
Saat Nana hendak membuka pintu, dari arah luar ada yang mengetuk pintu dan membuka pintu, Nana memandang perempuan cantik dengan penampilan elegan walaupun sudah berumur di depannya pintu, ya... Nana Sangat mengenal perempuan itu.
"Tante Lina, "ucap Nana sambil tersenyum mengarah ke arah Tante Lina.
Tante Lina mengarahkan pandangan ke arah Nana.
"Nana ....apa kabar?"ucap Tante Lina dengan wajah gembiranya dan memeluk Nana dengan begitu erat, Nana juga membalas pelukannya
"Saya baik tante, tante sendiri bagaimana kabarnya? apakah baik-baik saja, ... lama sekali kita tidak bertemu ya tante, tante makin cantik aja, gimana kabarnya Nauli oleh tante?" ucap Nana seperti kereta api tanpa henti sambil tersenyum ke arah tante Lina.
" tante baik-baik saja, Nauli Juga baik cuma dia masih di Jerman. Nana juga sekarang tambah kelihatan dewasa dan tambah cantik, oh ya nana, ngapain Nana ada disini ?" tanya Tante Lina Yang penasaran mengapa Nana bisa ada di kantor suaminya?" tanya Tante.
"Saya kerja di sini tante, baru dua bulan yang lalu saya keterima kerja jadi sekertaris di sini tante, oh iya, tante ke sini mau ketemu Pak Davin? silahkan masuk Tante, ucap Nana mempersilahkan.
"Nanti kita lanjutkan lagi Na, Tante masuk dulu," pamit tante Lina masuk menemui pak Davin.
__ADS_1
Nana tidak menyangka bisa ketemu Tante Lina di tempatnya bekerja.
Sementara itu pak Davin heran melihat kedekatan Nana dan istrinya.
" mamah mengenal Nana," tanya Pak Davin pada istrinya.
" Iya pah, dia teman Nauli dulu saat SMA, dia perempuan yang Nauli sukai, dia sering ke rumah dan dia yang merawat Nauli saat dulu kecelakaan akibat pertengkaran kita, Dia perempuan yang baik kok pah, Mama tadi sempat heran, gak percaya bisa ketemu dia di sini .oh, jadi dia sekretaris papa itu yang sering papa ceritakan." ucap mamah pada papah
"ada apa mamah datang ke kantor? tumben biasanya kan mama tidak mau kalau disuruh ke kantornya Papa," tanya Davin pada Lina istri ke duanya.
"Ya, boleh...saja, tapi hari ini mamah harus menemani papah di kantor, nanti kita pulang bareng, mamah makin hari makin cantik aja," ucap Davin menggoda istrinya dan mengajak ke ruangan kecil yang berisi bed ukuran no Dua dan lemari.
"ih... papah mesum deh!"
...
__ADS_1
Hari ini benar-benar sangat sibuk buat Nana, dia sudah menyelesaikan membuat surat kontrak kerja dalam dua bahasa. sekarang tinggal mengurus paspor dan visa negara Jerman untuk pak Davin, dan Tante Lina juga dirinya.
Nana menelpon ke bagian imigrasi menanyakan tentang surat yang dia ajukan Selasa kemarin. dan pegawai imigrasi itu bilang kalau surat suratnya sudah jadi, besok jam delapan akan diantar.
Saatnya pulang, gumam Nana yang berdiri merapikan meja dan membawa map ke ruangan pak Davin.
"Maaf pak, ini draf kontrak kerja dengan perusahaan Engelmann, silahkan di koreksi dan saya sekalian pamit pulang." ucap Nana.
"oh iya Na, apa surat surat untuk perjalanan lusa sudah siap?" tanya pak Davin mengecek.
"sudah siap pak, besok diantar ke sini jam sembilan pagi." jawab Nana.
"ya sudah kamu boleh pulang sekarang," ucap pak Davin.
" Semuanya sudah beres , tinggal persiapan packing baju saja karena lusa gue pergi ke Jerman yeah... "sorak Nana dalam hati, walaupun gue juga tidak tahu apa gue bisa ketemu sama Alvin si kodok tampan sialan yang pergi ninggalin gue tanpa jejak. terus seandainya gue ketemu dia,gue harus bersikap bagaimana?
__ADS_1
"heuh...." Nana menghembuskan nafas beratnya.