
"Eh... Lo emang kayak jaelangkung, datang tak diundang, pergi tak diantar, kayak demit ghoib," ucap Nana dengan wajah tersenyum.
"biarin jadi makhluk ghaib yang penting gue ganteng dan Lo mau sama gue, we...," ucap Nana sambil meletakkan lidahnya.
"yeach .... ganteng-ganteng kok kampret," ucap Nana dengan wajah mengejek sambil berlari dan diikuti Alvin .
"
" Awas Lo ya Jaenab, kalo ketangkep gue cium Lo," ucap Alvin sambil berlari.
Panji yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu hanya berdecak dan geleng-geleng kepala.
Alvin masih berlari mengejar Nana, sampai tak nampak dari penglihatan Panji.
Terdengar suara nafas ngos-ngosan milik Nana.
"Vin... gue su...su sudah gak kuat lagi." ucap Nana yang terdengar tersengal Senegal
Alvinpun menangkap Nana ke dalam pelukannya, dan mengecup lama kening Nana.
"Gue kangen banget sama Lo Nana, dua hari serasa dua bulan yank,"
"ish...ish...lebay ah... kita baru gak ketemu dua hari, eits lepasin pelukan Lo, malu sama orang orang" ucap Nana dengan wajah cemberut.
"Biarkan gue peluk Lo beberapa menit," sambil meletakkan kepala Nana ke dada sebelah kiri, Nana merasakan detak jantung tak beraturan dan sangat cepat.
setelah beberapa menit Alvin melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Nana.
"Vin... sebenarnya akhir-akhir gue bimbang dengan perasaan ini, gue sayang banget sama Lo dari dulu sedari kecil malahan, tapi sayang sebagai sahabat. Beda dengan rasa sayang yang sekarang, rasa sayang antara lelaki dan perempuan, ada rasa posesif, Lo hanya milik gue, perhatian Lo hanya untuk gue dan lain-lain. pertahankan bobol sebenarnya gue gak mau jatuh cinta pada sahabat karib gue sendiri, tapi perasaan mengkhianati logika," ucap lirih Nana yang masih jelas terdengar
Nana mengangkat wajahnya, ia menatap tajam manik coklat Alvin. Alvin mulai mendekap pipi Nana dengan tangannya dan mendekatkan bibirnya ke bibir Nana.
__ADS_1
belum sempat mereka berciuman terdengar suara Panji dari kejauhan mengajak kembali ke villa karena sudah sore, menjelang Maghrib.
***
"Assalamu'alaikum, Tante-tante cantik," sapa Alvin pada dua wanita setengah baya di depannya.
"Waalaikum salam, Eh ... Alvin?" ucap Tante Mayang sambil mendongakkan kepalanya melihat wajah Alvin yang sedang tersenyum.
"loh Vin, kamu kok bisa ada di sini," ucap Tante Mayang keheranan.
"Alvin diajak mas Wisnu Tante, ceritanya mas Wisnu kasihan sama Alvin karena gak kemana mana saat liburan," jawab Alvin
"oh... ya sudah, sana kamu istirahat di kamar bersama kak Elang!" suruh Tante pada Alvin sambil meletakkan Alat untuk membakar ikan.
***
Semua anggota keluarga Panji dan Nana sudah berkumpul di halaman, mas Wisnu terlihat membawa sound sistem dan tape.
Nana membantu mengoles ikan dan meletakkan di atas panggangan, Alvin mengipasi bara api yang berasal dari arang.
mas Wisnu mulai berkaraoke menyanyikan lagu jadul milik Brian Adams, disusul ayah yang menyanyikan lagu berjudul "Kangen", Tante Naning juga ikut berpartisipasi menyanyikan lagu "tegar" milik Rossa.
sementara Alvin dan Nana saling melirik dengan senyum yang menghiasi bibir mereka.
"Gue mau nyanyi buat Lo Nana," ucap Alvin mulai mengambil mik dan mulai menyanyi lagu Jason Mraz
__ADS_1
Well, you done done me and you
bet I felt it
I tried to be chill but your
so hot that I melted
I fell right through the cracks,
now I'm tryin to get back
Before the cool done run out I'll be givin it my best test
And nothin's gonna stop me
but divine intervention
I reckon it's again my turn
to win some or learn some
...
Nana terheran-heran melihat kenyataan kalau Alvin ternyata memiliki suara emas.
"gak nyangka kalo Lo pandai bernyanyi juga, secara... dari dulu Lo kecil, gue gak pernah lihat Lo nyanyi," kagum Nana pada suara Alvin
"Gue persembahkan ini untuk mu saja Nana, kekasih gue." ucap Alvin sambil tersenyum.
selanjutnya Nana dan Panji dipanggil ke depan untuk berduet bernyanyi.
__ADS_1