Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
89


__ADS_3

"Lo gila ya, gue sama sekali gak pernah ngomong seperti yang Lo tuduhkan, sebenarnya ada apa sih, cerita ke gue sekarang! bentak Nana yang bingung dengan sikap Alvin.


tanpa di suruh Nana masuk dan menarik tangan Alvin. tapi Alvin berusaha melepaskan tangannya dari pegangan Nana.


"Alvin!!! jelaskan semua pada gue! ucap Nana dengan keras dan tatapan mata tajam.


"bukan gue yang harus menjelaskan semuanya, tapi Lo yang harus menjelaskan semuanya," jawab Alvin dengan muka menahan amarah.


"bagian mana yang harus gue jelaskan, di mana letak kesalahan gue, jangan muter-muter gue beneran bingung Kodok," geram Nana karena bingung dan tidak tahu apa kesalahannya.


Alvin tetap diam dan menahan amarahnya, tidak ada tawa cengengesan seperti Biasanya, bener bener membuat Nana kebingungan


"Ya Allah, Alvin tolong katakan pada gue, biar bisa gue luruskan kalau memang gue salah," lirih Nana yang benar benar kebingungan dan mulai meneteskan air mata melihat sikap Alvin.

__ADS_1


Alvin yang baru pertama melihat Nana menangis akhirnya tidak tega dan mulai membuka suara.


"Bukankah kemarin siang Lo ngirim WA ke gue. Lo pingin sendiri dan tidak mau ketemu sama gue," ucap Alvin masih dengan muka datar dan ditanggapi Nana dengan mengerutkan keningnya.


" gue gak pernah kirim WA ke Lo apalagi menulis hal aneh seperti itu," ucap Nana sambil mengambil ponselnya dan membuka buka aplikasi WA namun Nana tidak menemukan pesan aneh.


" sinikan Ponsel Lo ," perintah Nana sambil mencari ponsel Alvin.


"Ya Allah, ini bukan gue yang nulis Alvin, gue berani sumpah sama Lo," ucap Nana yang bingung bagaimana bisa pesan itu bisa terkirim dari nomernya.


Nana duduk di sofa dan menunduk sambil menangis. sementara Alvin masih diam karena bingung juga.


" serah Lo Vin mau percaya gue apa nggak, gue sama sekali gak pernah nulis kayak gitu, tapi sebentar... sinikan lagi ponsel Lo, ucap Nana yang terpotong karena penasaran ingin membuktikan.

__ADS_1


Nana kembali membuka aplikasi WA Alvin, dilihatnya jam pengiriman wa tertulis di sana pukul Setengah sepuluh pagi, jadi pas jam istirahat pertama. Nana tersenyum melihat itu sedang alvin bingung melihat sikap Nana yang senyum senyum sendiri.


"Alvin bukan gue yang kirim pesan ke Lo, karena saat istirahat gue langsung pergi ke toilet setelah itu gue ke kantin, hp gue tinggal di tas. kalau gak percaya Lo boleh tanya Toni, karena Toni satu tempat duduk dengan gue. berarti ada yang mengambil hp saat gue ke toilet. Lo harus percaya sama gue, mungkin ada yang tidak senang dengan hubungan kita berdua." ucap Nana sambil memegang kedua pipi Alvin sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Nana memeluk Alvin dan berbisik "gue sayang banget sama Lo, gue gak mungkin menjauh dari Lo Vin.


"Lo tahu Na... gue hampir gila gara gara Lo," ucap lirih Alvin sambil meneteskan air mata dan memeluk Nana dengan erat.


Mereka berdua menangis sambil berpelukan, mamah Alvin yang baru saja pulang terheran melihat mereka berdua.


"Eh... kalian berdua ngapain kok pelukan sambil menangis, apa terjadi sesuatu," ucap Mamah Alvin sambil mengernyitkan dahinya.


"Gak... kok mah, cuma ada sedikit salah paham, tapi sudah selesai kok," ucap Alvin sambil melepas pelukannya

__ADS_1


__ADS_2