Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
105


__ADS_3

"kalo Lo mau pulang,... pulanglah, tapi ingat gue selamanya tidak akan menikah kecuali dengan Lo. "ucap Alvin sambil berlalu meninggalkan Nana menuju kamarnya. Tante Nena yang tadi sudah bangun dan mencari Nana mendengar semua percakapan Alvin dan Nana. hatinya sedih mendengar ucapan Alvin. Bagaimana dengan Catharina yang sangat mencintai Alvin tapi Alvin tidak pernah membuka sedikitpun hatinya walaupun awalnya mereka dijodohkan oleh kakek masing masing tapi Cathrina langsung jatuh cinta saat melihat Alvin.


Nana hanya melongo mendengar ucapan Alvin. hatinya galau, tapi yang jelas sekarang pamit dulu sama Tante Nena. Nana menemui Tante Nena yang sedang duduk melamun di atas ranjang besar miliknya.


"Tante Nena aku mau pamit pulang dulu, rencananya hari ini aku dan pak Davin akan pulang ke Indonesia, tante baik-baik saja ya, jangan sakit lagi! nana sayang sama Tante Nena!" ucap Nana pada Tante Nena yang matanya sudah berkaca-kaca.


" Nana kau benar akan pulang hari ini nak, Tante masih kangen sama Nana, tinggallah dulu di sini berapa hari, nanti Tante ajak keliling daerah sini!" ucap Tante Nena dengan nada suara rendah.


"maaf tante, tidak bisa, saya harus bekerja, tidak enak kalau harus cuti karena Nana baru mulai kerja dua bulan lalu," ucap Nana .


Karena semua sudah bangun Nanapun pamit pada mas Kevin dan mbak Cintia. ia juga pamit pada Catherina. Nana pamit dulu semuanya, ucap Nana.


"Nana... kamu gak pamit sama Alvin," tanya mas Kevin pada Nana tiba tiba, Nana hanya mengangguk perlahan sambil senyum.


Alvin yang tadi pagi masih pake baju tidur sekarang sudah berganti dengan pakaian resmi dan turun dari lantai dua.


Alvin mendekati Nana, kemudian dia kembali menggenggam jemari Nana. Nana kaget, Nana tidak enak dengan pandangan yang lain, maka Nana berusaha melepas genggaman Alvin.


" mamah, mas Kevin dan katerina, maaf aku tidak bisa meneruskan perjodohan ini. aku mencintai perempuan disampingku ini dari dulu, bahkan kami sempat akan menikah, tapi karena kakek kritis maka kami menunda acara pernikahan.


"Mamah, hari ini Alvin akan mengajak Nana menemui kakek, seandainya kakek tidak menerima ini maka Alvin akan kembali ke Indonesia bareng Nana." ucap Alvin mantap.

__ADS_1


Tante Nena mendekati Alvin," pergilah minta restu kakekmu, mamah merestui dan mengizinkan kamu menikahi Nana." bisik mamah sambil memeluk Alvin dengan erat.


"terima kasih Mama atas restumu semoga kakek juga memberikan restu untuk kami, seandainya tidak ada Restu Kakek pun Alvin akan tetap menikahi nana." ucap Alvin mantap.


Catherina yang tahu hal itu, hanya bisa bersedih dan dia hanya diam menahan air matanya ." maafkan aku Catherina, aku tidak bisa mencintaimu, aku yakin banyak lelaki yang mencintaimu, karena kamu sangat baik dan cantik," ucap Alvin pada Cathrina.


Catherine hanya diam menunduk menahan sesak di dadanya, lelaki yang dicintainya ternyata mencintai perempuan lain.


mas Kevin tersenyum melihat Alvin dan mengangguk menandakan setuju dengan sikap Alvin.


Alvin keluar dari rumah dengan menggandeng tangan Nana. Alvin membukakan Nana pintu dan mempersilahkan masuk ke dalam mobilnya, kemudian Alvin melajukan mobilnya menembus jalanan kota Munich. mobil berhenti setelah menempuh perjalanan hampir 45 menit.


