
Alvin mendekati Nana dan mendekap erat Nana sambil berbisik," terimakasih Yang, sudah menunggu dengan setia dan maafkan aku yang tidak memberikan kepastian selama Lima tahun ini." bisik Alvin di telinga Nana.
"Alvin...ini bukan mimpi kan! gue takut kalau ini hanya mimpi dan saat terbangun Lo sudah tidak ada di samping gue." ucap Nana sesenggukan.
Alvin mengecup kening Nana dan mencium bibir Nana.
"ini bukan mimpi dan ini nyata Yank, i love you forever Ratna Dewi Pambudi, Will you marry me?" ucap Alvin dengan memandang wajah kekasih hatinya.
"ehm...ehm...ehm..." suara deheman kakek Alvin yang berusaha menyadarkan Alvin bahwa disini masih ada orang lain.
"kau keterlaluan Alvin, melamar seorang seorang gadis tidak memberikan cincin, tunggu sebentar acara lamarannya," ucap kakek yang pergi ke kamarnya dan segera kembali lagi.
"berikan cincin ini dan pakaikan pada calon istrimu, ini adalah cincin yang kakek berikan pada nenek saat lamaran," ucap kakek sambil memberikan kotak perhiasan pada Alvin.
"terima kasih kakek," ucap Alvin yang langsung memakaikan cincin pada jari manis Nana, Alvin mencium jari Nana dan kembali memeluk Nana seolah tidak ingin melepaskan untuk memenuhi kerinduannya selama ini.
"Kakek hari ini aku akan ke Indonesia, aku akan melamar pada orang tua Nana dan menikahinya secepatnya." ucap Alvin yang langsung menelpon sekertarisnya untuk mengurus visa ke Indonesia.
"kamu tidak usah bekerja lagi yah yang, ayok kita temui pak Davin!", ajak Alvin pada Nana yang diangguki oleh Nana.
...
sesampainya di hotel mereka berdua menemui pak Davin dan istrinya, yang ternyata Nau juga ada di sana.
Alvin menjelaskan semua pada pak Davin dan menyerahkan surat pengunduran diri Nana.
__ADS_1
Nauli merasakan hatinya hancur berkeping keping, namun dia tetap menunjukkan sikap gentle dan berucap
" kalo Lo tinggalin Nana lagi maka akan gue rebut Nana dan gue bawa pergi sejauh jauhnya," ucap Nauli sambil memeluk Alvin.
"Semoga berbahagia Nana," ucap Nauli lirih dan Nana langsung memeluk Nauli, Lo adalah teman terbaik gue, terimakasih untuk semuanya. gue harap Lo ketemu dengan wanita yang lebih baik dari gue.
lima hari kemudian
dua hari yang lalu adalah acara lamaran Alvin yang tertunda Lima tahun dan hari ini adalah acara nikah dadakan Nana dan Alvin yang membuat kalang kabut keluarga Nana.
sebenarnya keluarga Nana mintanya seminggu atau dua Minggu untuk acara pernikahan tapi Alvin tetep ngotot minta hari ini. dari pada terjadi hal yang tidak diinginkan maka Orang tua Nana menyetujui pernikahan ini.
Nana sudah selesai dirias, dia dikamar ditemani oleh dua sahabatnya Riri dan Rita, mereka tidak habis habisnya menggoda Nana.
Acara ijab Kabul dimulai, Alvin mengucapkan kalimat ijab dengan lancar, sampai terdengar kata sah...sahhhhh...teriak dari para hadirin.
Alvin memasuki kamar Nana setelah mengetuk dan mengucapkan salam. teman Nana langsung keluar kamar, "awas jangan buat Nana berteriak loh Vin," ucap Rita sambil cengengesan dan meninggalkan mereka berdua.
Alvin memandang Nana kemudian mendekat, Alvin mencium kening Nana sangat lama, kemudian memeluknya." sekarang lo eh kamu adalah milikku dan gak akan ku lepaskan lagi hingga maut memisahkan," bisik Alvin di telinga Nana yang membuat mata Nana basah karena bahagia.
"Ayok kita temui tamu," ajak Nana.
" gak mau gue mau dikamar saja sama kamu yang, gue pingin peluk kamu sampai pagi," tolak Alvin.
" kasihan tamunya, ayok ah... "ucap Nana sambil menyeret tangan Alvin
__ADS_1
"tapi kiss dulu," Rajuk Alvin, Nana langsung mencium bibir Alvin, namun tangan Alvin memegang Tengkuk Nana dan melakukan Franc Kiss yang berakibat lipstik di bibir Nana berantakan. Nana kembali mengoleskan lipstik di bibirnya. " nakal" sungut Nana yang di balas senyuman oleh Alvin.
"Ayok sekarang kita keluar!" ucap Alvin.
mereka keluar dan menemui tamu sampai sore hari. Keluarga Alvin sudah kembali ke hotel.
Alvin dan Nana juga berniat menginap di hotel untuk dua hari. setelah selesai resepsi mereka langsung menuju hotel.
Alvin membuka pintu kamar yang sudah di pesan, terlihat kelopak mawar berbentuk lope tertata rapi di atas bed. Nana berniat mandi sebelum istirahat.
dia memulai melepaskan riasan rambut dan melepas kancing kebaya yang dipakainya, Alvin yang awalnya hanya tiduran, akhirnya ikut membantu melepaskan hiasan rambut Nana. setelah terlepas semua, Nana menuju kamar mandi dan membersihkan badannya selama lima belas menit, Nana keluar menggunakan handuk putih, karena tadi kelupaan membawa baju ganti.
Alvin yang melihat Nana keluar hanya memakai handuk menelan ludah, ingin rasanya menerkamnya sekarang tapi aku mau mandi dulu. secepat kilat Alvin menuju kamar mandi dan hanya membutuhkan waktu lima menit.
Nana terheran melihat Alvin mandi seperti capung. tapi Nana lebih heran lagi dengan isi tasnya.
Nana masih mengaduk tasnya, tapi isinya hanya baju kurang bahan. ini pasti kerjaan Rita sama Riri gumam Nana.
Alvin mendekati Nana, dan mendekap tubuh Nana yang sama sama masih mengenakan handuk.
"Ya Allah, aku bersyukur sekali karena berjodoh dengan wanita baik, seperti dirimu, terimakasih telah menerima diriku yang banyak kekurangan Nana."
Nana naik dan berdiri di pinggir ranjang dan mengalungkan tangannya di leher Alvin, Aku juga bersyukur mempunyai suami yang baik, ganteng, setia seperti kamu. terimakasih mau menerima diriku apa adanya.
Alvin mencium lembut bibir Nana, tapi lama kelamaan ciuman mereka semakin menuntut, dan akhirnya mereka menghabiskan malam pertama mereka dengan pergulatan berkali kali sampai mereka kelelahan dan tidur.
__ADS_1