Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

#Nana POV#



kita hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan semuanya. Cinta datang tanpa pandang bulu, tanpa melihat siapa mereka.


memang benar kali ya...kalo cinta tak ada logika.



Apa yang kurasakan saat ini, jantung serasa berdetak lebih cepat, meloncat loncat tanpa bisa ku atur. apa benar aku jatuh cinta? belum bisa kupastikan.



Aku tak ingin jatuh cinta pada sahabat terbaik yang kumiliki sedari kecil. sahabat yang selalu menceriakan hidupku dengan tingkah konyol dan usil.



Aku selalu menekan perasaanku agar tidak jatuh cinta pada mu Alvin. tapi saat ini kurasa bobol sudah pertahanan ku, hatiku seolah terbang melayang merasakan tingkah, ucapan dan perlakuan yang kau beri untuku.



percaya gak percaya tapi itu kenyataannya, aku aja masih gak percaya kalau dia sangat mencintaiku.



Gue terima semua kelebihan Lo karena menurut gue gak ada kekurangan pada dirimu, dan terimalah semua kekurangan gue, karena kurasa gue gak ada kelebihan pada diri gue.



#Alvin POV#



"Ahhh.... "gue bener-bener takut kalo Nana disukai lelaki lain. Nana memang tidak cantik, wajah standar tapi siapapun yang dekat dengannya pasti akan merasakan nyaman, enjoy, diperhatikan.

__ADS_1



Gue kesel sebenarnya, kenapa kekasih gue terlalu baik hati, entar yang ada mereka jatuh cinta sama Nana.



Seperti tadi, gue lihat dengan mata kepala gue tatapan Nauli, tatapan yang menyorotkan rasa suka. makanya secepat mungkin gue ajak Nana pulang. gue gak mau Nana nginep di rumah Nauli yang ada Nauli jatuh cinta sama Nana.



Tuhan... rasanya gue gak mau lepasin pelukan gue ke punggung Nana. setelah sampai di depan rumah Nana, aku pun enggan melepaskannya, seandainya boleh ingin kunikah Nana sekarang juga. biar ada label Nana hanya milik gue.



gue sudah mulai menabung dari dua tahun yang lalu. Uang hasil usaha gue dan uang saku dari papi akan gue belikan rumah yang akan ditinggali istri dan anak anak gue.





assalamu'alaikum....


kak elang yang ada di ruang tengah menyahut salam Nana," waalaikum salam. Nana yang baru pulang dari sekolah mencium tangan kakaknya.



"Ehh... kakakku yang ganteng dah hampir lulus kuliah nih!" rencana ke depan mau ngapain kak?" tanyaku sambil kuletakan pantat ku di sofa sebelah kakakku.



"ya cari kerja lah, adek manizz! jawab kak Elang sambil menarik hidung mungil ku.


" heeh... sakit Kak!!

__ADS_1



Ibu yang sedari tadi ada di ruang tengah ikut bergabung dengan mereka!



"Na... liburan sekolah kali ini keluarga kita mau liburan dua hari di Bogor, kita berangkat besok, itung itung refreshing setelah test,"ucap ibu menjelaskan ke Nana.



"Apa bareng keluarga Panji Bu?" tanya Nana sambil menjelaskan kalau tadi Panji juga bercerita kalo keluarganya mengajak berlibur ke villa di Bogor.



"Iya, biar keluarga kita semakin dekat. kalo mungkin malah mengikat keluarga agar semakin rekat dengan perjodohan. tapi menurut ibu mending pendekatan dulu. Kalau menurutmu Nana bagaimana? karena yang memungkinkan untuk perjodohan itu ya... hanya kamu." jelas ibu panjang lebar.



"bukan apa-apa ya Bu, zaman sekarang masak masih ada perjodohan, biarkan kami sendiri yang menentukan, seandainya kami berjodoh itu tidak masalah, karena kita hanya bisa berencana tapi Tuhan yang menentukan semuanya.



"Alvin mau ikut boleh gak Bu, itung-itung temen buat kak Elang?"



"gimana ya Na? kalo ibu sih gak papa, tapi gak enak sama keluarga Om Surya," jawab ibu dengan perasaan gak enak.



Nana bingung bagaimana harus menjelaskan ke Alvin. Mungkin kak Elang bisa membantunya.



__ADS_1


__ADS_2