Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

"Nana... tidak kasih selamat ke gue nih? padahal yang membuat Nau semangat empat lima saat bertanding adalah Nana loh," ucap Nau yang mengarahkan pandangannya ke wajah Nana .



"Iya deh... selamat ya Nau atas kemenangan di babak penyisihan, semoga menang jadi nomer dua Karena yang nomer satu tim sekolah gue, maaf Nau gue cintah sama almamater he...he, jawab Nana sambil tersenyum manis yang semakin membuat Nau mati gaya.


"Nana... tidak kasih selamat ke gue nih? padahal yang membuat Nau semangat 45 saat bertanding adalah Nana loh," ucap Nau yang mengarahkan pandangannya ke wajah Nana .



"Iya deh... selamat ya Nau atas kemenangan di babak penyisihan, semoga menang jadi nomer dua Karena yang nomer satu tim sekolah gue, maaf Nau gue cintah sama almamater he...he, jawab Nana sambil tersenyum manis yang semakin membuat Nau mati gaya.



"eh... Nau yang menyemangati Lo itu bukan cuma gue, semua yang ada disini menyemangati mu terutama yang cewek, histeris luar biasa bukan hanya karena permainan Lo tapi juga ketampanan lo,"



"tapi dari semua yang ada di sini, cuma satu orang yang berhasil menyulut semangat gue cuma satu orang doang yaitu Lo, Nana," sahut Nau dengan memandang Nana



Rita yang berada disebelah Nana dan Nauli menatap dengan heran kearah Nauli. sepertinya Rita melihat tanda-tanda kejanggalan hubungan dua orang disebelahnya dari cara Nau memandang Nana tanpa kedip dan senyum maniz yang ditampilkan.

__ADS_1



Sikap Nau begitu hangat pada Nana tapi sangat dingin padaku, apa mungkin Nau suka sama Nana. "entar gue tanya aja sama Nana." batin Rita.



"Sini Nau gue bantu bawa kreseknya," pinta Nana yang berusaha meraih kresek Nauli.



mereka bertiga kembali ke bangku masing masing. saat Nauli kembali ke timnya Atallah langsung memberitahunya bahwa dia dicari Rita dan temannya. "Nau... Rita buat gue aja yah... boleh ya!" ucap Atallah dengan memohon.



"Rita cuma temen, kami tidak dekat, kalo kamu naksir kamu boleh deketi dia, tapi jangan coba coba deketi Nana, dia punya gue," ucap Nau penuh penekanan.




"Suka suka gue dunk," jawab Nauli santai sambil membagikan botol air mineral serta Snack.


__ADS_1


sementara itu Rita masih kepo dengan Nauli.



"Na... kayaknya Nauli naksir sama Lo deh, gue amati dari tadi dia begitu hangat, care, terus dari cara dia memandang ke Lo gimana gitu , ahhh...., masak gue kalah duluan sebelum bertanding sama Lo," gerutu Rita



"Apaan sih Lo, gue cuma temenan doang sama Nau tidak lebih. Dan lagi... tidak mungkin banget dia naksir gue. jangan buat gosip baru, bisa diikat gue sama Alvin kalau denger gosip itu," elak Nana yang masih mengarahkan pandangan ke lapangan mengamati jalannya permainan bola Voli.



Tibalah waktunya pertandingan Tim Alvin yang terdiri dari Alvin sebagai kapten tim, Kak Anto, Susanto, Kak Faris, Alan dan Friski.


mereka akan melawan Tim Manunggal Jati (JM) yang tangguh.



setelah selesai pemanasan mereka menempatkan diri pada posisinya masing-masing di lapangan. servis pertama dilakukan oleh tim JM diterima oleh Alan dan dioper ke Kak Faris sebagai toser, kemudian diumpan ke samping belakang, Alvin yang sudah siap langsung melompat dan melakukan smash yang sangat keras sehingga tidak bisa dikembalikan oleh lawan.



Nana dan kawan- kawannya bersorak-sorai. setelah hampir satu setengah jam permainan alot akhirnya dimenangkan oleh tim Alvin dengan skor 21-18,15-21 dan 21-10. kami berempat langsung turun ke lapangan untuk memberikan support .

__ADS_1



Alvin yang melihat Nana datang langsung memeluk Nana, Anto yang melihat hal itu langsung ikut memeluk Alviin termasuk Riri dan Rita


__ADS_2