
Babak penyisihan grup sudah selesai. Tinggal 10 tim yang tersisa untuk melanjutkan ke babak perempat final, masing-masing tim mengambil nomor urut. Tim Alvin mendapatkan nomer Satu dan akan menghadapi tim yang mendapat nomer Dua.
pertandingan demi pertandingan pun berlalu dengan cepatnya, Tim Alvin unggul sehingga bisa melewati babak perempat final masuk ke babak kemudian disusul empat tim lainnya tim lainnya.
Babak perempat final menyisakan lima group masing-masing grup akan bertanding lagi sampai puncak final. seperti perkiraanku klub Garuda akhirnya akan bertanding dengan klub Jati di babak Final.
Babak final ini benar-benar membuat hatiku senang. Aku memang cintah almamater aku mendukung tim Alvin 100% , tapi aku juga teringat janji Nauli yang akan mentraktirku kalah atau menang , seneng juga punya teman baik kayak Nauli, tapi terselip rasa khawatir kalau seperti perkiraan Rita, Nauli juga menyukaiku apa yang harus ku perbuat? padahal gue sukanya sama Alvin, dan Nauli itu hanya sebatas teman saja.
Pertandingan berlangsung dengan sangat sengitnya perolehan nilai bergeser sedikit demi sedikit, babak pertama dimenangkan oleh tim Nauli dengan skor 21-20, babak kedua di menangkan oleh tim Alvin dengan skor 21-18 sekarang sedang berlangsung set ketiga saat penentuan siapa yang kira-kira akan menang.
Akhirnya peluit panjang berbunyi dan berakhir sudah turnamen hari ini. Pemenang turnamen bola voli tahun ini adalah tim Alvin. Hatiku bersorak sangat gembira begitupun dengan teman-temanku yang lain kami berhamburan menuju ke lapangan.
Kulihat Alvin menangis karena terharu timnya bisa meraih kemenangan atas tim Garuda yang sangat sangat sulit untuk ditundukkan, dia menundukkan kepala di bahuku.
"Selamat ya teman-teman atas kemenangan tim kalian hari ini," ucapku pada teman Alvin yang sudah mengerubungi ku dan Alvin.
"Makasih ya Mak... sudah jadi penyemangat terbaik untuk kami, kau dan teman teman bisa membakar semangat juang yang ada dalam diri kami sehingga kami bisa meraih kemenangan inii," ucap Susanto sambil merangkul bahu teman temannya dan mendekatiku dan Alvin. Rita dan Riri menerobos masuk memelukmu dan Alvin, yang lain pun jadi ikutan, jadi pelukan raksasa dengan banyak orang.
__ADS_1
"ah ..ah ah jangan berlebihan itu semua adalah karena hasil usahamu sendiri karena kalau rajin berlatih kami hanya sekedar memberi dorongan "Tut Wuri Handayani." ucap Nana dan diiyakan oleh Riri dan Rita.
Setelah selesai acara peluk memeluk antar pemain dan suporter, Alvin menarikku ke ruang ganti yang masih sepi orang.
"I love you my darling, jangan lupa aku akan meminta satu hadiah yang harus kau berikan padaku tanpa penolakan, ucap Alvin di telinga ku, Nana terbelalak mendengar kalimat Alvin.
" kamu tidak boleh minta yang macem-macem yah, gak boleh mesum dan gak meminta suatu yang mahal, karena gue gak punya banyak uang," jawab Nana.
"Itu namanya dua permintaan Buambang, ini penipuan namanya, sebutkan keinginan pertama," sungut Nana.
"keinginan pertama gue ehm...ehm itu... kiss di sini," ucap Alvin sambil menunjuk bibirnya.
"gila Lo, itu namanya mesum, gak, gue gak mau!" seru Nana
"Ayolah... gue gak ngapa-ngapain, cuma kiss doang, Lo udah janji mau penuhi dua keinginanku," ucap Alvin mengingatkan janji Nana.
__ADS_1
"ya.. ba.. baiklah, tapi gue malu, sini," Nana menarik kerah kaos Alvin, "cup" bibir Nana yang berisi dan berwarna pink menyentuh bibir Alvin. Alvin tidak tinggal diam, tangannya memegang tengkuk Nana dan mulai memperdalam ciumannya.
muka Nana merah padam, karena kehabisan nafas, Alvin melepaskan ciumannya.
"Gi...gi..gila Lo Vin, kita belum halal Alvin..., Lo nikahi gue dulu akan gue berikan seluruh tubuh gue," sungut Nana dengan nafas tersengal.
"Hu...hu...hu mulut gue dah gak perawan lagi, Lo harus tanggung jawab,"gerutu Nana yang pura pura menangis dan memegang bibirnya.
"iya... gue bakal tanggung jawab sepenuhnya, ayo pulang sekarang, gue lamar Lo sekalian!" ucap Alvin meyakinkan.
Ya, Tuhan bibir Nana... membuat gue melayang, hampir saja gue hilang akal,"gumam Alvin
__ADS_1