Alvin menghentikan mobilnya di sebuah mansion yang sangat mewah, rumah yang sangat besar sampai-sampai Nana takjub melihatnya," Ini rumah siapa Vin, apa Ini rumah kakekmu itu," tanya Nana sambil berjalan mengikuti Alvin.


"tet...tet...teeeeet, suara bel berbunyi saat Alvin memencet bel yang ada di depan pintu rumah kakeknya. pintu pun dibuka oleh seorang pelayan yang terbilang cukup muda.


" Kakek ada bi?" tanya Alvin kepada sang pelayan." ada Tuan Alvin silakan tunggu dulu, saya akan memanggilkan kakek di kamarnya," ucap pelayan sambil pergi ke kamar kakek.


Alvin dan Nana duduk di atas sofa yang sangat empuk.kakek terlihat turun dari lantai 2 menuju menuju ruang tamu, di mana Alvin dan Nana sedang duduk menunggu kakek, tangan Nana nampak dingin dan berkeringat.


" ada apa Alvin tumben pagi-pagi kamu sudah menemui kakek, " ucap kakek membuka percakapan.

__ADS_1


"maaf sebelumnya kek, Alvin mengganggu istirahat kakek, Alvin ada keperluan dengan kakek, kek.. kenalkan ini adalah Nana, dia adalah sahabat Alvin dari kecil. dia yang selama ini mendukung Alvin, saat kakek kritis sebenarnya Alvin mau menikah dengan Nana, tapi tidak jadi karena kami sekeluarga menuju ke sini. Apalagi saat peristiwa kecelakaan ayah dan ibu semakin Alvin lupa dengan pernikahan Alvin, sampai kakek menjodohkan Alvin dengan Catharina dan Alvin menerima walaupun tidak Alvin cintai karena takut kakek sakit lagi kalo Alvin menolak.


"Kakek... Alvin ingin meminta restu untuk menikah dengan pilihan Alvin sendiri, Al tahu Catrin sangat baik dan cantik tapi Al tidak bisa mencintainya." ucap Alvin panjang dan lebar.


Kakek terlihat menarik nafas panjang, ada guratan sedih, dibalik matanya.


" Apa yang Al lihat dari wanita disebelah Al itu?" ucap kakek penasaran, karena kalo dilihat Nana tidak cantik, kenapa cucunya bisa sampai tergila gila pada wanita itu.


"Dia adalah wanita yang luar biasa kakek, mungkin kakek heran pada Gadis yang Al pilih, dia tidak cantik tapi hatinya sangat cantik, dia penyemangat hidup Al dari kecil, dia adalah wanita yang setia walau banyak lelaki yang lebih tampan dan lebih baik dari Al berusaha mendekati, bahkan kalo hari ini tidak Alvin perjuangin, mungkin dia akan langsung dinikah oleh Nau, saingan berat Alvin," ucap Alvin menjelaskan panjang dan lebar pada kakeknya.


kakek masih tetap diam.


" bagaimana dengan Catherina Al? tanya kakek sedih.


" Kakek... Al sudah bilang sama Cath, mamah dan mas Kevin tentang semua ini. lagi pula cath adalah wanita yang baik dan cantik, Al yakin banyak Lelaki yang lebih baik dari Al yang tulus mencintai Catherina.


" Baiklah Al kalo itu sudah jadi keputusan mu kakek mempersilahkan, biar nanti kakek yang bicara dengan kakek Catharina.


Alvin memeluk kakeknya, mencium tangan dan kening kakeknya.


Nana berdiri dan membungkukan badan, "terimakasih kakek, atas restumu," ucap Nana sambil meneteskan air mata, kakek yang melihat itu hanya menepuk punggung Nana.

__ADS_1


" tolong jaga cucu kakek yang nakal ini ya nak! ucap kakek yang diikuti anggukan oleh Nana.


...


__ADS_2