
Aktivitasaktivitas hari-hari ku masih seperti biasanya aku pergi sekolah pagi hari pulang sore hari tetap diantar oleh Alvin sementara Kak Anto sibuk belajar untuk menghadapi UjianNasional.
Hari ini hari Kamis, nanti sore aku harus menghadiri undangan dari Tante Lina ibunya Nauli. bingung apa yang harus ku bawa ke sana
Aku mengajak Alvin Ke Mall sepulang sekolah. untuk mencari hadiah. Aku berusaha mencari hadiah yang sesuai untuk ibunya Nauli ketemu juga akhirnya aku membelikan sebuah sel.
Ya Allah .... kenapa aku harus ketemu gurita saat di Mall.Aku sedang memilih syal sedangkan Alvin berada di gerai majalah bola.
Tiba-tiba Lily mendorong tubuh Nana ke dinding pojok, aku yang tidak siap terhuyung hampir jatuh.
"masih juga Lo ngerayu Alvin?bukankah sudah gue peringatin supaya jangan dekat-dekat dengan Alvin." ucap Lily sambil menyiram kepala Nana dengan es teh cup yang masih ada separuh gelas. teman teman Lily yang melihat hal itu hanya tertawa mencibir.
Nana mulai geram" eh... gurita, Lo denger ya!!! Lo emang cantik, Lo juga punya otak kan, gunakan otak Lo untuk berpikir bagaimana merayu Alvin ,apa jangan-jangan otak Lo cuma pajangan, ngapain Lo labrak gue, memangnya kalo gue jauh dari Alvin, dia mau sama Lo!"Nana berucap dengan nada mengintimidasi.
"Eh Lo ngatain gue apa...gurita, ?" teriak lily
"iya... emang Lo kayak gurita suka nempel nempel gak mau lepaskan dan gak punya otak." balas Nana.
Muka Lily merah padam menahan marah. sontak Lily mengangkat tangannya dan menampar Nana, Plakkkk ...terdengar suara tamparan dengan keras. "rasain Lo gadis jelek tidak tahu diri."
Nana bukan gadis cengeng, dia tidak menangis, dia maju mendekati Lily dan secepat kilat membalas tamparan Lily, geng lem karet tidak menyangka kalau Nana membalas tamparan Lily.
"Tamparanmu gue bales tamparan," ucap Nana pada Lily yang diajak menjauh oleh teman-temannya.
__ADS_1
sebenarnya geng lem karet mau membalas perbuatan Nana, tapi karena banyak orang yang sudah melihat ke arahnya, merekapun pergi dari tempat itu.
"Sial bener gue hari ini! Kena tamparan cewek gurita." gumam Nana sambil mengusap pipinya yang memerah bekas tamparan.
Alvin yang sudah menemukan majalah yang dicari kembali menemui Nana di gerai baju dan syal. Alvin yang melihat pipi Nana merah seperti bekas tangan mendekati dan bertanya
" Na pipi Lo kenapa?"
"Ditampar cewek gurita , dia gak mau gue deket Lo. harusnya kalo dia suka sama Lo, ya sportif lah, rayu kamu kek sampe kamu klepek-klepek Ama dia, bukan malah main tampar saja." sewot Nana yang diikuti wajah Alvin yang ikut geram
"Dah .... pulang aja yuk... lagian aku udah dapat barangnya." ajak Nana pada Alvin.
Setelah membayar ke kasa, Nana dan Alvin meninggalkan Mall X untuk pulang ke rumah.
"Vin ... ntar Lo ikut gue ke rumah Nauli ya!." ajak Nana.
"Yuk masuk... Lo tungguin gue di ruang tengah aja, gue mau mandi dan ganti baju dulu." perintah Nana pada Alvin yang langsung mengikuti ke ruang tengah.
"Assalamu'alaikum, Bu...., Nana sudah pulang pulang," teriak Nana.
"Eh... waalaikum salam... anak perempuan kok teriak teriak kayak di hutan aja." sahut ibu.
Nana cuma tersenyum dan langsung Salim dengan ibu.
"eh... tumben ada Alvin juga,"ucap ibu selanjutnya."
Alvin juga mencium tangan Tante Mayang ibu Nana.
__ADS_1
"iya Bu, rencananya Alvin mau Anterin aku ke rumah Tante Lina, ibunya temenku yang sedang ultah, aku siap siap dulu Bu,"jawab Nana sambil berjalan menuju ke kamarnya yang dibalas anggukan oleh ibu.
"duduk dulu Vin, nih Tante buatin es jeruk,"ucap Tante Mayang.
acaranya jam berapa vin,"tanya Tante pada Alvin. " jam empat Tan, balas Alvin.
Alvin menengah habis es jeruk yang disiapkan Tante Mayang. Nana pun sudah selesai siap siap. Nana mengenakan gaun warna biru muda Kombinasi biru tua, yang cocok dengan kulitnya yang bersih. rambutnya diikat separo dan dikepang, dengan riasan tipis hanya bedak dan lipbalm warna peach, Nana terlihat sangat manis.
Alvin memandang Nana tanpa berkedip, sampai Nana membuyarkan konsentrasinya, "Ayo Vin berangkat!"
" bentar Na, kita foto berdua dulu, pinta Alvin sambil mengeluarkan HP dari tasnya.
"Tante tolong fotoin kita ya!"
"Ya sini!
"Alvin merangkul bahu Nana dan cekrek," Tante memfoto mereka berdua.
"Tante, sini kita foto bertiga! ajak Alvin.
Mereka foto bertiga dengan Nana berada ditengah yang memeluk ibunya.
__ADS_1