
"tidur disini aja ya yang, gue pingin tidur memeluk Lo," pinta Alvin dengan wajah memelas.
" haish, main peluk, emangnya gue guling apa," sahut nana dengan sewot.
"Iya, Lo itu guling hidup milik gue, hanya gue yang boleh meluk Lo dan tidak ada seorang pun yang boleh mengambil milik gue," ucap Alvin.
" Posesif amat sih, tunggu aja bentar lagi ya..., sabar... tunggu ijab qobul dulu okeh," ucap Nana sambil mengacungkan jempol nya.
"Yuk.. sekarang anterin gue pulang, sudah malam, entar ayah nyariin gue," bujuk Nana.
Nana dan Alvin keluar dari kamar dan hendak pamit pulang pada Tante Nena, namun saat izin pulang Tante Nena meminta waktu bicara pada Nana
"Nana, Minggu besok om dan Tante juga Alvin akan berkunjung ke rumah orang tua Nana, untuk melanjutkan acara lamaran sesuai pembicaraan yang telah dilakukan dulu itu." ucap Tante Nena pada Nana yang tadinya mau pamit pulang, namun disuruh duduk dulu.
__ADS_1
"Iya Tante, nanti Nana sambil pada ayah dan ibu," jawab Nana.
"Nana, apa kamu sudah yakin dan mantap mau menikah muda dengan anak manja ini?" tanya mamah Alvin
"Nana sudah siap kok mah, buktinya mau diajak menikah sama Alvin," sahut Alvin mendahului Nana menjawab.
"yang ditanya siapa, yang jawab siapa dasar Alvin kampret," ucap Nana pada Alvin yang sedang cengengesan.
"bismillah saja Tante, Nana akan berusaha menjadi pendamping terbaik buat Alvin dan semoga Alvin bertambah dewasa dalam berpikir dan berbuat, sehingga kedepannya kami bisa saling mendukung dan bisa saling mengisi kekurangan masing masing. walaupun sebenarnya Nana juga masih sedikit bingung Tante, karena kami masih sekolah, tapi kampret tampan satu ini tidak pernah mau mendengarkan pendapat Nana Tante," Jawab Nana
"Mah, Alvin memang awalnya tidak pernah kepikiran nikah muda, tapi melihat realita di depan mata banyak calon pebinor lalu lalang di depan mata, akhirnya Alvin mantap mau menikahi Nana . kalo Alvin kalah langkah dengan yang lain Maka Nana dipastikan jadi milik lelaki lain mah. mamah belum tahu saja saingan Alvin, salah satunya tetangga baru kita mah, anaknya Tante Lina yang mau kuliah di Jerman," terang Alvin pada mamahnya.
"masak sih Vin, anaknya Tante Lina itu kan sangat tampan yang seperti model itu ya?"
__ADS_1
"eh si mamah dikasih tahu kok gak percaya, tadi itu aja Nana habis diajak kencan sama Nauli dan pulangnya mampir ke sini," sungut Alvin.
"Gak kok Tante, aku sama Nauli cuma teman biasa, tadi itu dia mau pamit , karena lusa mau berangkat ke Jerman." sahut Nana yang melotot ke arah Alvin.
"terimakasih Tante, Nana pulang dulu, sudah malam" ucap Nana sambil mencium tangan Tante Nena.
***
Nauli POV
"Ya Tuhan aku bahagia banget hari ini, Nana mau gue ajak jalan. aku merasa semakin hari semakin jatuh cinta pada Nana. semakin mengenalnya ternyata semakin aku menyukainya"gumam Nauli sambil berguling di atas kasurnya.
"Tunggu Aku kembali Nana, aku akan datang kepada mu dan akan aku tunjukkan kesungguhanku dan kesuksesan padamu, karena aku mencintaimu tulus apa adanya.
__ADS_1
***