Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
107


__ADS_3

"ya Allah gusti, badan gue rasanya remuk bubuk, mau berdiri saja rasanya sakit banget" gumam Nana yang baru bangun tidur, Nana ingin bergegas ke kamar mandi, tapi rasanya badan tak bisa digerakkan, bagian bawah rasanya nyeri sekali


"Vin ... anterin aku ke kamar mandi dong!" ucap Nana sambil menggoyang tubuh Alvin yang masih tetap tidur nyenyak.


Alvin mengerjapkan matanya yang masih mengantuk, " ada apa Yang?" tanya Alvin yang sudah duduk di sebelah Nana.


" mo minta tolong dianterin ke kamar mandi, gue eh aku gak bisa jalan, sakit dan nyeri kalo buat jalan," ucap Nana dengan muka merona.


Alvin tersenyum dan langsung berdiri, spontan Nana berteriak," Alviiiiin...itu...!" Nana menutup mukanya karena melihat sesuatu yang ajaib.


"kenapa yang," Alvin semakin tertawa melihat ekspresi wajah Nana.


" Sudah Ah ... ayok sini," ucap Alvin mengangkat Nana dan membawanya ke kamar mandi. Alvin meletakkan Nana di dalam bathtub, kemudian disusul dirinya ikut masuk ke dalam bathtub juga.

__ADS_1


"Eh.... Alvin... jangan mesum di kamar mandi, sana keluar, aku malu tahu!


"ya ampun Nana, kita sudah sah, halal, jadi boleh dong kita mandi bareng, sini aku bantu gosok punggung kamu, biar enakan," ucap Alvin sbil menggosok dan memijit punggung Nana.


"Na... terima kasih sudah menjaga kepercayaan dari ku. Saat ini aku bahagia banget, akhirnya tuhan mentakdirkan kamu sebagai istri aku, awalnya aku sudah pesimis banget,"ucap Alvin yang masih menggosok punggung Nana dan sesekali mencium dan menggigit punggung Nana.


'Kita memang tidak bisa menebak jalannya takdir Alvin, kita berencana dan tuhan yang menentukan. seperti kemarin, sebenarnya aku sudah menyerahkan terhadapmu, aku sudah mengikhlaskanmu apabila bersama yang lain. dan aku akan membuka lembaran baru dalam kehidupanku, ternyata lembaran hidupku juga tertulis namamu." jawab Nana memegang tangan Alvin yang melingkar di pinggangnya.


Mereka berdua berbincang panjang, lebar dan tinggi, hampir satu jam mereka berendam dalam bathtub, sampai kulitnya terlihat keriput. mereka menghentikan aktivitas mandinya dan memakai handuk.


"Yang.... mau sarapan di resto apa di kamar saja," tanya Alvin pada Nana yang masih memakai handuk dan memilih menggunakan kaos Alvin yang berwarna putih dan terlihat seperti daster di tubuh Nana.


"Di kamar aja Vin, malu kalo jalannya kekah begini," ucap Nana yang mendudukan dirinya di sofa sebelah Alvin. namun Alvin memposisikan Nana untuk duduk di pangkuannya kemudian memeluk erat tubuh Nana.

__ADS_1


Alvin tersenyum lembut pada Nana, melihat senyum tampan Alvin ,Nana merubah posisi duduknya jadi berhadapan dengan Alvin dan mengalungkan tangannya di leher Alvin


"Ya Allah, Yang... senyummu membuat kamu tambah ganteng berkali lipat, besok besok kamu bolehnya hanya senyum sama Aku, gak boleh senyum sama orang lain," ucap Nana sambil mencium bibir Alvin dan Alvin pun memegang Tengkuk dan pinggang Nana untuk memperdalam ciumannya.


"Yang aku suka bila kamu posesif sama aku,' ucap Alvin yang semakin erat memeluk Nana.


"Vin ... kayaknya ada yang berdiri lagi deh," ucap Nana yang langsung melepaskan diri dari pelukan Alvin, saat Alvin akan berdiri dan mengejar Nana, terdengar bunyi bel, Alvinpun mengurungkan niatnya dan membuka pintu serta menyuruh pelayanan untuk meletakkan makanan di meja.


"Yang ayo kita sarapan, aku suapin ya," ucap Alvin.


...


sementara itu Katrina yang merasa kecewa, sedang menenangkan diri di sebuah kafe," kenapa gue kalah dengan perempuan yang tidak cantik, mengapa Alvin lebih memilih Perempuan itu? apa kurangnya gue coba," gerutu Cath lirih.

__ADS_1


"


__ADS_2