
Saat di persimpangan lorong koridor Nana melepaskan tangan dari pegangan Riri.
" Gue ke kamar kecil dulu, eits... tapi jangan lupa pesenin bakso sama jeruk anget ya" ucap Nana meninggalkan temannya.
Setelah temannya tidak kelihatan Nana berbalik menuju perpustakaan. di sana terlihat Kak Anto duduk dipojok ruangan.
segera ku hampiri kak Anto. "Duh rasanya sudah seperti maling saja, takut ketahuan oleh yang lain." batin Nana
"Hai Kak Anto, tahu gak..., rasanya gue seperti maling sandal jepit, celingak-celinguk, takut ada yang mergoki, dih... kayak pasangan selingkuhan saja,"sapa Nana sambil menggerutu, karena takut ketahuan oleh teman teman nya, bisa bisa dibuli habis habisan.
"Emang Lo itu pencuri kok Na, pencuri perhatian dan hatiku," seloroh Anto pelan tapi Masih bisa di dengar Nana
"Sini duduk dulu...ajak Anto pada Nana sambil menarik kursi untuk diduduki Nana.
"Na... gue kan sebentar lagi ujian kelulusan, gue of dari latihan voly, takutnya entar gue kesepian gak ada aktivitas lain selain belajar, boleh gak minta no hp Lo, jadi kalo gue kesepian gue hubungi Lo," ucap Anto dengan wajah yang serius.
"Kirain ada apaan kak... lah ... teman satu sekolahan kan buanyak kok dibilang sepi, penggemar cewek kakak pasti juga banyak bertebaran di mana-mana. untuk no HP gue kan kakak bisa minta sama Alvin, ngapain cari gue. Sini HP Lo kak ," pinta Nana pada Anto untuk menyerahkan HP.
Kak Anto menyodorkan HP nya. saat dihidupkan dilayar terlihat ada gambar Nana sedang tertawa di bangku penonton lapangan Voly.
__ADS_1
"Weaalaadalahhh kok gambar gue jadi wall paper Kak, untuk nakut-nakutin tikus yah," celoteh Nana sambil mengetik no WA miliknya ke HP kak Anto.
"Lo itu spirit buat gue, lihat wajah Lo aja semangatku langsung naik," ucap kak Anto.
"Heuh memang di wajah gue ada apanya? jangan bilang hidung pesek gue sampe buat kakak lebih bersemangat gitu, sebegitu menarikkah hidung gue, sambil memperhatikan pupy eyes kayaknya wajah gue kagak mirip cut Meyriska, atau Maudy Ayunda yang bikin semangat deh kak..." celotehan Nana yang membuat Anto semakin gemeszzzz.
"Ehhh udah ah... gue mo kekantin dulu laper, ucap Nana sambil melangkah keluar dari perpustakaan.
"Gue suka sama Lo, Na," ucap Anto pelan tapi masih terdengar oleh Nana.
Nana menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Kak Anto.
Kau memang gadis yang sangat menarik , aku semakin suka padamu Nana, tunggu Aku Nana,"batin Anto sambil melihat kepergian Nana menuju kantin
"Eh... ikut ke kantin ah..., Nana tunggu aku! Anto berlari mengejar dan mensejajari jalannya Nana.
"Ayok...cepetan keburu bel masuk. ," sahut Nana.
__ADS_1
Dalam perjalanan mereka berpapasan dengan "geng lem karet" yang baru keluar dari kantin.
" Eh ... ada GBR dan pangeran tampan. sapa Sasa teman Lily.
"Dihh ...gak tau diri, Sis... besok lagi bawakan kaca tuh buat Nana GBR, pantes gak jalan sama pangeran tampan,"ucap nyinyir Sasa ke Siska anggota "geng lem karet" yang ditujukan untuk Nana.
Kak Anto yang tidak paham istilah GBR menanyakan pada Sasa, "Eh Sa, GBR tuh apaan?
" Gadis Buruk Rupa, Kak Anto Tamvan," sahut Sasa.
Kak Anto geram mendengar hal itu, ia ingin menampar mulut Sasa, tapi diurungkan.
Nana yang mendengar Hal itu menanggapi dengan santai,
"Eh... ada Geng lem karet, terima kasih atas pujiannya, dan dah repot-repot cari istilah ke gue, wah...kalian emang perhatian yah sama gue, tapi maaf ye..., gue laper mo makan dulu, ayo kak Anto buruan," ajak Nana pada kak Anto agar buruan ke kantin.
Nana masuk ke kantin menuju meja teman temannya.
" Eh ... kupret Lo ke WC lama banget! apa Lo tidur di WC."ucap Riri dengan kesal.
"Tuh .. makanan pesenan Lo udah dingin, gih... cepet habiskan, keburu bel masuk," Rita menyuruh Nana sambil menunjuk bakso dan jeruk anget yang sudah tidak panas lagi.
__ADS_1