Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
tujuh puluh empat


__ADS_3

"Pah... mas Kevin, Nana nanti nginep sini, Alvin capek banget kalo harus naik motor pulang." Ucap alvin meminta izin pada Papa Tian dan mas Kevin



"Iya boleh kok, tapi kamu tidur di kamar tamu. Gak boleh tidur bareng bareng Nana."


"Tidur bareng juga gak ngapa-ngapain kok Pah, belum halal kata Nana," sanggah Alvin sambil meniru ucapan Nana.



"Pah besok Alvin mau ketemu sama Om Alvian, buat meminta izin nglamar Nana," ucap Alvin.


"Kamu yakin mau menikah sekarang?


Sebenarnya papa penasaran kenapa tiba tiba Alvin ingin menikah dengan nana,"ucap papa penasaran sambil minum kopi kesukaannya.



"Gak tahu Pah, mungkin awalnya Alvin cemburu melihat Nana ditembak sama temen Alvin tadi, kemarin belum lama juga Nana ditembak oleh kakak kelasnya Alvin gak mau Nana terpikat lelaki lain, karena yang nembak Nana semuanya ganteng Pah, sebelas dua belas sama Alvin tingkat kegantengannya."



Papa dan mas Kevin yang mendengar itu tertawa terbahak bahak.



"Jadi intinya Alvin takut kalah saing sama mereka ya," sahut mas kevin.



" Mas juga mungkin akan jatuh cinta sama Nana kalau belum punya bidadari yang mendampingi mas," goda mas kevin yang gemes melihat ekspresi wajah Alvin.



Papa dan mas Kevin tak henti hentinya menggoda Alvin." Sebentar papa mau telp Mama." Ucap papa sambil mengeluarkan HP dari saku celananya.


"Assalamu'alaikum Mamah.

__ADS_1



Waalaikum salam Pah! Ada apa tumben telpon malem malem."



"Mah! Alvin mau melamar Nana besok"



"Eh...huk...uhuk... melamar Nana?Papa jangan bercanda. Merekakan masih sekolah Pah,"



"Lah... Ini Alvinnya izin sama papa, oh iya mah papa mau pulang sekarang aja, Alvin menginap di tempat Kevin,"



" Assalamu'alaikum"




Malam ini Alvin tidur di kamar tamu. Walau badan lelah setelah bertanding, tapi mata sulit terpejam. Dia masih terngiang kalimat Nauli, dia mencintai Nana dengan tulus. Ah... Alvin meremas rambutnya.



Alvin mengendap endap seperti pencuri keluar dari kamar tamu menuju ke kamar yang ditempati Nana. Alvin ingin sekedar ngobrol atau cerita pada Nana. Setelah mengetuk pintu tidak ada jawaban akhirnya dia membuka pintu, eh beruntung nya diriku, pintu tak terkunci, ruangan terlihat temaram dengan lampu duduk 5 Watt.



Alvin menyalakan lampu ruangan, dia Melihat Nana tidur dengan nyenyak. "Ah posisinya sangat imut," gumam Alvin.



"Kamu tidak cantik, hidung pesek, pipi agak tembem, tapi bibirnya seksi ah jadi ingat ciuman pertamaku dengan Nana." ucap Alvin yang masih mengamati wajah Nana sambil tersenyum, tangannya mengusap lembut wajah Nana.

__ADS_1



Bibir Alvin mendekati bibir Nana. Alvin mencium dan mengulum bibir Nana, "Ah... manis sekali, ini kedua kalinya aku mencium bibirmu Nana, tapi kenapa rasanya kurang terus, kayaknya bibir Nana jadi candu untukku."



Alvin ikut masuk dalam selimut dan memeluk tubuh Nana. "ah nyamannya," sambil mencium rambut ikal Nana. kemudian Alvinpun terlelap menuju alam mimpi.



***



Lily POV



Lily sedang berada di kamarnya. Kamar yang luas penuh dengan foto Alvin. Segala pose Alvin dari yang tertawa, terdiam, sedih, sedang jalan, sedang smash dll ada dalam koleksi gambarnya yang berjumlah ratusan.



"Alvin... Kenapa sih Lo gak mau Memandang ke gue sebentar saja. apa kurangnya gue coba, wajah cantik, body bohay, otak lumayan encer. Kurang apa lagi coba gue. Cinta? Gue berikan seratus persen padamu Vin." Gerutu Lily di dalam kamarnya sambil memandang foto Alvin.



"Gue harus pikirkan cara mendekati Alvin, langkah pertama gue mesti jauhin Alvin dan Nana. Mereka kemana mana selalu berdua kayak panu saja. Nemplok terus.


Gue bahas besok aja sama temen temen." Ucap Lily sambil memegang kepalanya.





__ADS_1



__ADS_2