Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
-


__ADS_3

Seminggu kemudian



"Ayah.... ibu Nana izin mau ikut menjadi suporter Alvin di pertandingan turnamen bola voli antar klub se kota X." ucap Nana sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.



"di mana turnamennya di adakan Na? tanya ibu yang sedang mengambilkan lauk buat ayah.



"GOR Satria Bu, doakan club' Alvin menang ya Bu, Ayah. ..! pinta Nana pada ayah ibunya



"Assalamu'alaikum..."


suara salam Alvin terdengar sampai ke ruang makan. Alvin pun masuk setelah dipersilahkan masuk ke dalam rumah Nana.



" sarapan dulu Vin," ucap kak Elang yang baru keluar dari kamar.



"sudah kak, tadi pas mau berangkat, mamah memaksa Alvin makan



Nana yang tahu Alvin sudah di depan segera menghabiskan sarapannya dan menghampiri Alvin.



mereka berdua berpamitan pada ayah ibu dan anggota keluarga yang lain.



"Yank.... pegangan yang erat dong ibarat kata nih... ngcaz energi kekuatan dari Lo biar gue kuat saat tanding Nanti," pinta Alvin dengan memegang tangan Nana.



"Hati-hati bawa motornya, gak usah mesum ah... pake alasan ngcaz energi segala," sanggah Nana.



setelah satu jam perjalanan mereka sampai di GOR. Alvin menggandeng tangan Nana agar tak berpisah mengingat banyaknya orang yang hadir.

__ADS_1


"Yuk ikut gue ke ruang ganti," ajak alvin



"gak, ah malu! nanti mata gue semakin tercemar oleh body roti sobek



"gak papa tercemarnya sama body gue doang." celetuk Alvin.



Nana mengikuti Alvin ke ruang ganti yang masih sepi atau mungkin sudah ganti baju duluan.Alvin melepas kaosnya, terpambang di depan tubuh Nana bodi tegap dengan pahatan sempurna



boleh kok kalo mau pegang, meluk juga boleh," goda Alvin yang diikuti wajah blousing Nana.



"Gila Lo kampret! bisa khilaf ntar gue , cepet pake tuh seragam tim,"ucap Nana malu, namun Alvin tertawa senang.


Pintu ruang ganti terbuka masuklah Kak Anto yang hendak ganti baju. Kak Anto kaget melihat Nana di ruang ganti, namun setelah melihat Alvin di pojok ruangan Kak Antopun Paham.



"Hai Nana..., hai AlVin...!!"sapa kak Anto pada Nana dan Alvin.




Kak Anto tersenyum senang melihat wajah Nana yang memerah seperti tomat. " imutnya" gumam Kak Anto. Melihat hal itu Alvin cepat cepat menyelesaikan ganti baju dan segera mengajak Nana keluar dari ruang ganti.



"Gue ke kursi penonton aja, kalau disini terus terusan bisa semakin tercemar mata gue," ucap Nana pada Alvin sambil berjalan cepat ke arah bangku penonton. karena kurang hati hati Nana menabr



Nana berjalan Sambil mengedarkan pandangannya ke bangku penonton mencari teman temannya, karena tidak fokus berjalan Nana menabrak orang yang berjalan berlawanan arah denganya.



Nana mendongakkan kepalanya, terlihat Nauli tersenyum padanya.


__ADS_1


"Haish...kenapa gue selalu bertabrakan dengan Nauli," gumam Nana.



Maaf untuk yang kesekian kali Nau, kita selalu bertemu dengan momen yang sama"tabrakan", ucap Nana pada Nauli yang tersenyum dengan sangat maniz.



"Iya... gak papa, seneng malahan gue, jadi Lo selalu ingat gue dengan momen pertemuan spektakuler, " ucap Nauli.



Nauli POV



Aku berjalan menuju ke ruang ganti, ku lihat Nana berjalan tidak fokus ke jalan tapi tengak tengok melihat ke arah bangku penonton.



Nana tidak melihatku, aku tersenyum karena mendapatkan ide jahil. kubiarkan Nana berjalan ke arah ku dan menabrakku.



***


"Lo ikut turnamen Nau, terus gimana dengan tulang rusuk Lo, tanya Nana penasaran.



" gue kan gak patah tulang Yang..., cuma retak dikit, dan sekarang juga sudah baikan." ucap Nauli sambil tersenyum.



"Gue gak salah denger kan Nau panggil gue yang = sayang kan," gumam Nana.



Doakan tim gue menang, ntar Lo gue traktir deh.



...



__ADS_1




__ADS_2