
Eh... emang pak kep sek punya anak lelaki Pan, "tanya Nana penasaran dengan kalimat Panji.
"Noh sebelah Lo," jawab Panji menunjuk Susanto.
" hah ... beneran Lo anak pak kepsek, kok gue gak tahu." heran Nana.
"Lah Lo kan gak nanya," jawab Susanto
"gih... cepetan sana menghadap pak kepsek, gak sopan membiarkan menunggu Lo,"ucap Rita menengahi pembicaraan unfaedah mereka.
"gue cabut dulu frend, mau ketemu bapak calon mertua tapi gak tau mertua siapa, he...he...," ucap Nana sambil melangkah meninggalkan teman temannya yang masih berkumpul di gazebo.
tok...tok ...tok.
terdengar suara mempersilahkan masuk dari dalam. Nana membuka pintu dengan hati hati.
"selamat pagi pak?
" selamat pagi Nana, silahkan duduk dulu," ucap pak kepala sekolah mempersilahkan Nana untuk duduk.
"maaf sebelumnya pak kepala sekolah, ada apakah sampai saya dipanggil menghadap bapak? apa saya ada kesalahan atau ada kekurangan administrasi," tanya Nana meminta penjelasan pada pak kepsek.
"Begini nak Nana, sebelumnya bapak ucapkan selamat atas keberhasilannya memperoleh nilai ujian paling tinggi satu sekolahan dan yang kedua ada tawaran beasiswa dari Universitas Indonesia yang diajukan bagi siswa dengan nilai yang memuaskan atau terbaik.
__ADS_1
jadi bapak tawarkan pada Nana beasiswa tersebut, terserah Nana mau mengambil jurusan apa Yang jelas semua biaya ditanggung pihak universitas.
Nana masih bengong karena tidak yakin jika dirinya mendapatkan nilai tertinggi dan tawaran sekolah.
"maaf pak, apa saya tidak salah dengar atau bapak salah lihat mungkin, apa benar saya peringkat pertama pak," tanya Nana yang masih tidak percaya dia mendapat ranking pertama.
kamu belum melihat papan pengumuman Na, tanya pak kepsek.
belum pak, tadi banyak siswa yang antri, jadi saya mau melihat nanti kalau sudah agak longgar, biar gak berdesakan," jawab Nana.
"Kalau dapat beasiswa, saya mau sekali pak, itung-itung bantu meringankan beban orang tua." lanjut Nana.
Kamu mau ambil jurusan apa Na? tanya pak kepsek sambil memberikan map berisi formulir pendaftaran.
Nana keluar dari ruang kepala sekolah dan menuju papan pengumuman.
disana sudah mulai sepi dari siswa, jadi Nana dengan mudah melihat papan pengumuman.
benar saja Nana terkejut, dia melihat namanya terpampang di nomer satu.
" ya Allah, apa bener gue sepintar itu, mungkin pas mengerjakan kemarin, tanganku dituntun malaikat, jadinya jawabannya banyak yang benar," gumam Nana yang masih tidak percaya dengan kemampuannya itu.
kemudian Nana melihat hasil punya teman temannya, Toni, Panji, Riri, Rita dan Susanto.
__ADS_1
Nama temannya berderet di bawahnya dari Toni, Panji, Susanto, tapi kalo Riri dan Rita berdekatan di nomer 1dua belas dan lima belas besar.
Nana kembali bergabung dengan temanya di gazebo taman sekolah.
" wah... ini dia bintang kita Nana markonah," ucap Rita saat melihat Nana menuju ke arah mereka.
Na... Lo makan apaan sih sebelum ujian, kok bisa nilai Lo fantastis begitu," ucap Riri penasaran.
"Yang jelas gue gak makan buku dan minum tinta Lo Ri, ya mesti gue makan nasi sama sayur, Lauk tempe/ tahu/ ayam dll pokoknya," jawab Nana sekenanya.
"kok bisa otak Lo encer banget, bisa ngalahin kalkulator berjalan dan manusia es," ucap Rita.
"mungkin saat gue ngerjain soal ujian ada malaikat lewat dan kasian sama gue, jadi deh tangan gue di bantuin," ucap Nana.
terus ngapain Lo dipanggil pak kepsek, tanya Panji.
"mau dikasih map pendaftaran perkuliahan," jawab Nana.
"eh... kita jalan yuk!!!!" ajak Rita pada teman temannya.
"Gimana kalo kita minta traktir Nana," ucap Susanto.
"boleh, tapi gue traktir permen yah, karena uang gue cuman 20 RB, "jawab Nana cengengesan.
__ADS_1
...