Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
22. Hahhh Tabrakan Lagi


__ADS_3

Nana masuk ke kantin menuju meja teman temannya.



" Eh ... kupret Lo ke WC lama banget! apa Lo tidur di WC."ucap Riri dengan kesal.



"Tuh .. makanan pesenan Lo udah dingin, gih... cepet habiskan, keburu bel masuk," Rita menyuruh Nana sambil menunjuk bakso dan jeruk anget yang sudah tidak panas lagi.



"Iya ini ... gue makan, sahut Nana yang langsung menyambar mangkok bakso dan menyeruput jeruk yang tidak lagi anget.



"Ah... Alhamdulillah, walaupun dingin tapi tetep nikmat cuy," kata Nana yang dihiasi dengan senyuman.



"Na... kok Lo bisa jalan bareng sama Kak Anto, apa habis ketemuan sama dia,"tanya Alvin yang duduk di sebelah Nana.



"Iya tadi ketemu, terus jalan bareng ke sini eh...pas di depan sana ketemu cewek gurita dan gengnya, jadi lama sampe sini,"jawab Nana sambil melihat ke arah Alvin.



Teettt... teettt....Tett



bunyi bel menunjukkan bahwa kita harus secepatnya masuk kelas, untuk mengikuti pelajaran berikut. Setelah kubayar makananku, kami berlima meninggalkan kantin menuju ruang kelas masing-masing.



"Eh... nanti siang kita bertemu di gazaebo biasanya ya,"ajak Rita pada semuanya. "Terutama Lo Toni harus hadir, biasa ajari MAT yah!" lanjut Rita yang diacungi jempol oleh semuanya.



Saat kami masuk ruang kelas, kelas terlihat gaduh, semua siswa berkumpul mengelilingi Susanto. Sekilas ku dengar mereka membahas siswa pindahan.



Pak Kelvin masuk ke ruang kelas, dan diikuti bubarnya siswa menuju tempat duduknya masing-masing.



"Selamat siang semuanya, hari ini kita kedatangan siswa pindahan. Silahkan masuk nak, perintah pak Kelvin pada siswa pindahan baru.



"Sudah ku duga itu pasti Panji, dan benar saja dugaanku,' gumam Nana.



Panji Masuk dan memperkenalkan diri, sontak perempuan dikelas kami langsung ramai bertanya.



"Silahkan memperkenalkan diri," perintah pak Kelvin pada Panji.



"Hai teman-teman, nama saya Panji, pindahan dari SMA HARAPAN BANGSA."


__ADS_1


"Sudah punya pacar belum," celetuk Anin yang duduk dua kursi di depan Nana. dan diikuti suara riuh di kelasku.



"Boleh minta no HP nya? " tanya Rita yang duduk di sebelahku.



"Sudah-sudah jangan berisik. Nah .... Panji kamu duduk di belakang Rita," ucap pak guru sambil menunjuk arah belakang Rita.



Sepanjang perjalanan menuju tempat duduk cewek cewek berceloteh ria, menyuruh duduk sebelahnya.


" Enak Lo Rita, begitu tengok lihat yang bening bening, lihat nih yang duduk sebelah gue buthek wajahnya, teriak Anin pada Rita.



"Ini sih Rezeki anak Sholihah," jawab Rita dengan senyum gembira.



"Hai... Pan, sapa Rita," yang langsung menghadap ke arah Panji.



"Hmmm" jawab Panji.



"Dihhh ... Pan .... ganti mantra yang lebih sakti gitu, masak cuman mantra "Hmmmm" aja yang Lo lafalkan," sahut Nana dengan muka heran dan datar menanggapi Panji.



"Suka-suka gue dhong," jawab Panji kepada Nana.




###



"Ah ... selesai sudah pelajaran hari ini." Nana dan Rita menuju Gazebo di depan taman sekolah. Nampak disana sudah ada Toni, Riri, dan Alvin.



"Matematika memang menyebalkan, susah amat sih dipahami, Nih tadi gue gak mudeng apa itu fungsi sin, cos dll," gerutu Rita, sambil mengeluarkan buku matematikanya.



"Ya udah perhatikan nih, gue nerangin cuma sekali saja," jawab Toni sambil mengeluarkan senjata berupa pensil dan kertas coret coretan.



Toni menerangkan dengan pelan dan jelas yang diikuti anggukan oleh teman temannya,


yang merasa sudah paham.



"Coba Mr killer menerangkan nya kayak gini kan gue bisa langsung paham," celoteh Rita yang diiyakan oleh Riri.



"Masih jam Setengah tiga ke Mall yuk!" ajak Rita pada sahabatnya.

__ADS_1



"Gue ogah pergi ke mall sama cewek, ribet, terus lama juga waktunya, gue mo pulang saja," tolak Toni sambil memasukan peralatan ke dalam tas.



" Lo gimana Vin, mau ikut tidak," tanya Riri.



"Gue juga pulang aja deh, Lo gak papa kan Na, nanti Lo kabari gue kalo dah selesai, terus gue jemput," ucap Alvin.



"Gak usah jemput Vin, entar gue naik angkot atau gojek aja, tolak Nana.



"Ya udah let's go, this is girls time," ajak Riri.



### Di Mall ###



Nana and friends sampai di Mall, pertama mereka mengunjungi gerai aksesoris, setelah puas di sana mereka ke Timezone.


mereka bermain sepuasnya.



"Gue ke toilet dulu,"pamit Nana pada Rita dan Riri.



Nana berjalan cepat menuju toilet karena sudah kebelet, setelah selesai cuci tangan, Nana berjalan keluar dari Toilet dan tanpa sengaja tubuhnya menabrak seorang laki-laki.



Nana melihat ke arah wajah orang yang ditabrak.



"Haah... Nauli Anggara, sontak Nana berdiri dan meminta maaf.



"Maaf Nauli gue gak sengaja nabrak Lo,


kenapa setiap gue ketemu Lo kok tabrakan ya?" celetuk Nana menahan malu dengan wajah memerah.



"gak papa kok... gue juga tahu Lo gak sengaja,"jawab Nauli menentramkan hati Nana.


" mungkin gue ada magnetnya, hingga Lo maunya nempel ke gue"Sahut Nauli dengan muka senyum dan melihat wajah Nana yang semakin merah karena Malu.



Rita celingukan mencari Nana. terlihat Nana sedang ngobrol dengan lelaki berperawakan tinggi. Rita dan Riri menghampiri Nana.



"Na... Lo ke toilets lama sekali, eh... tak tahunya sedang ngobrol dengan mahluk tampan." ketus Rita.


__ADS_1


"Rita ...Riri ... kenalkan ini Nauli, pemain Voly dari SMA Garuda."



__ADS_2