
"Eh... kalian berdua ngapain kok pelukan sambil menangis, apa terjadi sesuatu," ucap Mamah Alvin sambil mengernyitkan dahinya.
"Gak... kok mah, cuma ada sedikit salah paham, tapi sudah selesai kok," ucap Alvin sambil melepas pelukannya dan menghapus air matanya.
"Baguslah kalau semua sudah dapat diselesaikan, sekarang ajak Nana makan dong Vin! sudah sore mungkin dia belum makan, masak di rumah calon suaminya kelaparan nggak lucu ceritanya ah," ucap Tante Nena sambil tersenyum melihat tingkah kedua anak di depannya.
"Vin, karena sudah hampir malam entar gue dianterin pulang ya. tadi gue habis pergi sama Nauli kemudian mampir sini, mungkin kalau gue nggak mampir ke sini, nggak akan tahu apa yang terjadi dengan lo yang marah-marah ke gue tanpa gue tahu permasalahannya," jelas Nana yang sudah duduk di kursi meja makan karena digandeng Alvin masuk.
"Ngapain Lo pergi sama Nauli, Lo pergi kencan dibelakang gue," ucap Alvin dengan ketus dan kelihatan cemburunya.
" udah gue bilang berkali-kali ku kalau ada sesuatu ngomong, jangan langsung berprasangka, temui gue, ngomong ke gue jangan asal mangap dan langsung memutuskan sendiri," kesal Nana dengan kalimat Alvin.
" Iya sayangku, cintaku, manisku, Nana yang baik hati, tidak sombong dan suka menabung," jawab Alvin sambil tersenyum manis sekali.
__ADS_1
"Kalau Lo senyum gitu kan hati gue jadi adem, ayem, tentram," sahut Nana dengan senyum mengembang juga.
"Oh iya tadi lo kencan dengan Nauli?
" gue gak kencan dengan Nauli, tapi tadi Nau mau pamit ke gue kalo dia mau pergi menuntut ilmu ke Jerman lusa, terus dia mau bayar hutang janji traktir ke gue, pas pertandingan voli terakhir, dia dah janji kalo menang mo traktir gue, nah... dari pada punya hutang saat pergi mending dilunasi hari ini." jelas Nana yang tidak ingin Alvin salah paham kembali.
Beneran kan! Lo gak naksir Nau?
"gue sama dia cuman temen doang, sama seperti yang lain," ucap Nana.
"Vin kayaknya kita perlu mengkaji ulang rencana lamaran kita, sudahkah kita siap menghadapi konflik tak terduga seperti ini," ucap lirih Nana.
"Bagaimana mungkin gue batalin, hanya gara gara ini saja, yang mana gue pisah sebentar sama Lo saja, rasanya seperti orang gila, gak bisa berpikir jernih dan ada keinginan mengakhiri hidup," ucap Alvin sambil tertunduk.
__ADS_1
"ya Allah Alvin, jangan pernah berpikiran pendek, kalo Lo mati bagaimana dengan gue dodol!" teriak Nana yang mendekat kepada Alvin dan memeluk kepala Alvin.
"jangan pernah berpikiran untuk meninggalkan gue, awas saja kalau berani, stok mahluk jenis Lo itu langka, cari yang kayak Lo itu sulit, gak ada yang jualan di pasar. he...he...," ucap kocak Nana sambil memandang Alvin
"Terima kasih sudah mempedulikan, menyayangi dan mencintai gue dengan sepenuh hati Lo , asal Lo tahu gue juga cinta dan sayang banget sama Lo," ucap lirih Nana.
Dengan cepat Alvin menarik Nana ke dalam kamarnya dan tak lupa mengunci pintu.
Alvin berdiri di hadapan Nana dan dengan cepat memeluk Nana dengan erat, seolah tidak ingin melepaskan, mereka berpelukan hampir lima menit, Alvin melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu Nana, Alvin mencium lembut bibir Nana dan Nana pun membalasnya, setelah berapa lama Nana melepaskan ciumannya dengan ngos-ngosan.
"sekarang anterin gue pulang," ajak Nana pada Alvin.
"tidur disini aja ya yang, gue pingin tidur memeluk Lo," pinta Alvin dengan wajah memelas.
__ADS_1
"Bentar lagi ya... ayang beb, sabar... tunggu ijab qobul dulu okeh," ucap Nana sambil mengacungkan jempol nya.
...