak pandai di bidang seni lebih memilih membakar ikan, Alvin yang tahu Nana di depan panggangan pun menyusul mendekat.
"Yang.. gue bantuin ya!" sapa Alvin, "tapi bantuin makan," lanjut Alvin.
"Nih..., gue kasih ikan, makan dan habisin kalo bisa sama durinya sekalian,"jawab Nana sambil menyerahkan ikan yang sudah ditusuk tapi belum dibakar, sambil terkekeh geli melihat wajah Alvin.
"Tega amat Lo sama gue Yang,... emang gue kucing, makan ikan mentah!" sungut Alvin, sambil memanyunkan bibirnya yang merah, karena Alvin tidak merokok.
"Nih... tusuk tuh ikan, sosis sama udangnya, entar gue yang bakar," perintah Nana pada Alvin.
"Yang... Lo tega sama Babang tampan satu satunya, masak suruh tusuk ikan ntar bau gue amis dong," ucap Alvin dengan wajah memelas, tapi tetap berjalan ke tempat menusuk ikan
"Santai aja Vin... Lo masih tetap yang paling tampan kok," sahut Riri yang sudah berdiri di sebelah Nana.
__ADS_1
Panjipun datang bergabung dengan grup barbeque
"Gue bantuin Vin," pinta Panji sambil mengambil tusuk bambu dan menusuk sosis.
Sementara itu terdengar panggilan untuk Susanto dan Rita untuk tampil, sontak Nana Riri dan Alvin menghentikan aktivitas dan menonton perform Rita. Rita menyanyikan lagu Iwan fals yang diiringi petikan gitar oleh Susanto.
jreng...jreng... jreng...
Suatu hari
dikala kita duduk di tepi pantai
dan memandang
ombak di lautan yang kian menepi
burung camar
terbang diderunya air
suara Alam ini
hangatkan jiwa kita
mulai tenggelam
suara Gitarmu
mengalunkan melodi
tentang cinta
Ada hati
membara erat bersatu
getar seluruh jiwa
tercurah saat ini
kemesraan ini
janganlah cepat berlalu
kemesraan ini
inginku kenang selalu
__ADS_1
hatiku damai
jiwaku tentram disampingmu
hatiku damai
jiwaku tentram disampingmu
Suara merdu Susanto dan Rita membuat yang mendengar terhanyut dan ikut menyanyikan lagu tersebut.
Alvin yang berdiri di samping Nana, berusaha meraih tangan Nana, dan berbisik ditelinga Nana," lagu ini mengingatkan gue saat dipantai bersama Lo, meleleh hati gue Na dengar lagu ini," ucap Alvin sambil mencium tangan Nana kemudian memeluk Nana dari belakang.
"Eh.. kampret malu... sama yang lain, lepasin pelukan Lo." kesal Nana pada sikap Alvin sambil berusaha melepaskan pelukan, tapi karena tenaga Alvin lebih besar maka pelukan tidak jadi lepas. Nana hanya pasrah dipeluk Alvin.
Alvin hanya cuek saja menanggapi kekesalan Nana. Sementara Riri yang menyadari posisi Alvin dan Nana berdehem.
"Hm...hmmm...hmmm, kira kira dong kalo mau mesra mesraan, jangan disini, kasian gue yang masih jomblo hiks...hiks," ucap Riri sambil pura pura Nangis.
"Itu mah derita Lo... jomblo kok dipiara," ucap Alvin yang disertai cubitan Nana ke pinggang Alvin.
"Tahu nih Ri, sahabat gue jadi mesum gini, bantuin gue lepasin pelukan Alvin, Ri...!"pinta Nana.
Tanpa disadari salah satu tangan Alvin mengambil ponsel di kantong saku celana, dan tangan satunya masih memeluk Nana.
"Ton ke tempat barbeque gih...nih Riri pingin dipeluk sama Lo," suara Alvin pelan yang ternyata terdengar Oleh Riri dan Nana.
"Gih Alvin sialan.. ngomong sembarangan aja tuh mulut," sewot Riri sambil mencubit lengan Alvin.
Toni yang ditelpon Alvin pun datang ke arah mereka. Tanpa diduga dia langsung memeluk Pinggang Riri dari belakang, Riri berteriak dengan menutup mulutnya karena Sangat terkejut dengan perlakuan Toni.
" Jangan teriak nanti semua memperhatikan kita," ucap Toni dengan nada datarnya.
"Sialan Lo datang main peluk aja, jangan jangan Lo ketularan mesumnya Alvin." sungut Riri.
"dah... kita nikmati aja lagunya!" ucap Toni.
__ADS_1