
"Ehhhh.... itu klub Nauli akan bertanding, ya tuhan kenapa kegantengan Nauli tampak lebih bersinar dari yang lain, padahal semuanya tampan tampan juga." seru Rita kegirangan.
Masing-masing Tim melakukan pemanasan sebelum bertanding. setelah hampir tiga puluh menit pemanasan pertandingan dimulai.
Tim dari Klub Garuda melawan Tim dari klub Mandala. Nauli bernaung di bawah klub Garuda .
Nauli melambaikan tangan dan tersenyum pada Nana karena tahu di mana posisi Nana.
"Nana ...itu...itu ... Nauli pangeran tampan Tim Garuda melambaikan tangannya dan tersenyum manis padaku..., meleleh aku jadinya... !" teriak Rita kegirangan sambil memegang dadanya dan memejamkan mata.
"enak aja... itu sudah jelas dia melambaikan tangan padaku Jubaedah!" sahut Riri tidak mau kalah yang diikuti tatapan membunuh dari Toni yang ada di sebelahnya.
"Iya...iya dia melambaikan tangan pada kalian berdua kok... dah gak usah rebutan, bagaimana kalo Nauli jadi milik bersama saja, Rita jadi pacar nomer satu dan Riri jadi pacar nomer dua, he...he...," pendapat Nana yang semakin membuat Toni geram
"kayaknya ada yang kepanasan nih...hampir terbakar kayaknya, hm...hm...jelous... jelous...," ucap Nana sambil melirik kearah Toni yang terlihat sedang menenggak air minum.
Sementara itu dari bangku pemain ada yang merasakan geram, kesel, dan tentunya cemburu. sambil menggerutu ,"baru tidak didekat gue sebentar aja sudah ada yang godain."
Alvinpun berjalan ke arah bangku penonton untuk menyapa teman-temannya karena waktu bermainya masih lama.
"Hai... man-teman...," ucap Alvin.
"Hai... babang tampan, ngapain Lo ke sini, bukannya Lo mau tampil," sahut Rita.
__ADS_1
"Masih lama mainnya kok..., eh .Rit... Lo geser sebelah sana, gue mau duduk sama Yayang gue, biar gak ada yang godain," ucap Alvin yang menggeser posisi Rita.
"Nasib gue gini amat, jomblo emang selalu disisihkan, sialan Lo kampret," ucap Rita dengan nada pura pura sedih yang diikuti gelegar tawa temen-temennya.
Gue turut berduka cita atas "ke jomblo an" Lo, tapi ada untungnya juga... Loh Rit... elo bebas godain Babang babang tampan tanpa ada yang keluar asap dari kepala atau keluar tanduk dari kepalanya," Ucap Nana yang di dukung penuh oleh Riri dengan jawaban "betul... betul...betul"
Alvin langsung memegang kepala Nana dan memasukkan ke ketiaknya. Begitupun Toni dia langsung menjitak kepala Riri. Riri mengaduh kesakitan.
" awas aja kalo Lo kecentilan di sini, gue cium Lo dilapangan," ancam Toni pada Riri.
"Awas aja Lo berani godain cowok di sini gue kasih Lo hukuman," ancam Alvin pada Nana
"Eh... itu pertandingan sudah dimulai gue pingin lihat permainannya, kalo kepala gue Lo piting gini, bagaimana gue bisa lihat," kesal Nana yang kepalanya masih dalam potongan ketek Alvin.
"Biarin, ntar Lo lihat dan jadi suporter permainan gue aja!" ucap Alvin cuek.
"Rita, Riri, Toni tolongin gue dari cengkeraman mahluk buas di samping gue, pinta Nana yang hanya disenyumi oleh Riri dan Toni.
"emang gue singa atau macan," sahut Alvin.
__ADS_1
"Mirip," celetuk Rita
"Yang... lepasin gue yah... iya entar gue jadi suporter paling heboh buat babang tampan Alvin, tapi lepasin gue dulu dong!"rayu Nana pada Alvin agar melepaskan pitingannya.
Alvin pun melepaskan pitinganya dengan memberikan satu sarat lagi. kalo Tim Alvin menang Nana harus memberikan hadiah pada Alvin dan tentu saja Alvin yang menentukan hadiahnya.
"Nana lihat itu permainan Nauli, jumping smash nya sangat menukik, keren pisan euy, makin cintah gue sama dia!" teriak Rita yang diiringi tepuk tangan dan sorak sorak dari penonton lain yang ternyata kebanyakan kaum hawa.
"iya gue lihat, keren banget, tapi lebih keren permainan babang tampan Alvin," jawab Nana sambil melirik Alvin yang tersenyum kearahnya.
"Gue yakin permainan Lo lebih keren dari ini, semoga Tim Lo meraih kemenangan yah... Yank" bisik Nana yang semakin membuat Alvin girang.
"I love you," bisik Alvin sambil berlalu menuju bangku pemain. sementara wajah Nana langsung blousing.
...
__ADS_1