
seperti biasa, every morning kak Elang mengabsen aku sudah bangun apa belum.
Pagi ini Aku berusaha untuk bangun dan ke kamar mandi. Tapi kepalaku terasa berat seperti mau pecah. Kak Elang membantu Nana ke kamar mandi.
Nana mengalami demam. badannya sangat panas, kepala rasanya berat. setelah selesai dari kamar mandi dia balik ke kamar dan sholat dengan duduk karena badannya lemas.
Nana kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya.
Hari ini Nana izin tidak masuk sekolah. Ibu yang khawatir dengan kondisi Nana menunggui Nana dan mengkompres dahi Nana. "Kita kedokter aja ya Na." pinta ibu,
"gak usah Bu, paling Nana kecapean dan hanya perlu istirahat."jawab Nana.
"Ibu buatkan bubur dulu, kamu tiduran aja, untuk sekolah, tadi ayah sudah menulis surat izin dan nanti dititipkan ke Alvin kalo ke sini." ujar ibu sambil berjalan ke arah dapur
pukul Enam lebih tiga puluh menit Alvin sudah memarkirkan motornya di depan rumah Nana. Biasanya Nana sudah berdiri di luar pagar rumahnya tapi Nana tidak kelihatan.
Alvin turun dari motor dan masuk ke rumah Nana setelah salam. Ayah Nana yang memang sedang menunggu Alvin, langsung menemui Alvin. dan menyuruh Alvin duduk di ruang tamu. Om Adrian masuk ke dalam kamar dan membawa Amplop putih.
"Vin ... minta tolong ini nanti diberikan ke Wali kelas Nana, hari ini Nana tidak masuk sekolah," ucap Om Adrian dengan menyodorkan amplop pada Alvin.
"Nana kenapa Om, kok tidak masuk sekolah," tanya Alvin pada om Adrian.
"Nana demam Vin."jawab Om adrian
__ADS_1
"Boleh Alvin ketemu Nana Om." tanya Alvin
"Boleh... itu Tante Mayang ada dikamar Nana sedang menyuapi Nana."
Alvin menuju ke kamar Nana, dilihatnya Nana sedang terbaring dengan kompres yang masih menempel di dahinya.
"Pagi Tante Mayang," sapa Alvin
"Eh... pagi Vin...kok belum berangkat sekolah!" balas Tante Mayang.
"baiklah Vin, jagain anak Tante jangan diapa-apain loh," sambil memberikan mangkuk bubur ke tangan Alvin.
Alvin pun mendekati Nana.
"Lo kenapa Yang...bisa demam gini? apa semalaman Lo mikirin gue terus jadi demam deh. boleh kok mikirin Abang tapi jangan sampai gak tidur yang ada jadi sakit cinta begini,' ucap Alvin yang berusaha menghibur Nana.
" kampret Lo, siapa juga yang mikirin lo, unfaedah tahu. tadi pagi pas bangun tidur rasanya kepalaku berat kayak ada batu seratus kilo yang ********. ini juga kalo gue bangun kepala gue keluar bintang bintangnya, balas Nana.
"Gihh habiskan buburnya... terus istirahat biar lekas sembuh, gue sedih nih berangkat sendiri, gak ada yang meluk gue dari belakang," ujar Alvin lebay.
__ADS_1
" Dah sana berangkat ke sekolah, entar telat disuruh bersihin tuh halaman sekolah, gue mau tidur, usir Nana agar Alvin cepat berangkat ke sekolah.
Nana meminum obat penurun panas dan membetulkan posisi tidurnya, kemudian Alvin membetulkan posisi selimut Nana.
Cup ... Alvin mengecup kening Nana. "eh .. ngapain cium gue" mata Nana melotot. "kampret Lo main cium sembarangan." kesal Nana.
"By... itu obat dari gue biar lekas sembuh," ucap Alvin sambil berjalan.
Alvin pamit berangkat sekolah pada Tante Mayang.
###
di sekolah
Saat sampai ke sekolah, keadaan sekolah sudah sunyi, pintu gerbang dah di tutup jadi Alvin memanggil pak satpam untuk membukakan pintu gerbang.
"Gue terlambat ke sekolah, jatah pagi ini gue pasti disuruh bersih bersih halaman sekolah. gak papa lah demi Nana," gumam Alvin.
Benar saja guru BP sudah menunggu Alvin. di belakang Alvin tampak dua orang gadis cantik, dan seorang siswa laki-laki yang juga datang terlambat.
__ADS_1