Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
111


__ADS_3

"Sip... makanya gue ingin secepatnya meresmikan hubungan, Oh iya, Jumat besok jangan lupa ke rumah Riri kalo perlu kamu nginep rumah Riri, ya Na! temeni, kalau perlu ajari bagaimana jadi istri yang baik, bolehkan Vin," ucap Toni pada Alvin.


"Gak boleh nginep, entar gue tidur sendiri, ogah gue, besok saja kesananya bareng gue hari Jumat pagi-pagi, kalo perlu habis subuh kita berangkat." tolak Alvin yang tidak mau berpisah dengan Naa


"ya Allah Alvin, kebangetan banget sih kamu! semalam doang masa tidak boleh, bucinnya kira kira dong Vin!" sahut Toni yang kesal dengan kelakuan sahabatnya yang posesif dengan Nana.


"Eh... istri gue sendiri, ya suka suka aku lah," jawab Alvin yang semakin mengeratkan rangkulan di pinggang Nana.


"Serah Lo lah, yang penting besok subuh dah sampe rumah Riri," ucap Toni kesal dan menyelesaikan makan siang menjelang sore itu. Riri dan Toni yang sudah selesai makan pamit pulang duluan, karena ada hal yang harus diurus.


Akhirnya Toni menikah juga dengan Riri, terus bagaimana dengan kabar Rita ya? sudah lama aku tidak berjumpa dengannya, kabarpun aku tidak tahu, tadi kenapa gak tanya Riri sih!" ucap Nana yang hanya didengar oleh Alvin tanpa membalas ucapannya hanya mengangkat kedua bahunya.


###


Pukul empat sore Alvin dan Nana baru sampai rumah, Alvin turun dari mobil kemudian membuka pintu mobil Untuk Nana,

__ADS_1


Sementara bibik mengangkat semua belanjaan dari bagasi dan membawa ke dapur.


"Yang, kamu capek ya, sini ku gendong saja," ucap Alvin menggendong Nana yang berontak mau turun, tapi Alvin bukan melepaskan malah semakin mengeratkan gendongan depan seperti anak kecil, karena takut jatuh kaki Nana mengait ke badan Alvin. Nana mendenggus kesal. tapi mulutnya malah dicium Alvin.


Alvin meletakkan Nana di atas ranjang dengan perlahan.Istirahat dulu, papa tidak mau maminya kecapean," ucap Alvin sambil mengelus kepala kemudian mencium kening kemudian beralih ke bibir mungil Nana.


Bisa dibayangkan apa yang terjadi selanjutnya, pasangan halal itu sedang berusaha membuat Alvin Junior. Hampir satu jam Alvin berolahraga bersama Nana, peluh berjatuhan dari dahinya, "terimakasih sayang," ucap Alvin mengakhiri aktivitasnya bersama kemudian merebahkan diri disamping Nana, dan tak lupa memeluk dengan erat tubuh Nana.


"Semoga Alvin junior langsung jadi," ucap Alvin yang diamini oleh Nana.


***


"Mas, bangun ayo kita ke rumah Riri," ucap Nana sambil menggoyang tubuh Alvin yang hanya menyahut dengan "hmmm,Iya," tapi belum beranjak dari ranjang.


Nana yang gemes melihat suaminya tidak bangun bangun langsung punya inisiatif mendekati wajah Alvin, kemudian mencium bibirnya dengan lembut, Alvin yang merasakan bibir Nana langsung bangun dan hendak membalas ciuman Nana tapi keburu Nana menarik bibirnya dan menyambar tas yang hendak di bawa kemudian berlari menuju lantai satu sambil tertawa.

__ADS_1


Alvin yang terbangun dengan kesal langsung menuju kamar mandi, membersihkan badan kemudian mengenakan pakaian batik modern merk Danar Hadi dengan perpaduan celana hitam dan memakai sepatu, setelah itu merapikan rambut kemudian menuju ke bawah.


Nana menyiapkan sarapan roti selai dan susu yang masih terlalu pagi. padahal biadlsanya Nana lebih suka sarapan nasi dari pada Roti. Mata Nana mengarah pada suara sepatu yang mendekat.


Hatinya berdetak kencang melihat suaminya yang terlihat sangat tampan yang sekarang sudah didepan mata, Nana mengalungkan tangannya ke leher Alvin, memperhatikan wajah tampan suaminya kemudian meraba wajah Alvin, Alvin terlihat sangat senang diperlakukan seperti itu, Alvin mendekat dan mengecup kening Nana berlanjut ke bibir dan berakhir dengan pelukan erat.


"Apakah aku bermimpi, seandainya ini mimpi aku tidak ingin bangun dari mimpi, seandainya ini nyata maka aku akan menjaga agar pelakor tidak ada yang bisa mendekat, aku mencintaimu mas," suara Nana lirih namun masih terdengar oleh Alvin.


"Aku juga sangat mencintaimu sayang, tapi kalau seperti ini terus kita tidak jadi ke rumah Riri, karena aku menginginkanmu lagi," ucap Alvin menyadarkan Nana dengan senyum nakal.


"Oh iya, kita sarapan dulu bentar," ucap Nana sambil melepaskan pelukan dan mengacak rambut Alvin.


"Eh jadi berantakan dong Yang!" ucap Alvin menyisir rambut dengan jarinya


" Biarin, jangan dandan terlalu tampan, nanti banyak yang menatap nafsu padamu, mas," sewot Nana yang disertai gelengan kepala Alvin.

__ADS_1


tbc


**Hai pembaca aku mulai on lagi nulis kelanjutan novel ini, jangan lupa dukungannya like favorit, vote, komen dan rat bintang lima ya, matur thank you buat semua *


__ADS_2