
Pak Bambang dan pak Hardi menjelaskan banyak hal tentang perusahaan baru tempat dia bekerja saat perjalanan menuju ke ruangan yang menjadi kantor.
Alvin saat SMA dulu memang tidak terlalu pandai, tapi untuk urusan bisnis dia menjadi pribadi yang berbeda. dia dengan cepat akan menguasai dan mengendalikan pangsa pasar, semua tidak lepas dan berkat didikan kakeknya yang bertangan besi.
"Ohh iya Pak, jangan lupa untuk meja sekertaris saya ini letakkan dalam ruangan saya dan sekretaris satu lagi tempatkan di depan ruangan saya. kemudian setelah ini saya minta untuk membawakan laporan keuangan , laporan produksi serta laporan marketing selama tiga tahun terakhir ke meja saya," ucap Alvin langsung memulai aksi saat memasuki dunia kerja.
"Yang, beri aku semangat dong!" ucap Alvin tiba tiba mendekati Nana kemudian menarik tubuh dan memeluknya.
Nana mengernyitkan dahi," maksudnya apa nih, mau di jampi jampi gitu, apa dikasih kata mantra semangat nih," jawab Nana sambil menatap mata suaminya yang ganteng limited edition.
"Ish..., gak peka banget sih istriku tersayang inih!" ucap Alvin dengan wajah manyun.
Nana yang sudah ada di rengkuhan Alvin langsung berjinjit mendongakkan wajahnya kemudian menarik dasi Alvin kemudian mencium bibir suaminya dengan lembut, sesaat kemudian terdengar bisikan," I love you, sekarang bekerja yang semangat, cari uang yang banyak yah suamiku," ucap Nana yang membuat Alvin blousing
Alvin tersenyum senang, "ah... kau memang pandai menyemangati aku, sayang! tapi sepertinya kamu membangunkan singa tidur nih," ucap Alvin dengan senyum gak jelas
__ADS_1
Nana hanya geleng-geleng kepala
" sekarang katanya mau kerja, malu ih kalau ketahuan bawahan kalau bosnya ternyata mesum dengan asisten pribadinya, he...'
" hei... mereka juga tahu aku mesum dengan istriku sendiri, bukan dengan orang lain," ucap Alvin yang tangannya mulai nakal, hingga kegiatan mereka selesai karena ketukan pintu di ruangan itu.
"Masuk!" ucap Alvin datar dan tegas beda saat bicara bersama Nana.
Pak Bambang masuk membawa setumpuk berkas yang di minta. kemudian datang juga meja dan kursi yang akan menjadi tempat kerja Nana.
###
Sementara itu terjadi kehebohan di ruangan yang lain di perkantoran itu, beberapa wanita mulai rame membicarakan ketampanan bos pemilik perusahaan yang baru datang.
Perempuan satu mulai mengoceh," Riska, aku mau walaupun jadi yang ke dua dong, untuk bos tampan kebangetan itu." ucapnya pada perempuan disebelahnya yang ternyata bernama Riska dengan mata pupy eyes dan senyum tak jelas.
__ADS_1
"Cantikan juga gue sama istri bos, bos itu cocoknya sama gue dong Sri," ucap Riska menimpali perempuan pertama yang bernama Sri.
"Ya mendingan sama guelah, daripada kalian berdua, secar nih ya gue cantik, sexi dan semlohai," ucap perempuan disebelahnya lagi yang berjalan dengan gaya dan dandanan menor.
Lily yang baru saja masuk ke ruangan itu dan memulai pekerjaannya, mendengarkan semua itu langsung berteriak," kalian mau dipecat, bukannya kerja malah ngobrol tidak karuan.
ara perempuan itu langsung masuk ke kubikel masing masing saat tahu yang menegur adalah kepala divisi yang baru.
Sementara itu seorang lelaki muda gagah, tampan dengan balutan jas Armani hitam semakin terlihat tampan duduk diatas kursi kebesarannya sambil memutar kursinya di sebuah kantor yang terlihat megah.
Matanya menerawang membayangkan senyum seorang perempuan yang telah lama menempati ruang hatinya. "Bagaimana kabarmu sekarang Nana, sudah beberapa tahun kita tidak bertemu, aku ingin bertemu denganmu," ucapnya sambil tersenyum.
Lelaki itu baru kembali dari luar negeri, setelah menyelesaikan pendidikan dan merintis usaha di negeri orang.
...
__ADS_1