Sejuta Pesona Nana

Sejuta Pesona Nana
110


__ADS_3

Super market


Nana membawa troli belanja dan mencari di bagian buah dan sayur, dia dengan sigap memasukkan sayur, buah bumbu, daging, ikan, roti sehingga troli belanja penuh.


Alvin dengan setia menemani sang istri berjalan mengelilingi lantai satu super market itu. Mata Alvin menangkap sesosok bangsa manusia yang sepertinya dia kenal.


"Hai Toni.., teriak Alvin memanggil sesosok manusia yang ternyata adalah sahabatnya dahulu Toni sakata.


Toni yang merasa di panggil menengok ke arah datangnya suara. dia terkejut melihat Alvin yang sibuk belanja dengan mendorong troli yang sudah penuh.


"Hai Vin, gimana nih kabarnya pengantin baru!"eh ada Nana juga, pengantin baru yang beneran kompak, sampai belanja aja berduaan," ucap Toni diselingi tertawa.


"Toni, Kamu kesini dengan sapa?" tanya Nana yang dijawab dengan tunjukan jari ke arah seseorang. Nana mengikuti telunjuk Toni.


"Eh... kamu kesini bareng Riri, yuk kita ngumpul di food court aja biar lebih enak ngobrol." ajak Nana pada Toni. sedangkan Alvin pergi ke kasir untuk membayar belanjaan.


Dasar Alvin ganteng, lihat tuh Nana suami Lo dikerubuti emak emak dan perempuan cantik, mereka pada minta Selfi, sudah seperti bintang iklan saja," ucap Riri sambil menunjuk ke arah Alvin.

__ADS_1


spontan Nana mengikuti telunjuk Riri dan benar saja suami gue dikerubuti banyak lalat pengganggu. Nana berdiri dengan anggunnya, berjalan ke arah Alvin.


" suamiku," panggil Nana pada Alvin yang seakan risih dikerubungi perempuan.


"Suamiku, sini biar aku saja yang bayar belanjaannya, kamu tunggu di food court bareng Toni dan Riri.


"eh... istrinya model beginian, ya ampun! eh mas tampan mending kamu sama aku saja ya, kayaknya lebih cocok buat aku, lebih pantas buat aku yang lebih cantik dan sexy dari pada dia," ucap perempuan yang mirip ondel-ondel dandanannya, lipstik merah menyala dengan bedak tebal 3 cm.


" eh... maaf pelakor dilarang lewat" jawab Nana yang sudah kesal, bersyukur antrian sudah sampai padanya,


" walah,mbak kasir ngitung sambil ngelirik suami gue, jadi tambah lama deh itung harganya, dasar mbak kasir ganjen, pikir nana.


" derita Lo Nana, punya suami ganteng gak ketulungan, dijamin pelakor nongol kayak jamur di musim penghujan," ucap Riri sambil tertawa-tawa melihat tingkah Nana.


" besok lagi, kalo kamu pergi bareng suamimu, jangan lupa bawa masker dan topi, biar gantengnya gak kelihatan," sekarang gantian Toni yang menggoda pengantin baru itu.


"Eh masuk akal juga tuh, usul kamu ton," sahut Riri.

__ADS_1


"entar gue dikira terserang virus ciruna lagi kan lagi rame tuh, Sialan kalian," ucap Alvin yang membuat mereka tertawa.


" ngomong ngomong kapan kalian berdua mau meresmikan hubungan kalian? masak mau pacaran selamanya," Nana bertanya pada Toni dan Riri.


" Jumat Minggu depan gue mo lamar sekalian nikah sama Riri, biar gak kelamaan pacaran,


"itu namanya sudah kebelet kawin seperti nya," Sahut Alvin.


" Buruan sana kawin, entar kalian akan merasa bagaimana rasanya surga dunia, kamu udah pernah coba belum Ton? tanya Alvin menggoda pasangan Yang betah lama pacaran itu.


"emang gimana rasa surga dunia itu Vin, berarti kamu sudah merasakan nih,"


"ya sudah lah peak, gue kan sudah sah menikah dengan istri gue, jangan jangan Lo udah icip icip dulu sebelum sah," jawab Alvin yang diiringi ringisan karena Nana yang berada di sebelah Alvin mencubit pinggang Alvin.


"Belum lah Vin, nunggu sah dulu biar halal"


Sip... makanya gue buru buru, Jumat besok jangan lupa ke rumah Riri kalo perlu kamu nginep rumah Riri, ya Na temeni, kalo perlu ajari bagaimana jadi istri yang baik, bolehkan Vin," ucap Toni pada Alvin.

__ADS_1


Gak boleh nginep, ntar gue tidur sendiri, ogah gue, entar jesananya bareng gue aja Jumat pagi-pagi, kalo perlu habis subuh kita berangkat


__ADS_2