Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

Mau kemana kita!" seru Nana yang memang tak tahu mau kemana sekarang ini.



"Kamu ngikut gue saja, tinggal mengekor dibelakang gue," sahut Alvin sambil cengengesan.



"huih... kadal kali berekor," sewot Nana.



mereka berangkat bersama menuju ke suatu tempat yang masih dirahasiakan. Hampir empat puluh lima menit berjalan, tapi belum sampai juga. setelah satu jam perjalanan akhirnya sampai juga ke sebuah Mall Metro.



Alvin ikut antre beli karcis masuk bioskop tersebut. Rita mengajak Nana membeli pop corn dan coke. Nana ingin tahu genre film yang akan mereka lihat, tapi Alvin tidak menjawab, hanya tersenyum saja.



"Awas Lo Vin, kalo mau mencemari diriku yang polos dan suci dengan film bokep," ucap Rita yang diikuti anggukan oleh Nana dan Riri.



Alvin menggandeng tangan Nana, Toni menggandeng tangan Riri, memasuki ruangan bioskop, Rita yang melihat hal itu keheranan.



"Eh... Ton.. Lo kok main gandeng tangan Riri, kayak Lo pacaran saja sama Toni,"



"Iya emang gue sudah pacaran sama Riri, tanya aja nih sama mereka berdua kalau gak percaya, jawab Toni dengan wajah datarnya.



"Ri... Lo mau aja ditembak sama manusia miskin kata model begini," bisik Rita ke telinga Riri.



"Pemaksaan Rit... entar gue ceritain duduk perkaranya,"ucap Riri dengan gaya bicara seperti pengacara.

__ADS_1



"Kapan Lo nembak Riri Ton? tanya Rita.



"Belum ada seminggu, aku nembak Riri pas camping saat Lo tampil menyanyi," jawab Toni.



"heh kodok tampan, apa Lo juga jadian sama Jaenab, bukannya Lo sama Nana cuma teman tapi mesra (TTM), tanya Rita pada Alvin dengan mukannya yang ditekuk.



"Rit, gue bukan jadian lagi sama Nana, tapi gue dah melamar Nana!" jawab Alvin.



ketiga temannya hanya melongo, tidak percaya dengan apa yang diucapkan Alvin.




"kepo banget sih Lo, tunggu aja undangan dari gue ya!



Sialan Lo Vin..., Na... Lo mesti cerita ke gue tuh si Alvin kampret beneran lamar Lo?"



"Lo... bingung Rit? Gue yang ngejalanin aja bingung dan masih gak percaya, tunggu takdir aja !" jawab Nana sembarangan.



"terima aja nasib Lo Rit, kita gak akan ninggalin elu sendiri juga," jawab Alvin.



" kalo gitu gue jomblo sendirian dong, di sini gue cuma jadi obat nyamuk doang, tahu gini gue gak ikut tadi,"kesal Rita

__ADS_1



"Tuhan... kirimkan untukku lelaki yang lebih baik dari dua curut di depan gue," doa Rita yang diiringi tertawa lepas dari teman temannya.



Mereka memasuki gedung bioskop dan menempati tempat duduk yang bersebelahan.


Film mulai diputar, semua serius menonton sampai Nana, Rita dan Riri kaget dan menjerit, saat melihat hantu menakutkan dalam film.



"Alviiiiin, kampret loh, masak kita suruh nonton film horror," bisik Nana yang di sebelah Alvin yang ditanggapi dengan senyum jahilnya.



Nana takut membuka matanya, tangannya memeluk tangan Alvin dengan erat. Alvin yang melihat itu hanya senyum senyum senang. begitupun dengan Toni, dia senang saat Riri memegang tangannya.



Film selesai mereka keluar dengan lemas.


"Ntar malem kalo Lo ketakutan telpon gue aja ya, ntar gue peluk Lo biar nyaman," bisik Alvin ke telinga Nana.



"cari makan yuk... laper banget gue," ucap Rita



"yuk... kita ke pujasera di sana," tunjuk Riri.



Saat berjalan ke pujasera Nana merasa ada orang yang memperhatikan. Nana tengak tengok



...


__ADS_1


__ADS_2